Status

Game BunSay #3: Hari 5

20170815_101825

Hari ini saya sama suami santai. Pertama, karena kemarin kegiatan kerja bakti itu riweh banget dan bikin capek badan sama pikiran.

Iyalah, disuruh jahit umbul-umbul segitu banyak emangnya gak jadi pikiran?

Kedua, misi eksis di kalangan tetangga sudah tercapai. Untuk saat ini sih. Seenggaknya udah nampang muka dan kemampuan bahwa kami tuh pernah ada loh di RT ini, jadi jangan lupakan kami.

Selain itu kami juga saling cerita mengenai “gosip-gosip” di RT kami. Atau mungkin lebih tepatnya gue yang lebih banyak cerita. Habis ternyata para bapak-bapak gak banyak ngobrol pas lagi kerja bakti. Alhasil semua gosip cuma bisa diperoleh dari kaum ibu-ibu aja.

Dan gosip menyatakan bahwa gue dan suami bukanlah penghuni rumah paling misterius di RT gue. Hahahai…mission accomplished Pak Hokage. Dengan ini negara api tidak perlu menyerang- apaan deh :v

Walau gue dan suami bukanlah penghuni paling misterius tapi ternyata ada juga penghuni rumah yang saking misteriusnya gak pernah keluar rumah apalagi bantu-bantu bersih-bersih agustusan ini. Tau deh, serius itu bukan urusan gue. Mungkin mereka punya alasan mereka sendiri.

Tapi untuk saat ini misi eksis alhamdulillah tercapai. Tapi bukan berarti eksisnya cuma buat agustusan doang sih. Misi eksis ini terus berlaku sepanjang gue masih perlu sosialisasi dengan manusia lain.

Yeee….waktunya bersantai :v

#Day5

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

 

Angkasa

images (1) (1)

Wanita itu memandang langit. Rambutnya yang hitam lebat tergerai bebas, sesekali angin mempermainkan rambut indahnya itu. Menambah kecantikan sang wanita bagi siapa saja yang memandangnya.

Sayangnya tak ada siapapun di tempat itu. Hanya sebuah padang rumput yang luas dengan angkasa biru yang juga sama luasnya. Sesekali gumpalan awan putih menutupi birunya langit, tapi itu tak masalah.

Wanita itu menatap langit dengan penuh kerinduan juga campuran rasa lega. Senyum puas tersungging di bibirnya. Ada beberapa rasa sesal dan berat tapi ia berusaha menepis rasa itu.

Srak. Srak.

Bunyi langkah kaki terburu, menginjak rerumputan kering, sesekali ditingkahi suara rengekan bayi perempuan yang semakin jelas. Wanita itu berusaha menulikan telinganya tapi percuma.

Oh, ingin sekali ia kembali dan memeluk putrinya itu. Tapi tidak! Ia tidak boleh lemah! Terutama saat ini.

“Nawangwulan!”

Suara penuh arogansi bercampur bentakan keras. Sengaja wanita bernama Nawangwulan itu menunggu sesaat sebelum akhirnya menoleh ke arah sumber suara, yaitu suaminya.

“Apa-apaan kau memakai pakaian itu!” bentak pria itu. Ah, pria itu adalah suaminya, Jaka Tarub.

“Kembali sekarang juga ke rumah sebelum aku memaksamu!”

Arogan sekali. Nawangwulan mengernyitkan dahinya. Ah ya, suaminya Jaka Tarub memang seorang yang pemaksa. Buktinya ia berhasil memaksa dirinya untuk menjadi istri dari pria angkuh itu.

“Kembali. Sekarang. Juga!” Jaka tarub mendesis berbahaya. Nawangwulan tersenyum meremehkan.

“Atau apa? Kau mau memaksaku kembali?”

Sebuah selendang berwarna lembut membelit tubuh Nawangwulan. Jaka Tarub melotot tak percaya.

“Tapi….tapi…”

“Sudah cukup Tarub. Sudah waktunya aku kembali ke Kahyangan.”

Jaka Tarub berlari menghampiri istrinya, hendak merampas selendang itu. Akan tetapi sebelum sampai pria itu terhempas dengan keras. Jaka Tarub memeluk putrinya yang masih bayi, berusaha tidak lepas dari pelukannya.

“Bagaimana…selendang itu…,”

Angin kencang bertiup, menerbangkan beberapa helai rumput kering. Nawangsari, putri mereka berdua menangis keras. Seakan menyadari inilah waktu perpisahan dengan ibunya yang seorang bidadari.

