What IF Universe – KERAMAT

Tetiba teringat film horor yang diputer saat saya masih tinggal di basecamp FIM HORE. Sebuah film horor yang konon katanya berasal dari handycam yang ditemukan dengan adegan penuh horor di dalamnya dan akhirnya dibuat versi filmnya.

Ah, entahlah. Saya tak mau tahu.

Sebuah film horor yang bercerita mengenai salah satu perempuan dibawa ke kerajaan lelembut dan teman-temannya yang tersisa bertualang untuk menyelematkan cewek yang diculik. Mereka berjalan sejak sore hingga malam hingga pagi besok harinya.

Dengan kata lain, mereka begadang.

OK FIX

Sambil mempertaruhkan nyawa.

Betapa berbaktinya mereka kepada nusa bangsa dan negara.

Durasi filmnya cukup lama,mengingat kami yang nonton harus pause untuk sholat maghrib dan Isya. Bahkan sambil makan nasi kami masih nonton film ini. Film horor bertabur banyak setan dan jin yang terkenal di negara tercinta Indonesia ini. Apalagi dengan kasus klenik yang sebagai orang beriman membuat kami semua banyak mengangkat alis mata.

Tapi diantara semua diskusi mengenai film ini, ada satu topik diskusi yang sangat berfaedah dan tak habis untuk dibahas.

Kenapa semua karakter di film ini gak ada yang berhenti buat sholat? Atau sekedar istirahat, makan dan minum? Minimal pipis.

Sebuah diskusi yang cerdas wahai sahabatku.

Dan jawabannya adalah:

  1. Yang cewek lagi pada haid! Dan yang cowok gak ada yang bawa sarung! Itulah sebabnya mereka gak berhenti buat sholat. Lagian yang ceweknya pada pakai baju seksi jadi gak bisa kayak kami-kami yang pakai baju ketutup dengan jilbab lebar langsung aja dipakai sholat.
  2. Mereka gak bawa makanan dan minuman. Tapi mereka bawa duit, sayangnya di kerajaan lelembut gak ada alfa atau indo…atau minimal warteg. Jadinya mereka gak bisa berhenti istirahat. Padahal ada yang bawa handycam tapi orang kaya mah bebas jadinya semuanya sebebas merpati.
  3. Menurut hukum alam, tak ada yang masuk maka tak ada yang keluar. Karena mereka gak makan dan minum otomatis mereka gak pipis dan lain-lain.

 

Sangat Berfaedah

Tapi baru-baru ini saya jadi kepikiran dengan pengalaman ini. Bagaimana kalau setting dunia KERAMAT ini diubah? Yang akhirnya menjadi sebuah cerita fanfic if universe.

Dimana if nya adalah bahwa semua karakter di film ini adalah insan-insan beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Baiknya kita mulai saja ceritanya.


What if

Alkisah, ada satu perempuan yang kita sebut saja dengan nama mawar. Nah, mawar masih termasuk dalam anggota silsilah kerajaan mana yang masih ada kaitan dengan ratu penguasa utara (utara ya bukan selatan). Mawar adalah seorang muslimah yang rajin beribadah dan beramal soleh. Ia juga sedang berusaha menghafal Alquran dan Hadist Arbain.

Pada suatu hari mawar dan semua rombongan temannya pergi ke daerah asal leluhur kerajaan si mawar. Nah, kebetulan si ratu utara lagi kangen sama mawar yang notabene adalah cucu cucu cicitnya entah ke berapa. Jadinya ia mengerahkan jin-jinnya untuk membawa cucunya ke kerajaannya.

Which is….tidak bisa.

Nah loh. Kenapa?

Yah, karena mawar rajin sholat, rajin puasa, rajin baca Quran dan rajin mendekatkan diri kepada Allah. Jadinya jin-jinnya gak sanggup nangkep si mawar. Keburu kepanasan.

