Getuk

getuk2/ge·tuk/ n, getak-getuk/ge·tak-ge·tuk/ n tiruan bunyi suara ketukan berulang-ulang secara teratur (KBBI)

 

Tok Tok Tok

Suara itu kembali bergaung di telingaku. Suara yang selalu kudengar. Dan hanya akan kudengar, jika kau dan aku bertemu dalam satu waktu.

Dan benar saja, dirimu berada di ujung koridor sekolah kita. Tertawa dan bercanda riang bersama kawanmu. Tak lupa senyum manis pun kau lemparkan pada kawanmu, membuatku kembali mendengar-

Tok Tok Tok

Aku bersumpah, semakin lebar senyummu maka suara ketukan itu semakin bergaung keras di telingaku.

Tok Tok Tok

Sudah kukatakan bukan? Gaung itu hanya terdengar disaat aku dan dirimu bertemu dalam satu waktu. Semakin indah senyummu maka akan semakin keras gaungnya.

Dan saat pandangan mata milikku dan milikmu saling beradu-

Tok     Tok     Tok

Maka ketukan itu akan melambat.

Kau dan aku, kita saling beradu pandang. Melempar senyum. Dan dapat kudengar, gaung ketukan itu tak hanya mengeras dan melambat, akan tetapi juga terdengar begitu indah.

Tok Tok Tok

Ah, suaranya melemah. Itu berarti kau dan aku sudah tak berada lagi dalam satu waktu.

Tapi tak mengapa. Aku akan menunggu kesempatan lain. Saat-saat dimana ketukan itu akan bergaung keras, melambat dan terdengar indah.

Hingga saat itu tiba, aku akan terus mengetuk pintu hatimu. Hingga kau menyerah dan bersedia membuka pintu itu untukku.

 

#IOC Writing Challenge: Ketukan Melambat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s