Nawangwulan melayang beberapa senti dari tanah, matanya menatap sendu kepada putrinya.

“Tunggu! Kau tidak boleh pergi!” Tarub berusaha mendekati istrinya tapi dinding pelindung memisahkan jarak antara dirinya dan istrinya.

“Kau istriku! Aku melarangmu untuk pergi!”

“Kau telah mencuri selendangku.” Nawangwulan menjawab dengan dingin. “Dan sudah saatnya aku kembali.”

Tarub bisa merasakan kakinya melemah sementara putrinya masih menangis keras.

“Setidaknya untuk Nawangsari. Tetaplah tinggal disini,” Tarub mengiba.

Nawangwulan mengangkat alisnya, ternyata pria angkuh sepertinya bisa mengiba juga. Tapi tidak! Nawangwulan harus kembali.

“Jaga Nawangsari baik-baik.”

Angin kencang bertiup memaksa Tarub menutup matanya. Setelah keadaan tenang Tarub menoleh kesana kemari, berusaha mencari keberadaan istrinya tapi nihil. Nawangwulan sudah kembali ke kahyangan.

Jaka Tarub duduk lemas sementara Nawangsari masih di dalam pelukannya, menangis keras.

“Nawangwulan, kembalilah.” bisik Tarub. Tapi sang bidadari tak pernah kembali.

.
.
.

Nawangsari, gadis remaja berumur 16 tahun sedang berdiri di padang rumput yang luas. Tempat yang sama ketika ibunya kembali ke kahyangan 16 tahun silam.

“Nawangsari, apa yang sedang kau lakukan?”

Gadis itu menoleh, ayahnya, Jaka Tarub menatapnya dengan cemas.

“Aku mendengar sesuatu dari angkasa.”

“Itu cuma perasaanmu.”

Nawangsari menggeleng.

Gadis itu kembali menatap langit dengan pandangan sendu sementara Jaka Tarub menatap putrinya dengan rasa ngeri. Tubuh Nawangsari dililit sebuah selendang berwarna lembut.

Selendang yang sama yang membawa Nawangwulan kembali ke kahyangan.

“Mereka memanggilku untuk kembali, Ayah.”

#end

Status

Game BunSay #3: Hari 4

20170813_092925

Hari ini adalah hari yang menentukan!

Di saat para bapak-bapak kerja bakti beberes RT. Para ibu-ibunya sistem kebut jahit bendera buat dipasang di RT.

Huwooo… jangan tanya seberapa sibuk. Hari ini sibuk banget meenn… semua bendera yang diminta tolong dijahit pada balik lagi ke kita.

Tapi alih-alih balik dalam keadaan rapi dan terjahit rapi malah balik lagi dengan keadaan masih berantakan dan setengah jadi. Huhu…cuma bisa miris dalam hati.

But, no time for cry. Berbekal mesin jahit saya yang bertenaga dinamo semua masalah itu terselesaikan.

Iya selesai, tapi badan langsung capek banget. Trust me kawan. Misi ini sungguh berat. Tapi alhamdulillah bantuan selalu ada.

Hufftt, dari pagi bangun pagi bukannya beberes malah langsung duduk manis di depan mesin jahit. Untuk sementara gue off dulu dari mesin jahit.

#Day4

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Status

Game BunSay#3 : Hari 3

IMG-20170811-WA0005

Pada hari ini bala bantuan untuk jahit menjahit masih berdatangan. Secara ngadu lewat grup wa ibu-ibu RT plus kan benderanya juga dipakai buat rumah warga. Malu atuh kalau enggak munculin muka buat bantu. The power of gosip ibu-ibu RT itu sangat hebat kawan. Kalau masih mau selamat di RW setempat harus baik-baik sana tetangga kanan kiri.

Seenggaknya itu sih yang gue ambil pelajaran.

Tapi jujur, badan capek semua harus ngedekem di mesin jahit. Karena kasian ngeliat kondisi gue yang mengenaskan – benang sana sini – akhirnya suami berbaik hati masakin gue mie kuah. Hahaha…sayang dia masak gak pake cabe.

Duh, ngoceh mulu. Saya pamit jahit lagi yaaa… bagaimanapun misi ini harus dipertahankan.