 

 

Dan cerita ini akhirnya ending dengan akhiran yang gantung. Iyalah, secara Jin mana berani sama orang yang deket sama Allah SWT. Kalau kata anime Inuyasha si mawar punya kekkai maha dahsyat hasil karya Allah SWT untuk melindungi dari jin setan dan sepupu-sepupunya.

Dan karena si mawar gak jadi pergi ke negeri lelembut, teman-temannya juga gak perlu begadang buat jemput si mawar. Dan mereka juga gak perlu bertaruh nyawa. Alhasil kita gak tahu seberapa berbaktinya mereka kepada nusa bangsa dan negara.

Dan akhirnya cerita fanfic ini membawa saya kepada sebuah kesimpulan baru. Mungkin para karakter di film itu sengaja gak sholat supaya bisa dibawa ke kerajaan lelembut kali yee???

 

 

Advertisements

The Lord of The Rings

IMG_20180525_134140

Judul Asli: The Lord of The Rings: The Fellowship of The Ring

Pengarang: J.R.R. Tolkien

Alih Bahasa: Gita Yuliani K

Penerbit: Gramedia

Cetakan: Ketiga belas, Agustus 2016

Dimensi Buku: 512 halaman; 23 cm

ISBN: 978-602-03-3226-0


Blurb Buku

Di sebuah desa yang tenang di Shire, seorang hobbit muda bernama Frodo Baggins mendapat warisan cincin bertuah yang menyimpan kekuatan dahsyat. Agar cincin utama itu tidak jatuh ke tangan Sauron yang jahat, Frodo mesti mengadakan perjalanan panjang dan penuh bahaya ke gunung api di Mordor, untuk memusnahkan cincin tersebut. Bersama kedelapan sahabatnya, ia berangkat. Dipimpin oleh Gandalf sang penyihir, kesembilan pembawa cincin itu memulai perjalanan. Tapi Sauron dan anak buahnya tidak tinggal diam.


Review Saya

Awal dulu tahu mengenai trilogi ini cuma dari film. Tapi karena waktu itu seri LOTR ini barengan beken dengan seri Harry Potter, jadilah saya lebih suka dengan Harry Potter. Habis dulu waktu nonton filmnya kayaknya berat banget dan gak paham siapa-siapa aja tokoh di LOTR ini. Tapi satu yang saya tahu, Legolas itu ganteng XD

Dan baru tahun inilah saya mulai tertarik untuk memahami LOTR dengan cara membaca bukunya, dan benar dugaan saya. Kalau belum baca bukunya memang agak susah langsung paham ke filmnya. Apalagi LOTR Universe sangat luas dengan banyak kerajaan terbentang dari Shire, Hobbiton ke Gunung Api Mordor. Wajarlah jaman saya kecil dulu yang mana belum baca bukunya bakal pusing mengenai alur ceritanya.

Karena seri ini adalah seri perjalanan maha panjang yang menempuh beratus-ratus mil dengan jarak league demi league makanya di bukunya dilampirkan peta Middle-Earth agar kita bisa memahami betapa jauhnya perjalanan ini.

IMG_20180525_134242
Salah satu peta daerah Middle-Earth LOTR

Dan setelah dewasa ini baru saya juga memahami LOTR ini hampir mirip dengan seri Narnia. Dalam cerita ini ada analogi ataupun terinspirasi dari Bible. Seperti misalnya karakter Galadriel yang terinspirasi dari Bunda Maria. Yah, karena saya bukan pakar teologi jadi lebih baik yang ini saya skip saja.

Buku ini sebenarnya bercerita mengenai awal mula perjalanan Frodo untuk menghancurkan cincin pusaka ini ke gunung api yang ada di Mordor. Di buku ini juga diceritakan awal mula terbentuknya fellowship of the ring.

Nah, kenapa juga Frodo yang notabene cuma seorang hobbit yang diserahin tugas ini?

Itu karena yang paling bijak sekalipun semacam Elf maupun wizard macam Gandalf terlalu takut dengan kekuatan cincin itu. Selain memberikan kekuatan, cincin ini juga menarik hasrat pemakainya kepada kekuatan dan kekuasaan.

