Mengajari Anak Memahami Bacaan

Camilan Rabu ke-4
15 November 2017
Materi #5

Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting. Kita tahu dari ayat yang Allah turunkan pertama kalipun adalah perintah untuk Membaca. Membaca diri, membaca alam yang telah Allah ciptakan, juga membaca teks Alquran kitab yang diturunkan.

Tujuan utama dari membaca ini adalah tentu saja untuk memahami. Pemahaman akan tujuan penciptaan diri, penciptaan alam yang sudah Allah siapkan untuk kita dan pemahaman terhadap teks Alquran sebagai wahyu.

Lalu bagaimana cara kita menstimulus pemahaman membaca anak?

📖 Untuk anak yang masih dibacakan:

🍁 beri intonasi dan gesture yang tepat sesuai bacaan

⭐ajak anak mendeskripsikan kata yang dibaca untuk mencari tahu apakah kata-kata yang kita bacakan dimengerti atau tidak. jika tidak, beri penjelasan dengan menunjukkan gambar atau media lain.

❄Anak yang sering mendengar cerita/bacaan dan diajak eksplorasi alam sekitar dimungkinkan lebih cepat menangkap makna bacaan karena sudah memiliki pesan dan kesan terhadap kata yang dibacakan.

💧beri pertanyaan yang sesuai dengan konteks bacaan dan ceritakan hikmah apa yang bisa kita ambil dari bacaan tersebut.

📖 Untuk anak yang sudah bisa membaca:

🦋 ajari anak untuk menemukan pesan penting dalam teks bacaan

🌹 lakukan tanya jawab dan diskusi mengenai teks bacaan

🌷 kaitkan bacaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari

🌻ajak anak mencari ibroh/pelajaran dari bacaannya

🌾 ajak anak menuliskan kembali point penting dari bacaannya

Salam Ibu Professional,
Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch 2


Sumber:
Pemahaman atas QS Al’Alaq
Ibroh dari pengalaman di rumah terhadap anak



IMG-20171116-WA0012

Advertisements

Membangun Keluarga Literasi

Institut Ibu Profesional
Review Materi Bunda Sayang sesi #5

Selamat untuk anda para bunda di kelas bunda sayang yang sudah berhasil menyelesaikan tantangan game level  5.

Banyak kreasi literasi yang muncul, mulai dari pohon literasi, pesawat literasi, galaksi literasi dll. Semua yang sudah bunda kerjakan di tantangan kali ini sesungguhnya bukan hanya melatih anak-anak dan seluruh anggota keluarga untuk SUKA MEMBACA,  melainkan melatih diri kita sendiri agar mau berubah.

Seperti tagline yang kita gunakan di tantangan level 5 kali ini, yang menyatakan for things to CHANGE, I must CHANGE FIRST.

Sebagaimana yang kita ketahui, tantangan abad 21, tidak cukup hanya membuat anak sekedar bisa membaca, menulis dan berhitung, melainkan kita dan anak-anak dituntut untuk memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat di sekitar kita. Kemampuan inilah yang saat ini sering  disebut literasi ( National Instiute for Literacy, 1998 )

Institut Ibu Profesional akan mendorong munculnya gerakan literasi yang nyata yaitu mulai dari dalam keluarga kita. Apabila seluruh keluarga Ibu Profesional sudah menjalankan gerakan literasi ini maka akan muncul rumah  literasi, muncul kampung literasi, dan insya Allah negara kita dipenuhi masyarakat yang literat. Tidak gampang mempercayai dan menyebarkan berita yang baik tapi belum tentu benar, makin memperkuat struktur berpikir kita, sehingga selalu mengutamakan berpikir terlebih dahulu, sebelum berbicara, menulis dan menyebar berita ke banyak pihak.

KOMPONEN LITERASI

Literasi Dini ( Early literacy)
Kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman anak-anak dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.

Literasi Dasar ( Basic Literacy)
Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengkomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi

Literasi Perpustakaan (Library Literacy)
Kemampuan memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah

Literasi Media (Media Literacy)
Kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

Literasi Teknologi (Technology Literacy)
Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi

Kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet

Literasi Visual (Visual Literacy)
Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat

Keluarga hebat adalah keluarga yang terlibat, maka libatkanlah diri kita dalam gerakan literasi di dalam keluarga terlebih dahulu. Pahami komponen-komponen literasi, dan lakukan perubahan yang paling mungkin kita kerjakan secepatnya.

Pohon literasi janganlah berhenti hanya sampai di tantangan materi kali ini saja. mari kita lanjutkan sehingga gerakan ini akan membawa dampak bagi keluarga dan masyarakat sekitar kita.