#Day3

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Status

Game Kelas BunSay #3 : Hari 2

20170811_202752

Yah, gak banyak juga sih yang mau diceritain. Masih berkaitan dengan misi ninja bersosialisasi dengan tetangga kanan kiri. Sekaligus memenuhi tugas kewajiban negara bikin umbul-umbul RT.

Karena umbul-umbul yang harus dijahit itu banyak banget makanya ibu-ibu RT pada ngebantuin ngejahit. Biasalah, kapan lagi waktu yang tepat buat ibu-ibu ngumpul sambil ngegosip. Sesekali diselingin makan kerupuk dan minum kopi Lee Min Ho. Ditemani nyamuk yang ganas di malam hari kamu ngumpul sambil tangan sibuk jahit bendera.

Yah, gitu aja sih. Yang penting kali ini misi ninja terlaksana dengan sukses. Kayaknya sih…

#Day2

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Status

Game BunSay #3: Family Project Hari 1

Sebenernya ini bukan project yang baru kepikiran kemaren-kemaren amat. Malahan misi ninja ini udah kepikiran sejak baru pindah ke Cibitung. It means udah dua tahun.

Misinya sih sebenernya ringan, cuma buat gue sama suami udah kayak ngejalanin misi tingkat SSS kalau di dunianya Naruto.

Misi untuk gaul di kalangan RT plus tetangga

What??? Ciyuss? Ciyus sist.

Gue sama suami bukan tipe yang sosial-sosial amat, walau kita juga bukan ansos. Tapi jujur deh gue lebih milih disuruh bikin 1000 candi dalam waktu semalem dibanding harus grogi berhubungan sama manusia. Masalahnya adalah sosial itu sebuah keniscayaan, apalagi sama tetangga. Lagian jaman sekarang kita gak perlu bikin candi yang baru kalau candi peninggalan sejarah aja masih terbengkalai di tanah. Jadilah gue dan suami harus! Kudu! Wajib buat bersosialisasi ke tetangga.

Lagian kan kalau ada apa-apa tetangga yang tahu duluan dibanding keluarga. Jadilah gue harus ngebaik-baikin tetangga 😛

Kagaaakk!! Gue gak senista itu buat hitung untung-rugi dari pertemanan apalagi sosialisasi. Tapi seenggaknya gue sama suami masih tau diri buat ngikutin sunnah plus amalan Rasulullah yang bilang kita harus baik ke tetangga.

Kesempatan itu datanglah. Pak RW  minta tolong ke gue buat jahit umbul-umbul buat agustusan RT. Karena gue emang lagi misi tingkat SSS jadilah gue sanggupin. Umbul-umbul doang, pikir gue. Palingan buat dipajang di depan cluster.

Eh, gak taunya dong cuy… gue jadi tukang kain dadakan buat agustusan RT. Yah, nasib dah nasib. Karena gue udah bilang OK ya gak mungkin kan gue nolak lagi. Apalagi tetangga pada bantuin potongin bahannya.

20170810_171329

Hikmahnya sih gue bisa menjalankan misi gue dengan baik dan sentosa. Ngobrol sama ibu ini, becanda sama ibu itu. Malahan yang tadinya gak tau siapa nama si Ibu yang kadang suka ketemu malahan jadi tau nama plus alamat rumah plus nama anaknya.

Lumayan… lumayan. Eh, tapi misi gue dari pak RW buat jahit umbul-umbul masih belom beres. Tidaaaakkkk!!!

#Day1

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Materi #3 BunSay: Family Project

APA ITU FAMILY PROJECT?

Family Project  adalah aktivitas  yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut

ACTIVITY + MANAGEMENT AND ORGANIZATION = PROJECT

MANFAAT FAMILY PROJECT

Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Saat ini semakin sedikit keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya, banyak diantara mereka menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Sehingga makna berkumpulpun menjadi hambar, kadang berlalu begitu saja tanpa arti.

Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun bonding di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

Family Project bisa juga digunakan sebagaisarana Check Temperature keluarga kita. Apakah dalam kondisi suhu normal atau sedang memanas.

Family Project sarana menguatkan core values keluarga. Core Values tidak bisa hanya dituliskan besar-besar di kertas dan di tempel di dinding rumah. Core Values harus diujikan untuk mendapatkan sebuah keyakinan bahwa hal tersebut layak diperjuangkan. Ujian itu lewat family project.

