Status

Akhirnya setelah sekian lama (kalau gak salah sejak awal Ramadhan 2015) gak turun hujan, akhirnya Tangerang hujan deras juga. Sekitar 1 jam hujan deras. Mulai dari 17.45 – 18.15 WIB.

Subhanallah! Amazing banget, Kembali merasakan hujan. Semoga yang berikutnya hujan segera turun kembali. Amin.

Pindah Berkas 03 – Enggak Elit (Banget Banget)

Studi Kasus:

Senja yang indah. Tampak sepasang muda-mudi melangkah beriringan dengan pelan. Seragam sekolah ternama terlihat dari jas yang mereka gunakan. Sesekali tangan sang gadis bermain-main, memindahkan tas sekolahnya dari tangan kiri ke kanan atau sebaliknya.

Degup jantung semakin kencang, memainkan irama yang tak beraturan.

A (cowok): “Hei B, ada yang mau kukatakan padamu,”

B (cewek) menghentikan langkahnya dan memandang dengan bingung temannya itu. “Apa yang mau kau katakan?” ujarnya dengan senyum yang lembut.

“Sebenarnya….. aku….,”

B masih menunggu, kepalanya dimiringkan sedikit sehingga terlihat begitu manis, apalagi ditambah dengan semburat senja yang jatuh ke wajahnya yang memang cantik.

“Aku…,”

B masih setia menunggu.

“Aku menyukaimu sejak dulu,” ujarnya dengan lantang.

B terkesiap, terdiam karena kaget. Tak menyangka.

“Karena itu…. maukah kau jadi pacarku?” pinta A dengan berani.

B masih terdiam, matanya jatuh memandang tanah sebelum akhirnya kembali memandang A dan tersenyum lembut.

“Terima kasih atas pengakuanmu,” ujar B dengan lambat-lambat.

A memandang B dengan penuh harap. Semoga cintanya juga bersambut dengan sang gadis.

“Tapi…,” Satu kata itu membuat hati A mencelos.

Lebih baik kau ngaca dulu deh,

Dan efek halilintar terus merajalela.

*Berakhir dengan penuh derita. Duh, kalau beneran ada yang ditolak kayak begitu ngenes banget ya. Cerita ini terinspirasi dari anime apa gitu~ belum nonton, tapi ada adegan kayak begitu. Kejam sekali~ hahaha

Pindah Berkas 02 – tentulah DIA akan menertawakanku

Hari ini langit begitu biru,

setelah sebelumnya ternaungi langit kelabu.

Hari ini awan putih berarak tinggi,

setelah sebelumnya awan kelabu menggantung diri.

Jika aku katakan,

betapa aku mencintai langit biru ini,

tentulah DIA akan menertawakan diriku,

dan mengatakan bahwa surga lebih indah dibanding semua itu.

Tapi jika aku mengatakan,

bahwa aku mencintai langit biru ini karena diri NYA,

Insya Allah

IA tidak akan marah, kan?

Bogor – 04 Juni 2013 (15:02 WIB)

Pindah Berkas 01 – Fatal Frame: Mystery of Haunted House? (Yeah, Right!)

Adalah 2 orang kakak beradik perempuan yang sedang menunggu antrian di tenda wahana rumah sakit hantu. Mereka memperhatikan saat 1 per 1 kelompok beranggotakan 6 orang digiring ke pintu masuk wahana. Saat tibanya giliran mereka, penjaga pintu gerbang bertanya dengan keheranan,

“Cuman berdua?” tanyanya bingung.

“Iya.” jawab sang kakak.

“Cuman berdua?” ulang si penjaga pintu bagai tidak mendengar jawaban sang kakak.

“Emang kenapa?” tanya si adik.

Si penjaga pintu buru-buru mendorong mereka agar bergabung dengan kelompok didepan mereka. Kedua bersaudara itu dan 6 orang didepan mereka yang tidak mereka kenal dibariskan menjadi 2, 4 di kanan 4 di kiri dan kedua bersaudara itu ditempatkan dideret paling belakang. Si penjaga gerbang kemudian membukakan pintu masuk dan masuklah mereka kerumah hantu yang gelap tersebut.

Baru saja kedua bersaudara itu melewati pintu masuk, mereka sudah tertahan oleh orang-orang dideret depan yang berteriak dan tidak mau berjalan. Setelah mencari tahu penyebabnya, sang kakak segera mengangkat tangannya dan berseru, “FATAL FRAME SHOT!” kearah dua bayangan gelap di atas kursi roda. Si adik yang tak mau kalah dari kakaknya, segera mengangkat dan membentuk kamera dengan jempol dan jari telunjuk kedua tangannya dan berseru, “FATAL FRAME SHOT! SHUTTERCHANCE SHOT! COMBO SHOT! SPECIAL SHOT! ZERO SHOT! JUST KILL! 4000 POINTS!” si bayangan hanya duduk tak bergerak.

Kedua bersaudara dan gerombolan kemudian digiring masuk ke ruang lain. Tidak ada apa-apa diruangan ini kecuali seekor hantu suster yang membawa suntikan besar, cukup besar untuk dia genggam. Suster itu mengayunkan suntikannya seperti mau membacok para pengunjung dan medekati rombongan yang langsung berteriak histeris saat dia menjulurkan tangannya ke arah pengunjung dari kejauhan. Saat akhirnya ia mendekati deret rombongan paling belakang, yang tak lain tak bukan adalah si kakak beradik, ia mendekati mereka lebih dekat dari pada ia mendekati yang lain dari rombongan hingga jarak antara wajah si adik dan si hantu hanya sekitar 1 jengkal. Si adik nyengir. Si kakak yang memperhatikan, tidak mau kalah, ia pun mendekati wajah si hantu suster sama dekat dengan adiknya lalu berbicara pelan namun jelas, “Mbak, tadi ke toilet ya?”

