Aside

Tambahan Script SAO – SAO Project

NARASI

Gun Gale Online, merupakan sebuah game berbasis VRMMO (Virtual Reality Massively Multiplayer Online) yang dikembangkan oleh perusahaan ZASKAR, sebuah perusahaan game yang berasal dari  Amerika. Game ini adalah sebuah game reality virtual dimana keadaannya dibuat senyata mungkin dan para pemainnya mampu saling bertarung satu sama lain dengan menggunakan sistem senjata api yang diambil dari dunia nyata.

Pada April tahun 2025,  teknologi dunia semakin canggih termasuk teknologi game. Dengan menggunakan alat bernama AmuSphere, para pemain dapat bebas memasuki dunia game dan mengendalikan tubuh mereka seperti di dunia nyata.

Semua ini awalnya terjadi saat aku (KIRITO) dan teman-temanku terjebak dalam sebuah game online berjudul Sword Art Online. Kami berhasil menghentikan pencipta game tersebut, Kayaba Akihiko, dan berhasil keluar dari game mengerikan tersebut.

Awalnya aku berpikir aku akan menjalani hidupku yang tenang seperti semula, akan tetapi…

PETUGAS : (bertopang dagu) Menurutmu jika kita menembak seseorang di dalam game, apakah mereka bisa mati di dunia nyata?

KIRITO:  (wajah tegas dan serius) Itu mustahil!

PETUGAS: Beberapa pemain meninggal saat mereka bermain Gun Gale Online.

KIRITO: (wajah kaget dan hanya diam)

PETUGAS: Aku ingin kau menyelidiki semua ini.

Pemerintah Jepang tidak bisa melakukan apapun. Pihak pengembang ZASKAR Amerika menolak memberikan informasi para pemain game Gun Gale Online dengan alasan kerahasiaan data pribadi. Dan disinilah aku berada. Bersama Sinon, sesama pemain GGO. Aku berusaha menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di dalam game online dan dunia nyata.

Situasi gelap dengan latar belakang hitam, DEATHGUN mengangkat pistolnya dan mengacungkan senjata pistolnya ke kamera.

DEATHGUN: It’s Show Time (Suara tembakan pistol)

Kondisi layar berubah jadi garis-garis seperti TV kehilangan sambungan saluran kemudian gelap.

.

.

.

  1. INT. DALAM CAFÉ – SIANG

KIRITO: (kedua tangan bertopang menutup mulut, menutup mata kemudian membuka matanya) Begitulah ceritanya.

ASUNA: (terkejut sesaat langsung berdiri menggebrak meja) Tidak boleh! Apa maksudnya itu!

Pengunjung cafe langsung melirik kearah mereka.

LISBETH: Hei hei, ASUNA! Suaramu terlalu keras (sambil melirik sekeliling).

ASUNA: (langsung duduk dan menunduk malu) Ma-maaf. (matanya melirik kanan dan kiri tapi kepalanya tidak ditolehkan) KIRITO! Apa maksudmu dengan menyelidiki hal itu?

LISBETH: (menghela napas) Aku setuju KIRITO-kun. Kita baru saja terbebas dari peristiwa mengerikan di SAO. Kenapa justru kau ingin terlibat hal yang berbahaya lagi?

KIRITO: (menghela napas dan meminum tehnya, meletakkan cangkir baru menjawab) Aku punya dugaan.

LISBETH dan ASUNA menunggu tapi KIRITO tidak melanjutkan.

ASUNA: Dugaan apa?

KIRITO: (terdiam, matanya menatap cangkir tehnya) Aku masih belum bisa memberitahu kalian.

LISBETH: (menghela napas tapi masih menatap KIRITO dan tidak mengatakan apapun).

ASUNA: (menghela napas, wajah menengadah keatas sambil menutup mata sesaat sebelum akhirnya menatap kembali KIRITO) Apa kau sudah yakin?

KIRITO: (menatap ASUNA dan mengangguk pelan)

ASUNA: (terdiam ekspresi wajah tidak yakin sebelum akhirnya tersenyum lemah) Satu hal KIRITO-kun. Berjanjilah kau harus terus hidup dan kembali ke dunia nyata.

LISBETH: Hei-hei ASUNA! Apa-apaan itu?

ASUNA: Percuma saja, tak peduli apa yang kita katakan jika KIRITO-kun sudah yakin kita tidak bisa merubah pendiriannya. (Menoleh ke KIRITO dan tersenyum) Iya kan?

KIRITO: (tersenyum dan mengangguk).

LISBETH: Hah! Aku benar-benar tidak mengerti kalian!

KIRITO dan ASUNA tersenyum menadangi LISBETH.

.

.

.

  1. INT. KAMAR TIDUR/RUMAH SAKIT – MALAM

KIRITO menatap AmuSpherenya sesaat. Tidur di tempat tidur dan mengaktifkan AmuSphere.

KIRITO: Link Starto!

.

.

.

KIRITO membuka matanya dan ia sudah ada di dalam dunia GGO. SINON ada disampingnya.

KIRITO: Mohon bantuannya, SINON! (sambil tersenyum).

SINON: (menatap tajam KIRITO) Jangan sampai mati! (melangkah pergi membelakangi KIRITO)

KIRITO: (tersenyum memandangi punggung SINON)

  1. INT. CAFÉ – MALAM

ASUNA sedang duduk di café, terdiam. Tangannya mengenggam gelas minumannya dan matanya memandang gelasnya. Ekspresi wajahnya sedih.

LISBETH: Sudah kuduga kau pasti disini.

ASUNA: (menatap LISBETH yang sudah duduk dihadapannya) Kenapa kau tahu aku ada disini, LIZ?

LISBETH: (duduk menyender) Yah, walaupun kau terlihat paling mengerti KIRITO, tapi kau memang sangat mengkhawatirkannya kan?

ASUNA: (hanya tersenyum terdiam)

LISBETH: Jangan khawatir. Dia adalah KIRITO sang pendekar berpedang yang sok kuat. Karena itu, kita harus percaya padanya (senyum menyemangati).

ASUNA: (memandang LISBETH sebelum akhirnya tersenyum dan mengangguk) Hmm.

Terdengar suara heboh, LISBETH dan ASUNA memandang ke kumpulan orang yang sedang menonton televisi Café. LISBETH dan ASUNA mendekati kumpulan tersebut.

TAMU 1: Hebat! Kupikir yang seperti itu cuma bisa dilakukan di film-film!

TAMU 2: Peluru dilawan dengan pedang! Hebat sekali!

ASUNA dan LISBETH memandangi televisi yang sedang menyiarkan siaran turnamen Bullet of Bullets 3.

ASUNA: (wajah terkejut khawatir) KIRITO-kun!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s