Aside

Script IOC – Project SAO

  1. EXT. JALAN ANTAR GEDUNG – SIANG

DEATHGUN berlari menyusuri jalanan sementara KIRITO mengejar dibelakangnya. DEATHGUN berlari membelok dan KIRITO masih mengikuti. KIRITO membelok tetapi ia tak melihat DEATHGUN dimanapun. KIRITO berhenti berlari dan menoleh kesana kemari untuk mencari DEATHGUN.

Terdengar bunyi tembakan dan bahu KIRITO tertembak dari belakang. KIRITO kaget dan membalikkan badan tapi tak ada siapapun. KIRITO menoleh kesana kemari tapi tertembak lagi di bagian kakinya dari belakang. KIRITO membalikkan badannya dan laser berwarna merah mulai muncul di kepala tapi KIRITO mengindari Laser bermunculan di daerah jantung tapi KIRITO menghindar lagi. Laser merah muncul di daerah lengan kiri tapi tidak kena.

DEATHGUN muncul dari kekuatan sembunyinya.

DEATHGUN: Kukuku, kau memang hebat. Mampu menghindar dari tembakanku.

KIRITO memasang wajah waspada.

DEATHGUN: Tapi kita lihat, apakah kau mampu menghindari ini semua?

Laser dalam jumlah banyak mulai bermunculan di seluruh tubuh KIRITO tetapi KIRITO mampu menghindari semuanya dengan menggunakan Sabernya. KIRITO masih meloncat kearah belakang saat ia ingin menaruh kaki kirinya ke tanah, laser merah ada di kaki kiri KIRITO. DEATHGUN belum sempat menembak kaki kiri KIRITO karena senapan DEATHGUN sudah ditembak oleh SINON.

  1. INT. DALAM GEDUNG TERLANTAR – SIANG – KEADAAN GELAP

SINON berlari dalam gedung terlantar, tangannya memegang senapan. SINON mendadak berhenti lari dan sampai di jendela gedung. Senapannya langsung diarahkan kearah KIRITO yang sedang menghindari tembakan DEATHGUN.

 SINON: Bismillah, disini! (Ucapan dalam hati)

SINON mengarahkan senapannya kearah DEATHGUN. SINON menembak DEATHGUN. Tembakan SINON mengenai DEATHGUN. Akan tetapi DEATHGUN langsung bereaksi saat laser SINON mengenai DEATHGUN.

SINON dan DEATHGUN saling bertatapan melalui teroping senapan. SINON dan DEATHGUN menembak senapan musuh mereka masing-masing sehingga hancur.

 SINON mengaktifkan mata snipernya kearah DEATHGUN. DEATHGUN meraih senapan baru. SINON memandang kearah KIRITO yang sedang berlari menuju DEATHGUN sambil mengibaskan pedang sabernya. DEATHGUN terus menerus menembaki KIRITO.

Salah satu peluru yang ditebas terpecah menjadi dua oleh saber KIRITO terbang kearah kanan dan kirinya. Peluru yang mental ke kanan mengenai tiang besi raksasa yang terjatuhsehingga debu beterbangan. Peluru yang mental ke kiri mengenai lampu sehingga pecahan kaca lampunya jatuh berhamburan. KIRITO terus berlari diantara debu dan kaca berjatuhan sambil terus menebas peluru.

SINON: Kirito! (teriak kaget). Dasar bodoh, berlari tanpa perlindungan seperti itu. Cih!

SINON membalikkan badan dan berlari.

  1. EXT. LAPANGAN – SIANG

DEATHGUN terus menerus menembaki KIRITO. KIRITO terus mengayunkan pedang sabernya menebas peluru sambil tetap berlari. Adegan terus seperti itu hingga KIRITO berjarak 5 meter dari DEATHGUN. Terdengar bunyi tembakan senapan sebanyak dua kali. KIRITO masih berlari sambil menebas peluru.

KIRITO: (Dalam hati) Bunyi tembakan dua kali? Dimana peluru keduanya…

KIRITO: (Ucapan dalam hati dan dalam keadaan freeze) Begitu rupanya, peluru kedua ditembakkan tepat setelah peluru pertama, sehingga keberadaanya tersembunyi.