Di buku ini selain menceritakan kawanan sembilan yang melakukan petualangan, penjabaran perjalanan Frodo dan kawan-kawan dalam melintasi daratan kerajaan sangat luar biasa. Membuat saya berpikir apakah Bapak Tolkien bikin peta dulu baru ditulis ceritanya?

Kalau mau dibandingkan dengan buku The Hobbit pembahasan buku seri ini lebih serius dibanding buku Hobbit. Karena buku ini sasarannya adalah pembaca dewasa, sedangkan Hobbit memang sasaran untuk anak-anak.

Kalau di buku Hobbit masih diceritakan kelucuan Bilbo Baggins dan kawan-kawan kurcacinya, di buku ini semuanya bersifat serius. Hal ini dikarenakan situasi dunia dalam buku ini penuh dengan bahaya dan peperangan. Kalaupun ada yang bersifat tenang itu juga hanya sedikit, hanya sebagai tempat persinggahan perjalanan mereka.

Seri buku ini diakhiri dengan berpisahnya Frodo dan Sam dengan kawanan pembawa cincin yang lain. Karena Frodo sudah memahami betapa berbahayanya perjalanan mereka dan berbahayanya kekuatan cincin yang dibawa olehnya.

Setting akhir kisah buku ini berada di daerah Air Terjun Rauros. Frodo dan Sam berjalan ke arah timur ke daerah Emyn Muil menuju Mordor. Sementara Aragorn, Legolas dan Gimli berjalan ke arah barat menuju kerajaan Rohan.

Dan belum! Boromir belum mati di buku satu ini. Meskipun Gandalf sudah jatuh di tambang Moria.

The Hobbit

Image result for buku the hobbit

Judul Asli: The Hobbit atau Pergi Dan Kembali

Pengarang: J.R.R. Tolkien

Alih Bahasa: A. Adiwiyoto

Penerbit: Gramedia

Cetakan: Ketiga, Mei 2002

Dimensi Buku: 352 halaman; 23 cm

ISBN: 979 686 767 2


Blurb Buku

Gara-gara Gandalf, Bilbo jadi terlibat petualangan menegangkan. Tiga belas kurcaci mendatangi rumahnya dengan mendadak, karena mengira ia seorang pencuri berpengalaman, seperti kata Gandalf. Terpaksa ia bergabung dalam petualangan mereka: mengadakan perjalanan panjang dan berbahaya untuk mencari Smaug, naga jahat yang telah merampas harta kaum kurcaci di masa lampau.

Dalam perjalanan, rombongannya dihadang pasukan goblin. Saat melarikan diri dari kejaran mereka, Bilbo tersesat ke gua Gollum dan menemukan cincin yang bisa membuatnya tidak kelihatan. Cincin ini sangat membantunya ketika menghadapi Smaug, juga dalam perang besar yang berkobar kemudian, antara kelompok Peri, Manusia, dan Kurcaci melawan pasukan goblin dan Warg.


Komentar Saya

Padahal yang namanya LOTR sama Hobbit dan seri Tolkien yang lain sudah booming samaan dengan jaman Harry Potter, tapi waktu bocah dulu saya masih belum ngerti dan lebih kepincut sama Harry Potter dibandingkan buku ini.

Nah, di tahun inilah – which is umur saya udah 28 tahun – barulah merasa tertarik dan pingin tahu gimana sih sebenarnya cerita buku ini. Berawal dari nonton film The Hobbit – gak usah cerita mengenai LOTR ya, padahal awalnya semua dari situ tapi nanti saya ceritain pas lagi bahas buku LOTR. Suami bawa film-film baru dan diantaranya adalah dua seri dari tiga film Hobbit. Karena penasaran banget bagaimana nasib ending film itu – dan gak tahu juga kapan bisa dapet film Hobbit Battle of Five Armies – akhirnya saya beli aja bukunya.

Yang mana saya juga sudah tahu, Buku itu beda dengan film!