Salam Ibu Profesional

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Sumber bacaan :

http://dikdas.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2016/03/Desain-Induk-Gerakan-Literasi-Sekolah1.pdf

Clay dan Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/InfoLit.pdf) , 2001

Beers, dkk, A Principal’s Guide to Literacy Instruction, 2009

National Institute for Literacy, 1998

Game BunSay#5: Hari 10

Kali ini untuk hari yang terakhir, gue akan membahas buku classical kesukaan gue. Buku ini adalah buku classical pertama yang gue baca dan langsung naksir. Gara-gara buku ini gue memutuskan untuk mencoba baca buku classical yang lain. Buku ini gue beli jaman gue lagi sibuk skripsi – yang mana udah sekitar 4 tahun yang lalu – dan setia menemani gue, selain Al Quran tentu aja.

Emang buku apaan sih?

Pride and Prejudice karangan Jane Austen.

Seperti biasa, karena buku ini ditulis tahun 1813 makanya isinya full tata krama dan etiket Inggris abad 19. Walaupun gue juga udah baca buku ini berulang-ulang kadang juga baru nemu atau baru paham maksud dari beberapa etiket yang dilakukan oleh para karakter di buku ini. Misalnya nih ya, kalau misalnya kita mau ngobrol sama orang yang status sosialnya lebih tinggi daripada kita, kita gak boleh ujug-ujug ngedatangin orang itu dan langsung ngajak kenalan. Kalau jaman itu, kelakuan kayak begitu adalah gak sopan. Kita harus nunggu orang itu ngajak kenalan kita atau enggak kalau kita punya temen yang kenal sama kita dan orang itu dan memperkenalkan diri kita ke kalangan atas. Gitulah. Emang rada belibet, orang gue juga baru paham setelah coba baca essay yang berkaitan penjabaran tata krama etiket di abad 19.

Selain itu cerita ini juga agak jujur sih menurut gue. Intrik romens yang dipadu sama keuntungan yang bisa diambil dalam pernikahan, terutama dalam masalah uang. Di sini semua karakternya memang mikirin keuntungan apa aja yang bisa didapatkan dari pernikahan, baik meteri maupun relasi. Jadi bikin gue mikir bahwa abad 19 itu semua pernikahan full pernikahan politik. Yah, walau dalam cerita ini karakternya bisa nikah karena berdasarkan rasa cinta sih.

Gak banyak sih yang bisa gue diskusiin sama suami mengenai buku ini. Palingan mah kalau misalnya suami lagi baca atau nonton yang berhubungan sama etiket tata krama yang sejaman sama Pride and Prejudice ini baru bisa gue jelasin. Kalau enggak sih ya udah, cukup jadi pengetahuan gue aja.

#GamesLevel5

#Hari10

#Tantangan10Hari

#KuliahBundaSayang

#InstitutIbuProfesional

#ForThingToChangeIMustChangeFirst

Manfaat Membaca

Camilan rabu ke-3

8 November 2017

Materi#5
Kalau kita ditanya apa tujuan membaca? Maka kebanyakan kita akan menjawab tujuan membaca adalah untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Atau ada juga yang menjawab untuk melaksanakan perintah pertama dari Allah yaitu Iqra’ yang bertujuan untuk mengenal Allah.mDi samping itu ternyata ada beberapa manfaat dari membaca:

1 . Stimulasi mental

Membaca merupakan kegiatan stimulasi mental yang dapat meremajakan otak. Dengan membaca otak akan aktif dan tidak mudah kehilangan ingatan. Otak membutuhkan latihan agar tetap kuat dan sehat.
2. Mengurangi stress

Membaca dapat membawa kita ke situasi yang di gambarkan oleh penulisnya, dengan membaca artikel yang menarik dan membahagiakan akan mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang membuat kita stress. Untuk itu jika anda ingin rileks cobalah membaca artikel yang menggembirakan dan menginspirasi, karena itu akan memperlambat denyut jantung dan mengurangi ketegangan otot.
3. Memperbaiki memori

Pada saat membaca otak kita akan berlatih untuk mengingat hal-hal penting dalam suatu novel atau artikel yang kita baca. Hal itu akan menempa memori otak  untuk memperkuat yang sudah ada dan membantu ingatan-ingatan jangka pendek.
4. Keterampilan berpikir analitis