Family Project apabila dijalankan denga sungguh-sungguh maka akan menjadi pijakan kita dan keluarga ke surga. Apabila keluarga kita memang sedang berjalan menuju surga, maka tidak perlu menunggu sampai di akherat untuk merasakannya, kita bisa merasakannya sekarang saat di dunia bersama keluarga kita.

CIRI-CIRI FAMILY PROJECT

a. Fokus pada proses, bukan pada hasil

b. Sederhana

c. Menyenangkan

d. Mudah – Menantang

e. Ditentukan durasinya

KOMPONEN FAMILY PROJECT

a. Sasaran

SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reasonable, Timebound

Maksimum 3 sasaran.

b. Sarana

Alat dan Bahan yang diperlukan

Dana yang diperlukan ( apabila ada)

c. Sumber Daya Manusia

Penanggungjawab

Pelaksanan

d. Waktu

Jadwal Pelaksanaan

Durasi

e. Nama Projek

Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.

BAGAIMANA CARA MEMBESARKAN FAMILY PROJECT ANDA?

Diperlukan 2 hal yang  penting untuk membesarkan Family Project yaitu KONSISTENSI dan KOMUNIKASI

KONSISTENSI

Konsistensi itu sangat bergantung pada hal-hal berikut ini:

a. Apakah family project ini membahagiakan seluruh anggota keluarga? ( Fun)

b. Apakah family project sejalan dengan values yang  diperjuangkan dalam keluarga? ( values)

c. Seberapa unik family project anda dibandingkan family project yang lain? ( uniqueness)

d. Apa alasan kuat dari seluruh anggota keluarga untuk menjalankan family project ini? ( Reason)

KOMUNIKASI

Komunikasi menjadi hal yang utama dalam memperbesar family project kita, karena akan sangat bermanfaat untuk memantau dan membesarkan perjalanan family project dan membangun portofolio keluarga dalam menjalankan family project. Di dalam komunikasi ini diperlukan dua hal yaitu MEDIA dan KONTEN

MEDIA KOMUNIKASI

 

FAMILY FORUM
Family forum adalah forum-forum ngobrol keluarga yang dibangun untuk mengetahui hobi anak-anak, aktivitas harian mereka, tren pengetahuan dan berita yang ada saat ini, kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masalah atau tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh seluruh anggota keluarga.

Family forum ini bentuknya bisa beragam mulai dari ngeteh bersama (tea time), ngopi bersama (coffee break), ngegame bersama (play on), ngemil bersama (snack time) dll.

KONTEN KOMUNIKASI

Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI

Apabila sudah menjalankan projek keluarga yang memiliki durasi lebh dari 1 bulan, maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, . Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.
NO EVALUATION, JUST APRECIATION

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal  yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di Padepokan Margosari, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama MASTER MIND. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:

a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?

b. Apa yang sudah baik?

c. Minggu depan hal baik apa yang akan kita lakukan?

CONTOH FAMILY PROJECT

Nama Projek  : WARNAI DUNIA WARNAMU

Gagasan : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?

Pelaksanaan : Tentukan durasi waktunya, misal  hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal  “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.

Nama Projek :  SUNDAY LIBRARY

Gagasan : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?

Pelaksanaan : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan  yang muncul selama projek berjalan

AMATI, TERLIBAT, TULIS

🍀AMATI

Tentukan aspek-aspek perkembangan anak yang ingin kita amati melalui family project, Misal saat ini kita ingin menguatkan komunikasi produktif , kemandirian dan faktor kecerdasan anak-anak, maka tentukan hal-hal sbb:

Aspek Komunikasi Produktif

Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

Aspek Kemandirian

Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

Aspek Kecerdasan

Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? (IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? (Spiritual Intelligence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang (Adversity Intellegence,AI)

🍀TERLIBAT

Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.

🍀TULIS

Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek, baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari. Alih-alih sebagai kenangan yang sangat indah apabila kita buka kembali beberapa tahun ke depan, konsistensi kita dalam menuliskan setiap family project yang kita lakukan ini juga akan membuahkan portofolio keluarga yang bisa bermanfaat bagi keluarga kita sendiri maupun keluarga yang lain. Selamat memasuki Ramadhan dengan Family Project yang penuh berkah.

Ditulis oleh Septi Peni Wulandani
Disarikan dari materi session my family my team yang dibawakan oleh bapak Dodik Mariyanto di PERAK 2017

Catatan Perak 2017 #1: FAMILY PROJECT