Dan, ternyata beda banget sama filmnya. Gak nyesel juga sih belinya. Saya pribadi lebih asyik baca bukunya sih, lebih masuk akal, walau ini juga genre fantasy. Maksud saya masuk akal adalah karakter yang di buku lebih asyik aja dan kita lebih bisa ngikutin dibanding yang di film yang lebih dramatis dan bertabur action yang menurut saya sebenarnya gak perlu dilebay-lebay kan.

Dalam buku ini karakter Bilbo Baggins dijelaskan juga walaupun dia suka bertualang kadang dia juga suka nyesel dan berandai-andai, andai aja dia gak ikut petulangan ini. Yang menurut saya wajar. Wong biasa selalu hidup santai dan tahu-tahu bertualang sampai susah istirahat dan terlambat makan malam wajar karakter Bilbo Baggins ini suka berandai dia gak ikutan petualangan.

Tapi meski dia suka berandai gak ikut petualangan, Bilbo ini cukup cerdik sehingga sering mengeluarkan para tim petualang dari kesulitan yang tidak diduga. Saya pribadi malahan senang saat bagian Bilbo bermain teka teki dengan Gollum supaya dia tidak dimakan. Lumayan menambah khazanah teka teki.

Dan yang paling bikin saya gregetan adalah kaum kurcaci. Adaaaaaaa aja yang dikeluhin ke mereka mengenai Bilbo. Padahal mah lebih dari sekali Bilbo mengeluarkan mereka semua dari situasi yang tidak menyenangkan tapi emang dasar perhitungan, kadang ada aja yang mereka keluhin mengenai Bilbo dan petualangan yang mereka alamin.

Sampai saya suka gemes, lah yang bikin petualangan kan kalian! Kenapa pada ngeluh dan gak mau susah sih? Kalau gak mau susah mah gak usah bikin petualangan! Dan jangan nyuruh Bilbo mulu untuk tugas yang gak enak!

KESEL!

Overall, ini buku yang bagus sih. Kalau kata saya cocok buat cerita anak-anak. Maksudnya ceritanya gak terlalu berat gitu dan fantasi banget. Wkwkwk kalau fantasi mah kesenangan saya.

Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan peta perjalanan Bilbo dkk menuju Gunung Sunyi. Di halaman depan juga ada huruf rune yang saya juga gak tahu bacanya XD jadinya saya bisa lah ngebayangin bagaimana jauhnya perjalanan Bilbo dkk dan membayangkan bahasa yang mereka gunakan, walau saya juga gak paham artinya 😛

Tantangan#10 BunSay: Hari 17

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Related image

Nabi Ibrahim as memiliki seorang anak, namanya adalah Nabi Ismail as. Pada suatu hari, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk meninggalkan Hajar dan Nabi Ismail di padang pasir yang panas dan tandus. Tidak ada siapapun di sana dan tidak ada air ataupun makanan.

Siti Hajar berkata kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Nabi Ibrahim, apakah engkau meninggalkan kami di sini karena perintah Allah SWT?”

Nabi Ibrahim menjawab iya.

Lalu apa kata Siti Hajar?

“Kalau memang ini perintah Allah SWT kami In Shaa Allah akan bersabar.”

Nabi Ibrahim sebenarnya sangat sedih harus meninggalkan mereka di tempat yang panas dan sepi seperti ini. Tapi karena ini adalah perintah Allah SWT maka Nabi Ibrahim cuma bisa bersabar.

Nah, setelah Nabi Ibrahim pergi, Siti Hajar dan Nabi Ismail kehausan, tapi bekal air minumnya sudah sedikit. Karena Nabi Ismail menangis terus karena kehausan, akhirnya Siti Hajar berusaha mencari air.

Siti Hajar lari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwa, tapi tidak menemukan air. Lalu Siti Hajar berlari kecil lagi dari bukit Marwa ke bukit Safa, tapi masih belum ada air. Siti Hajar terus bolak-balik seperti itu hingga tujuh kali. Nah, kalau kita pergi haji atau umroh, kita juga akan melakukan sai: yaitu lari kecil dari Safa ke Marwa seperti Siti Hajar.