Saat  membaca kita dituntut untuk bisa memhami rangkaian peristiwa,runutan dan rincian peristiwa yang dapat membuat otak kita menjadi mampu untuk memproyeksikan kesimpulan dari informasi yang disampaikan penulis. Sehingga hal ini membuat kita harus menerapkan pemikiran yang kritis dan analitis.
5. Meningkatkan konsentrasi

Pada saat kita membaca perhatian akan terfokus pada cerita,sehingga pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Oleh sebab itu orang yang hobi membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus.
6. Meningkatkan kemampuan menulis

Dengan mengamati gaya penulisan, irama dan aliran dari tulisan orang lain yang kita baca akan mempengaruhi tulisan kita sendiri. Semakin banyak kita membaca,semakin kaya  ide dan pengetahuan kita tentang menulis.
7. Mendukung kemampuan berbicara di depan umum

Membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata sehingga mampu meningkatkan  pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
Tim fasilitator bunda sayang#2

📚 Sumber bacaan:

https://www.facebook.com/A.Hayatunnufus/posts/

https://health.detik.com/read/2017/07/28/…/6-manfaat-membaca-bagi-kesehatanlifestyle.kompas.com/read/…/10-manfaat-mengapa-anda-harus-membaca-setiap-haribuku

Bunda Sayang, Ibu Profesional

IMG-20171108-WA0018

Game BunSay#5: Hari 9

Masih dengan bacaan suami gue yang bergenre motivasi diri, kali ini buku yang dibaca sama suami gue adalah:

Dan masih sama kayak buku-buku kemarin, ini juga masih motivasi diri yang membeberkan sama pembaca bahwa pekerjaanmu itu belum tentu passion kamu loh. Lebih baik kamu cari passion kamu yang bisa dijadikan pekerjaan daripada harus menyiksa diri melakukan pekerjaan yang bukan passion kamu.

Inti dari buku ini sebenernya masih sama dengan dua buku motivasi diri yang dibaca sama suami. Secara pengarangnya juga sama jadi isinya juga gak beda-beda jauh. Kata suami yang udah baca sih begitu.

Kalau gue sih jelas, dari penjabaran kemaren buku ini bukan gue banget makanya gue gak mau susah payah membaca buku ini 😛

Lah, terus kenapa dibahas di mari?

Habis bacaan suami yang dia paling demen baca buku ini sih…jadinya mau gak mau gue harus ngulik buku ini kan? Walau ternyata penulisnya sama dan isi bukunya gak beda-beda jauh. Masalah cuma gue bingung juga mau cerita apaan di hari ke 9 ini kalau isi bukunya sama kayak edisi sebelumnya :”)

Terus diskusiin apa aja?

Masih sama aja sih, suami ngebolehin gue untuk melakukan kegiatan yang berfaedah yaitu menulis, membeli dan membaca buku dengan genre yang aneh-aneh.

Udah sih itu doang. Besok kita balik lagi dengan kali ini ngulik buku bacaan gue. Akhirnya, alhamdulillah 😛

#GamesLevel5

#Hari9

#Tantangan10Hari

#KuliahBundaSayang

#InstitutIbuProfesional

#ForThingToChangeIMustChangeFirst

Star Crossed

A/N: Lagi tergila-gila (kembali) dengan Assassin’s Creed. Makanya cerita kali ini bersetting dunia AC. Gak perlu repot-repot nyari siapa karakter utama di cerita kali ini, karena cerita ini murni dari pemikiran saya dan gak ngambil tokoh AC dari Installment manapun. Yah, walau konsep Star Crossed AssassinxTemplar ngambil contoh dari AC Unity. Cerita bersambung… mungkin… tau deh. Sekalian untuk memenuhi challenge Spanish Challenge! dari IOCWP. Silahkan dinikmati.


(Part 1)

Spain, 1589

Seorang sosok bertudung dan berjubah gelap berdiri tenang di atap salah satu sisi istana. Matanya waspada menatap suasana di bawahnya. Misi yang dijalankan kali ini memang tidak begitu sulit, akan tetapi menyelinap masuk ke dalam wilayah musuh juga bukan perkara mudah. Apalagi wilayah milik Templar, musuh bebuyutan kelompok Assassin.

Angin malam bertiup dingin, sesekali bunyi jubah yang dikibas angin terdengar. Tidak masalah, wilayah misi kali ini adalah istana yang dipasang panji-panji dan bendera di sana-sini. Bunyi jubah bisa tersamar.

Sosok itu melompat turun, menyusuri dinding dan akhirnya menyelinap ke sebuh balkon istana. Sedikit berkutat dengan kunci pintu dan tak lama kemudian ia masuk ke dalam. Ia menyusuri lorong istana dengan sangat mudah, seakan hapal seluk beluk istana itu. Tidak butuh waktu lama hingga ia menemukan ruangan yang ia cari.