KIRITO berusaha menggerakkan tubuhnya. DEATHGUN berjalan menghampiri KIRITO yang terjatuh.

DEATHGUN: Kukukuku,mungkin kau memang ahli berpedang. Tapi disini akulah yang ahli menembak.

DEATHGUN menenteng pistolnya, mengokangnya dan mengarahkan ke KIRITO.

DEATHGUN: It’s Show Time…

Bunyi tembakan disusul DEATHGUN jatuh telentang.

SINON: Bukan cuma kau yang ahli menembak!

SINON menembakkan pistolnya sambil berlari menghampiri KIRITO dan DEATHGUN.

SINON: KIRITO!

KIRITO: (masih berusaha bergerak dari keadaan freeze) Cepatlah! Tubuhku…! Tolonglah… tubuhku…!

DEATHGUN bangkit dari posisi telentang dan duduk. Wajahnya menengadah ke atas dan tangannya menempel di daerah dahi. DEATHGUN menatap KIRITO, topeng besinya retak di bagian dahi.

DEATHGUN: Kukuku, aku lengah! Tapi kali ini bersiaplah! (sambil mengacungkan pistol ke KIRITO)

KIRITO masih dalam keadaan freeze menatap tajam DEATHGUN. SINON sambil berlari membidik DEATHGUN dan menembak. DEATHGUN menghindar akan tetapi tembakan dari SINON terus berlanjut, DEATHGUN terus menghindar. Salah satu peluru SINON mengenai tiang lampu jalan yang kemudian jatuh, menghasilkan efek debu beterbangan.

Tangan KIRITO bisa bergerak sedikit dan meraih pedang saber. DEATHGUN masih sibuk menghindari tembakan SINON. DEATHGUN menembak SINON dan terdengar dua bunyi tembakan.

SINON melompat ke belakang tapi langsung jatuh tengkurap. Wajah SINON kaget dan melotot.

SINON: (dalan hati) Bagaimana bisa?

DEATHGUN: Kukukuku, lalat kecil berhenti mengganggu.

DEATHGUN menoleh kearah KIRITO dan berjalan menghampiri. Tepat di depan wajah KIRITO berhenti dan menodongkan pistol.

DEATHGUN: Now, It’s really show time!.

Bunyi tembakan tapi KIRITO berhasil bangkit dan menebas peluru disertai pistol. DEATHGUN mundur ke belakang. KIRITO memasang kuda-kuda, wajah KIRITO serius. KIRITO berlari menerjang DEATHGUN. DEATHGUN mengeluarkan pedang lipatnya dari balik punggungnya dan menahan lengan pedang KIRITO dengan lengannya. Tangan kanan DEATHGUN cepat  meraih pistol dan mengarahkan ke wajah KIRITO.

KIRITO menghindar ke belakang tapi DEATHGUN menembak lagi. KIRITO menebas peluru dengan pedangnya. DEATHGUN menyerang KIRITO dengan pisau dan pistolnya. KIRITO menebas peluru sambil berusaha menebas tubuh lawan. DEATHGUN berhasil menghindar dan menangkap dan menahan masing-masing tangan KIRITO.

KIRITO dan DEATHGUN berusaha menggerakkan lengan mereka yang tertahan kearah lawan masing-masing. KIRITO menggeretakkan gigi dan keringat mengalir.

DEATHGUN: Ini akan jadi yang terakhir.

Bunyi tembakan, SINON menembak dengan pistolnya, giginya menggeretak. DEATHGUN terkena tembakan di perut kanannya. Lengannya melemah dari posisi.

KIRITO: Inilah akhirnya! (teriak sambil menebas pedang)

DEATHGUN tertebas dari atas ke bawah. Tubuhnya terbelah kanan kiri dan terjatuh. Status death muncul di tubuh DEATHGUN.

SINON: (terengah dan bergumam) KIRITO!

KIRITO jatuh terlentang. SINON jatuh terduduk.

KIRITO: Alhamdulillah, selesai juga SINON!

SINON memasang wajah bengong sebelum akhirnya tersenyum.

SINON: hmmm (senyum sambil mengangguk)

KIRITO: Kerja bagus, SINON. Terima kasih. (sambil berpose tos lengan sambil tiduran)

SINON: Hmm. (pose tos lengan sambil duduk)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s