Selama Siti Hajar lari-lari keci, Nabi Ismail menangis karena kehausan. Siti Hajar merasa sedih dan langsung memeluk Nabi Ismail supaya tidak menangis lagi. Tapi Nabi Ismail masih kehausan, karena itu Nabi Ismail menghentakkan kakinya.

Subhanallah.

Dari bekas kakinya Nabi Ismail tiba-tiba keluar sebuah mata air yang dinamakan Zamzam. Nah, sejak ada mata air Zamzam daerah tempat tinggal Siti Hajar dan Nabi Ismail tidak tandus lagi. Orang-orang juga banyak yang tinggal di dekat mata air itu.

Kalau kita pergi haji atau umroh In Shaa Allah kita bisa minum air Zamzam yang segar rasanya.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan#10 BunSay: Hari 16

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Related image

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang nabi bernama Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim ini adalah nabi yang taat kepada Allah SWT. Tapi sayangnya, Nabi Ibrahim tinggal di sebuah negeri yang menyembah berhala. Nama raja di negeri Nabi Ibrahim adalah Raja Namrud, dia adalah penyembah berhala. Bahkan ayahnya Nabi Ibrahim adalah tukang yang membuat berhala.

Pada saat ayahnya Nabi Ibrahim sedang membuat berhala, Nabi Ibrahim bertanya kepada ayahnya.

“Ayah, kenapa kau membuat patung berhala yang tidak bisa mendengar dan mengabulkan doa kita?”

Ayahnya Nabi Ibrahim marah karena Nabi Ibrahim bertanya seperti itu. Apa kata ayahnya Nabi Ibrahim?

“Ayo pergi dari sini atau nanti aku hukum kamu!”

Nabi Ibrahim sedih karena ayahnya menyembah berhala. Akhirnya Nabi Ibrahim pergi ke suatu ruangan yang besar dimana banyak berhala yang disimpan di sana. Lalu Nabi Ibrahim mendatangi berhala yang paling besar di ruangan itu.

“Hei, coba kabulkan doa orang-orang yang berdoa sama kamu!” kata Nabi Ibrahim ke berhala yang paling besar.

Lalu apa yang terjadi?

Tidak ada. Berhala-berhala itu diam saja.

Lalu Nabi Ibrahim yang sedang membawa kapak menghancurkan berhala-berhala lain yang lebih kecil. Setelah selesai dihancurkan Nabi Ibrahim bertanya ke berhala yang paling besar, “Kok kamu diam saja melihat saya menghancurkan teman-teman kamu? Kamu gak mau menolong temanmu?”

Lalu bagaimana berhala besar itu?

Dia diam saja karena berhala memang tidak bisa melakukan apa-apa.

Akhirnya oleh Nabi Ibrahim ditaruhlah kapak besar itu di leher berhala yang paling besar. Setelah itu Nabi Ibrahim pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, Raja Namrud marah! Ia melihat semua berhala sudah rusak kecuali berhala yang paling besar. Saking marahnya, Raja Namrud menyuruh orang untuk memanggil Nabi Ibrahim supaya dihukum.

“Hai Ibrahim, kau yang menghancurkan berhala-berhala ini ya?” kata Raja Namrud.

Lalu apa kata Nabi Ibrahim?

“Kan di leher berhala besar ada kapak. Tanya saja dia! Siapa tahu dia yang menghancurkan semua berhala itu.”

Raja Namrud beserta rakyatnya berpikir dulu, “Hei Ibrahim, patung berhala kan tidak bisa bicara. Mana bisa dia bilang siapa pelakunya?”

“Nah, kalau kalian tahu berhala tidak bisa bicara lalu kenapa kalian menyembah patung berhala yang tidak bisa bicara?”

Raja Namrud dan pengikutnya marah besar. Akhirnya Raja Namrud memerintahkan supaya Nabi Ibrahim dibakar.