Matanya yang sudah menyesuaikan diri dalam kegelapan bisa langsung mengenali seluk beluk ruangan. Tanpa membuang waktu ia langsung menghampiri meja tulis yang mewah, mencari apapun yang berguna sebagai informasi. Masih belum puas, sosok itumeraba laci meja yang terkunci. Tidak heran. Sosok itu melakukan sebuah trik pada kunci laci dan voila, laci meja pun terbuka. Ia segera mencari berkas apapun yang berguna.

Ia tidak bisa berlama-lama di ruangan itu. Setelah kira-kira menemukan informasi yang dicarinya, ia mendekati jendela dan membaca kertas itu di sana. Sinar bulan memang tidak terlalu terang, tapi itu lebih aman daripada dengan bodoh menyalakan lilin atau penerangan. Matanya membaca cepat berkas-berkas penting itu dan menghafalnya setelah itu mengembalikan semua berkas itu kembali ke tempatnya. Tak lupa ia menghapus jejak bahwa ia pernah ada di ruangan itu.

Sosok itu menempelkan telinga di pintu, mendengarkan langkah atau apapun yang menandakan keberadaan seseorang. Suasana hening. Setelah meyakinkan dirinya sosok itu keluar dari ruangan dan berlari cepat di antara lorong. Tapi nasib baik tidak berlangsung lama. Saat sosok itu membelok ia malah bertemu dengan dua orang tentara yang sedang berpatroli.

Asesino![1]”

Sosok itu mendecakkan lidah dan berlari menyambut dua tentara yang memergoki dirinya. Ia memukul kedua tentara itu hingga kedunya jatuh pingsan, tak berdaya. Akan tetapi kekacauan sudah terjadi. Teriakan itu memanggil semua tentara yang berpatroli. Ia bisa mendengar suara derap langkah tentara perlahan mendekati dirinya.

Sang assassin berlari dan membelok ke tikungan tikungan yang cukup gelap dan sempit. Untunglah jubahnya segelap malam sehingga para tentara sama sekali tidak memperhatikan dirinya yang bersembunyi d isana dan terus berlari melewati dirinya. Setelah dirasa aman sang assassin berlari kearah yang berlawanan. Akan tetapi sial, ia malah bertemu dengan orang lain.

Bukan pria. Dan juga bukan tentara.

Akan tetapi seorang gadis. Matanya membulat dan napasnya tertahan saat sang assassin tiba-tiba saja berlari ke arahnya.

Maldito![2]” decak sang Assassin.

Tanpa ada pilihan lain sang assassin langsung menindih tubuh sang gadis ke dinding, membekap mulutnya dan menempelkan blade miliknya ke leher sang gadis. Gadis itu sangat terkejut hingga ia menjatuhkan lilin yang ia pegang. Berita baiknya, lilin itu terjatuh dan apinya padam. Berita buruknya, tempat lilin itu jatuh berdentang yang membuat para tentara kembali ke tempat mereka berada.

Sang assassin sedang berpikir keras untuk keluar dari situasi terjepit ini saat ia merasakan gadis tersebut menyentuh lengannya dengan lembut. Sang assassin menatap gadis itu yang menatapnya balik dengan tenang. Ia mengisyaratkan sesuatu dengan jarinya dan menunjuk suatu arah. Sang assassin masih belum paham saat tiba-tiba saja sang gadis menarik lengannya dan berlari ke arah yang tadi ditunjuknya sambil menarik dirinya. Lehernya yang tadi ditempeli blade tergores dan mengeluarkan sedikit darah. Akan tetapi gadis itu tidak peduli dan membawa sang assassin lari.

Mereka tiba ke suatu lorong yang agak sepi dan di sana ada pintu yang agak besar. Tanpa ragu sang gadis langsung masuk ke dalam. Sang assassin tidak tahu apa yang diingankan gadis ini, sebagai tindak waspada saat mereka telah masuk ruangan ia kembali menahan gadis itu dari belakang, membekap mulutnya dan kembali menempelkan bladenya.

“Gadis ini sangat aneh.” Pikir sang assassin. “Ia terlalu tenang. Bahkan anggota senior Templar sekalipun emosinya akan naik bila berhadapan dengan assassin.”

Sang gadis kembali memegang lengan yang menahannya dengan lembut. Tangannya mengisyaratkan agar sang assassin menoleh ke belakang. Saat ia menoleh, ia melihat sebuah jendela yang cukup besar dengan sebuah balkon. Sebuah jalan keluar.

