Pindah Berkas 01 – Fatal Frame: Mystery of Haunted House? (Yeah, Right!)

Adalah 2 orang kakak beradik perempuan yang sedang menunggu antrian di tenda wahana rumah sakit hantu. Mereka memperhatikan saat 1 per 1 kelompok beranggotakan 6 orang digiring ke pintu masuk wahana. Saat tibanya giliran mereka, penjaga pintu gerbang bertanya dengan keheranan,

“Cuman berdua?” tanyanya bingung.

“Iya.” jawab sang kakak.

“Cuman berdua?” ulang si penjaga pintu bagai tidak mendengar jawaban sang kakak.

“Emang kenapa?” tanya si adik.

Si penjaga pintu buru-buru mendorong mereka agar bergabung dengan kelompok didepan mereka. Kedua bersaudara itu dan 6 orang didepan mereka yang tidak mereka kenal dibariskan menjadi 2, 4 di kanan 4 di kiri dan kedua bersaudara itu ditempatkan dideret paling belakang. Si penjaga gerbang kemudian membukakan pintu masuk dan masuklah mereka kerumah hantu yang gelap tersebut.

Baru saja kedua bersaudara itu melewati pintu masuk, mereka sudah tertahan oleh orang-orang dideret depan yang berteriak dan tidak mau berjalan. Setelah mencari tahu penyebabnya, sang kakak segera mengangkat tangannya dan berseru, “FATAL FRAME SHOT!” kearah dua bayangan gelap di atas kursi roda. Si adik yang tak mau kalah dari kakaknya, segera mengangkat dan membentuk kamera dengan jempol dan jari telunjuk kedua tangannya dan berseru, “FATAL FRAME SHOT! SHUTTERCHANCE SHOT! COMBO SHOT! SPECIAL SHOT! ZERO SHOT! JUST KILL! 4000 POINTS!” si bayangan hanya duduk tak bergerak.

Kedua bersaudara dan gerombolan kemudian digiring masuk ke ruang lain. Tidak ada apa-apa diruangan ini kecuali seekor hantu suster yang membawa suntikan besar, cukup besar untuk dia genggam. Suster itu mengayunkan suntikannya seperti mau membacok para pengunjung dan medekati rombongan yang langsung berteriak histeris saat dia menjulurkan tangannya ke arah pengunjung dari kejauhan. Saat akhirnya ia mendekati deret rombongan paling belakang, yang tak lain tak bukan adalah si kakak beradik, ia mendekati mereka lebih dekat dari pada ia mendekati yang lain dari rombongan hingga jarak antara wajah si adik dan si hantu hanya sekitar 1 jengkal. Si adik nyengir. Si kakak yang memperhatikan, tidak mau kalah, ia pun mendekati wajah si hantu suster sama dekat dengan adiknya lalu berbicara pelan namun jelas, “Mbak, tadi ke toilet ya?”

Flashback:

Si kedua bersaudara sedang mengantri di deret paling depan antrian rumah hantu. Mereka sedang menunggu sampai jam istirahat rumah hantu selesai ketika tiba-tiba pintu masuk terbuka dari dalam dan 3 ekor hantu suster keluar dari dalam rumah hantu menuju toilet di foodcourt terdekat, mereka, tentu saja, pergi dengan diiringi sorakan dari para pengunjung yang sedang antri.

Tak lama kemudian, pintu masuk kembali terbuka dan pocong keluar meloncat-loncat ke arah antrian bersama seekor hantu pasien laki-laki yang merekam/memfoto kejadian tersebut dengan kamera hape-nya. Selesai membuat onar, si pocong berjalan masuk kembali kedalam rumah hantu bersama teman pasiennya.

End of flashback.

Si hantu suster, mendengar pertanyaan sang kakak, tidak merespon dan justru mengekori kedua bersaudara tersebut sampai mereka dan rombongannya sampai di ruang selanjutnya yang tampaknya ruang mayat. Disini mereka bertemu dengan si pocong yang meloncat-loncat bergairah karena teriakan ketakutan anggota rombongan lain. Lain hal dengan si adik yang lagi-lagi meneriakkan berbagai macam shot dari game hantu PS2 favorit-nya, Fatal Frame, sementara si kakak terus berjalan dengan kalem. Di ruang selanjutnya, kakak beradik dan rombongannya dihadang oleh hantu suster lain, hantu dokter, dan kepala yang melayang. Si adik yang girang bukan main(maklum, sejak kecil dia belum pernah kerumah hantu dan memang ngebet pingin kesana) malah bergerak-gerak tidak jelas seperti orang gila sambil mengeluarkan suara yang mirip dengan si hantu suster, sementara si kakak hanya bisa menegur adiknya yang bukannya jadi tenang, justru berteriak “Sakuya Haibara-nya mana?”(Final Boss hantu di Fatal Frame 4). Diruang terakhir, kelompok dipertemukan dengan bayangan berjubah hitam (Grim the Reaper?) dan sisa-sisa hantu lain. Tanpa sadar bahwa mereka sudah ditinggal lari anggota kelompok lain ke pintu keluar wahana, si adik terus saja meneriakkan berbagai macam shot dan mengarahkannya ke hantu-hantu. Saat mereka akhirnya melangkah keluar wahana, si adik berseru “Total 10000 points!”

Dan yah…berakhirlah petualangan dua bersaudara itu dalam rumah hantu. Kesimpulan kasusnya? Gak ada kesimpulan apa-apa kecuali kedua kakak beradik itu adalah otaku game Fatal Frame.

*Cerita ini adalah nyata dan tanpa perubahan yang dialami oleh aku dan adikku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s