Nabi Ibrahim diikat di tiang lalu disekelilingnya ditumpuk kayu bakar. Lalu akhirnya kayu-kayu itu dibakar. Tapi atas izin Allah SWT, Nabi Ibrahim tidak merasa kepanasan dan apinya tidak membakar Nabi Ibrahim as.

Raja Namrud dan rakyatnya melihat itu dan membebaskan Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim akhirnya bebas dan terus mengajak umatnya supaya kembali menyembah Allah SWT.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan#10 BunSay: Hari 15

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Image result for cerita anak islami Nabi Nuh

Pada zaman dahulu setelah Nabi Adam lama wafat, manusia mulai lupa untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebagai gantinya mereka menyembah berhala.

Berhala itu tidak bisa makan, tidak bisa minum dan tidak bisa mendengar doa. Kalau mendengarkan doa saja mereka tidak bisa, apalagi mengabulkan doa-doa kita, iya kan?

Tapi pada waktu itu manusia sibuk menyembah berhala.

Allah SWT sangat sayang kepada manusia. Akhirnya oleh Allah SWT, diutuslah Nabi Nuh. Untuk apa? Untuk kembali taat dan beribadah menyembah Allah SWT.

Tapi apa jawaban umatnya Nabi Nuh as?

Mereka tidak mau meyembah Allah SWT dan lebih memilih menyembah berhala.

Kasihan Nabi Nuh as. Tapi Nabi Nuh tetap bersabar. Beliau tetap mengajak kaumnya untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Tapi kaumnya Nabi Nuh bandel. Setiap Nabi Nuh berusaha mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT, mereka menutup telinga mereka dengan tangan , mengejek Nabi Nuh as. Setelah Nabi Nuh selesai bicara baru mereka menurunkan tangan mereka.

Tapi apa Nabi Nuh marah?

Tidak. Nabi Nuh as terus bersabar dan berdoa kepada Allah SWT, “Ya Allah, semoga kaumku mau kembali untuk beribadah kepada-MU ya Allah.”

Nabi Nuh lamaaaaaa sekali bersabar, tapi cuma sedikit sekali kaumnya yang mau beribadah kepada Allah SWT.

Nabi Nuh sangat sedih sekali sehingga mengadu kepada Allah SWT. “Ya Allah, kaumku tidak mau kembali beribadah kepadaMU.” doa Nabi Nuh.

Terus bagaimana?

Allah memberi wahyu kepada Nabi Nuh, “Wahai Nabi Nuh, buatlah sebuah kapal seperti yang kuajarkan kepadamu. Nanti di dalam kapal itu, naikkanlah orang-orang yang beriman dan binatang sepasang.”

Nabi Nuh adalah orang yang taat kepada Allah SWT. Dengan sabar Nabi Nuh dan pengikutnya yang sedikit itu membuat kapal di tengah gunung.

Apa kata kaumnya Nabi Nuh yang kafir?

Mereka tertawa. Iyalah, bikin kapal kok di gunung. Salah alamat, kata mereka. Tapi Nabi Nuh dan pengikutnya sabar. Mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah SWT.

Akhirnya kapalnya jadi juga. Orang-orang muslim naik ke kapal itu bersama hewan-hewan yang jantan dan betina. Setelah semua orang muslim dan hewan masuk, oleh Allah SWT turun hujan yang deras sekali. Bukan cuma hujan, dari tanah juga menyembur air yang deras sekali. Air dimana-dimana sehingga kampungnya orang kafir kebanjiran.

Banjirnya dalam sekali, sampai-sampai semua orang kafir tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam. Sementara orang-orang muslim merasa aman, karena mereka naik kapal yang besar sekali dan dilindungi oleh Allah SWT.

Tiba-tiba oleh Nabi Nuh terlihat anaknya yang kafir. Nabi Nuh berterika ke anaknya, “Ayo anakku! Berimanlah kepada Allah dan naiklah kapal ini!”