Ia tidak paham dengan gadis ini, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal itu. Prioritas utamanya adalah keluar dari area ini dan melaporkan hasil misinya. Hidung sang assassin menghirup wangi yang lembut dari rambut sang gadis. Matanya menatap luka gores yang ada di lehernya, sedikit merasa bersalah.

Ia memasukkan kembali blade miliknya, akan tetapi tetap bertahan untuk membekap mulut sang gadis. Sang gadis masih berdiri dengan tenang seakan ia tahu bahwa dirinya tidak akan mengalami bahaya apapun. Sang assassin memasukkan tangan ke sakunya dan menarik sebuah saputangan. Dengan lembut ia menempelkan saputangan itu ke luka sang gadis dan meninggalkan sapu tangan itu di sana.

Perlahan bekapan di mulutnya juga terlepas dan sang gadis bisa merasakan sosok itu semakin lama semakin menjauh dari tubuhnya. Saat ia menoleh ke belakang jendela kamarnya telah terbuka lebar, tirainya tertiup angin.

Gadis itu berlari ke arah balkon dan menatap ke bawah, tidak ada siapapun kecuali para tentara yang masih berlari kesana kemari, mencari sosok assassin tersebut. Saat sang gadis menatap ke atas ia juga tidak bisa melihat apapun.

Sang gadis menghela napas kecewa. Ia menatap angkasa untuk terakhir kalinya dan masuk ruangan. Tangannya menggenggam erat saputangan dari assassin tersebut.

“Padahal aku ingin sekali mengobrol dengannya.” Keluh sang gadis kecewa. Kapan lagi kau bisa bertemu dengan assassin dari dekat tanpa saling membunuh. Apalagi kalau kau adalah anggota Templar.

.

.

.

Sang assassin berdiri di atap istana di sisi lain. Matanya menatap tajam saat ia melihat sang gadis kembali masuk ke kamarnya. Ia mengangkat tangannya, mengeluarkan blade miliknya, menatapnya sesaat dan memasukkannya lagi. Ia menggeleng pelan dan berlari menyusuri atap istana.

Saatnya untuk melaporkan hasil misinya.

#To Be Continued


[1] Assassin. Sebenarnya artinya bisa pembunuh. Cuma karena ini pakai setting dunia Assassin’s Creed lebih enak pakai arti Assassin

[2] Sial. Atau ungkapan makian kasar apapun

Game BunSay#5: Hari 8

Kali ini kita bakal ngebahas buku yang dibaca sama suami gue.

Masih enggak berbeda dengan buku seri satu kemarin, buku kali ini fokus untuk memotivasi diri sendiri dan menunjukkan bahwa dirimu itu keren! Dirimu itu beda dengan orang lain!

Yah, tapi yang kayak gue udah bilang juga. Buku ini bukan masuk genre gue makanya gue juga enggak baca. Tapi yang baca suami. Suami bilang sih dia jadi paham kalau masing-masing orang itu beda, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing gegara baca buku ini. Dulu jaman awal nikah karena mertua jago masak suami juga menuntut seenggaknya walau enggak jago-jago amat gue harus bisa masak dengan berbagai macam varian menu. Tapi setelah dia ngeliat gue malah jadi makin stress, dan setelah baca buku ini, akhirnya dia gak pernah lagi nuntut kalau gue harus jago di masalah dapur.Yah, buat masak memenuhi 4 sehat 5 sempurna mah In Shaa Allah gue udah lulus kriteria. Tapi kalau lebih dari itu mah gue juga nyerah.

Lewat buku ini juga dia berusaha memaksimalkan potensi gue, bersih-bersih! 😛 Jadi karena gue rajin bersih-bersih dia juga melepaskan bakatnya untuk ngeberantakin rumah 😛

So far sih kita gak terlalu banyak diskusi mengenai buku ini, karena biasanya kalau diskusi mengenai kelebihan dan kekurangan orang lain ujungnya bakal jatuh ke curhat dan permasalahan tempat kerja. Bukannya gue ngeluh juga dicurhatin sih, tapi diskusi sama curhat itu beda, kan? Ujung-ujungnya buku ini jadi tempat untuk mengutip quote yang oke untuk dipajang di status socmed.

Well, that’s way motivation is not my things.

#GamesLevel5

#Hari8

#Tantangan10Hari

#KuliahBundaSayang

#InstitutIbuProfesional

#ForThingToChangeIMustChangeFirst