Flashback:

Si kedua bersaudara sedang mengantri di deret paling depan antrian rumah hantu. Mereka sedang menunggu sampai jam istirahat rumah hantu selesai ketika tiba-tiba pintu masuk terbuka dari dalam dan 3 ekor hantu suster keluar dari dalam rumah hantu menuju toilet di foodcourt terdekat, mereka, tentu saja, pergi dengan diiringi sorakan dari para pengunjung yang sedang antri.

Tak lama kemudian, pintu masuk kembali terbuka dan pocong keluar meloncat-loncat ke arah antrian bersama seekor hantu pasien laki-laki yang merekam/memfoto kejadian tersebut dengan kamera hape-nya. Selesai membuat onar, si pocong berjalan masuk kembali kedalam rumah hantu bersama teman pasiennya.

End of flashback.

Si hantu suster, mendengar pertanyaan sang kakak, tidak merespon dan justru mengekori kedua bersaudara tersebut sampai mereka dan rombongannya sampai di ruang selanjutnya yang tampaknya ruang mayat. Disini mereka bertemu dengan si pocong yang meloncat-loncat bergairah karena teriakan ketakutan anggota rombongan lain. Lain hal dengan si adik yang lagi-lagi meneriakkan berbagai macam shot dari game hantu PS2 favorit-nya, Fatal Frame, sementara si kakak terus berjalan dengan kalem. Di ruang selanjutnya, kakak beradik dan rombongannya dihadang oleh hantu suster lain, hantu dokter, dan kepala yang melayang. Si adik yang girang bukan main(maklum, sejak kecil dia belum pernah kerumah hantu dan memang ngebet pingin kesana) malah bergerak-gerak tidak jelas seperti orang gila sambil mengeluarkan suara yang mirip dengan si hantu suster, sementara si kakak hanya bisa menegur adiknya yang bukannya jadi tenang, justru berteriak “Sakuya Haibara-nya mana?”(Final Boss hantu di Fatal Frame 4). Diruang terakhir, kelompok dipertemukan dengan bayangan berjubah hitam (Grim the Reaper?) dan sisa-sisa hantu lain. Tanpa sadar bahwa mereka sudah ditinggal lari anggota kelompok lain ke pintu keluar wahana, si adik terus saja meneriakkan berbagai macam shot dan mengarahkannya ke hantu-hantu. Saat mereka akhirnya melangkah keluar wahana, si adik berseru “Total 10000 points!”

Dan yah…berakhirlah petualangan dua bersaudara itu dalam rumah hantu. Kesimpulan kasusnya? Gak ada kesimpulan apa-apa kecuali kedua kakak beradik itu adalah otaku game Fatal Frame.

*Cerita ini adalah nyata dan tanpa perubahan yang dialami oleh aku dan adikku.

Pindah Berkas

Kalau pembaca lihat judulnya pasti berkerutlah kening anda. Yah, ada kata Pindah Berkas, apakah maksudnya itu?

Alkisah, sebenarnya saya sudah punya web dengan basis wordpress. Dan disanalah saya memajang hasil tulisan baik dengan ide yang jelas maupun hanya catatan ababil, maklum waktu itu saya masih mahasiswa ababil penderita Chuunibyou walaupun sindrom ini sudah tidak terlalu parah lagi karena sudah sadar usia. Dan sebelum saya punya blog, semua catatan ababil itu saya tuliskan dalam facebook. Makin lama, saya makin males buka facebook. Walhasil saya jadi lebih rajin nulis di blog.

Dan mungkin karena karma, saya lebih suka nulis blog dibanding nulis skripsi tercinta, akhirnya blog saya menghilang entah kemana. Hilang. Lenyap. Persis ditelan bumi! Udah dicari kemana-mana gak nemu sama sekali. Wow? Fantastis! Ada apakah? Kemanakah?

Satu tahun berjuang mencari, gak nemu juga. Ya sudahlah, mungkin karma akhirnya saya selesaikan saja menulis skripsi tercintah!

Nangis bombay? Enggak sih, biasa aja keles! Saya udah nulis banyak disana, tetapi entah bagaimana menghilang. Setelah selesai nulis skripsi saya vakum, lebih suka nulis fanfic.

Tapi belakangan gejolak untuk nulis blog mulai muncul lagi. Akhirnya bermodal wifi dari B*lt saya bikinlah blog baru. Tadaaa! Apa yang anda buka adalah blog baru saya.

Dan, karena sepi banget akhirnya saya putuskan, mari ramaikan blog ini dengan hasil tulisan saya yang lama. Berkas di facebook pindahkan saja kesini, dengan begitu blog saya gak keliatan terlalu menyedihkan karena gak ada tulisan sama sekali.

Untuk dimasa depan, Pindah Berkas ini akan jadi pertanda bahwa berkas tersebut adalah hasil tulisan facebook yang saya pindahin. Tapi, gak bakal semua tulisan facebook bakal saya pindah kesini. Setelah dibaca berulang, ternyata saya dulu memang ababil banget! Jadi malu sendiri.