Tapi apa kata anaknya Nabi Nuh?

“Aku tidak mau! Aku mau berenang ke gunung saja! Di sana pasti aman!”

Tapi, kalau Allah SWT sudah berkehendak, mau kabur kemanapun azab Allah SWT pasti akan kena ke orang kafir. Begitu juga anaknya Nabi Nuh yang kafir. Dia tidak bisa berenang ke gunung karena ada ombak yang besar sekali sehingga akhirnya tenggelam.

Nabi Nuh sangat sedih, tapi Nabi Nuh bisa apa. Anaknya orang kafir jadi Nabi Nuh cuma bisa sabar.

Nah, setelah semua orang kafir mati tenggelam. Oleh Allah SWT, hujan deras akhirnya berhenti dan air banjir yang deras akhirnya surut. Kapal akhirnya berhenti dan semua orang muslim dan hewan-hewan turun dari kapal.

Nabi Nuh as dan semua orang muslim bersujud kepada Allah SWT. Bersyukur karena mereka dilindungi oleh Allah SWT dari azab.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan#10 BunSay: Hari 14

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Related image

Pada zaman dahulu, Allah SWT berkata kepada malaikat “Aku akan menciptakan khalifah di muka bumi ini.”

Lalu malaikat berkata, “Tapi mereka kan selalu berbuat jahat dan berbuat kerusakan. Padahal kami selalu menyembahmu, Ya Allah.”

Tapi apa yang Allah SWT bilang? Allah SWT berkata, “Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Nah, Allah SWT menciptakan seorang mahkluk yang terbuat dari tanah liat. Allah SWT menamakannya Adam.

Allah SWT berkata kepada mailaikat, “Coba kau sebutkan nama-nama benda itu.” Tapi malaikat tidak bisa, karena Allah tidak mengajarkan hal itu kepada malaikat.

Allah SWT menyuruh Nabi Adam menyebutkan nama-nama benda itu dan Nabi Adam as bisa menyebutkannya. Kenapa? Karena Allah SWT telah mengajarkan semua nama benda itu kepada Nabi Adam as.

Allah SWT menyuruh semua malaikat tunduk kepada Nabi Adam as. Semua malaikat tunduk kepada Nabi Adam kecuali Iblis.

Allah SWT bertanya kepada Iblis, “Kenapa kamu tidak mau sujud kepada Adam?”

Iblis sombong, dia tidak mau sujud kepada Nabi Adam. Karena Nabi Adam diciptakan dari tanah, sementara iblis diciptakan dari Api. Kata iblis Api lebih hebat dibandingkan tanah.

Allah SWT marah kepada iblis karena iblis sombong, Akhirnya oleh Allah SWT, iblis diusir dari surga.

Selain Nabi Adam, Allah SWT juga menciptakan Siti Hawa sebagai temannya Nabi Adam. Allah SWT menyuruh Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga. Mereka boleh makan apa saja yang mereka mau, kecuali satu, mereka tidak boleh mendekati satu pohon.

Nah, Iblis merasa iri dengan Nabi Adam dan Siti Hawa, karena itu iblis membujuk Nabi Adam dan Siti Hawa untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah SWT dan memakan buahnya.

Nabi Adam dan Siti Hawa tergoda karena bisikan iblis, akhirnya dimakanlah buah dari pohon yang dilarang. Setelah Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah itu, lalu apa yang terjadi? Aurat mereka terbuka! Nabi Adam dan Siti Hawa terpaksa menutupi aurat mereka dengan daun-daun surga.

Lalu Allah SWT menegur, “Bukannya Akusudah bilang jangan mendekati pohon terlarang ini?”

Karena Nabi Adam dan Siti Hawa sudah melanggar perintah Allah SWT, maka oleh Allah SWT Nabi Adam dan Siti Hawa diperintahkan untuk turun ke Bumi.

Sejak saat itulah manusia tinggal di bumi. Dan sejak saat itu pula Iblis dan setan menjadi musuh manusia.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination