Cocktail

Setidaknya pasti udah pernah denger, kan yang namanya Cocktail?  Biasanya kita orang Indonesia panggil dengan sebutan Koktil. Atau kalau masih mau keren pakai istilah Inggris, masih disebut Cocktail.

Dan jujur, saya sendiri juga baru tahu istilah koktil ini waktu baca Detective Conan yang nama anggotanya pakai istilah Hard Liquor ataupun Cocktail or Wine Based Liquor 😛

Kalau dulu sih karena malas nyari di Google, tahunya koktil itu minuman beralkohol buat minum di pesta-pesta. Tapi dasar suka ngambil kesimpulan aja, ternyata enggak begitu juga walaupun gak salah-salah amat.

Kalau dari Google, berdasarkan rujukan paling cepat untuk semua materi 😛 (pasti tahukan maksudnya?) dulu koktil itu dipakai untuk minuman pesta ataupun acara makan malam resmi. Bahkan minuman itu juga dijadikan penarik tamu supaya tamu-tamu mau datang ke pesta yang diadakan si tuan rumah.

Masih dari website yang sama, ternyata Koktil itu memang minuman beralkohol yang dibuat dari campuran berbagai macam campuran minuman maupun bahan beraroma, dibuat dengan cara diguncang-guncang supaya tercampur sempurna. Hmm… mungkin kalau kita suka nonton film Eropa yang ada scene bar nya, kan suka ada tuh bartender goncang-goncang tempat minum atau apalah untuk dibuat minuman, mungkin aja dia lagi buat koktil atau sebangsanya. Biasanya minuman ini sih suka dicampur macam-macam kayak madu, soda, gula, rempah-rempah atau yang lainnya walaupun sekarang lebih banyak yang pakai hard liquor macamnya Gin atau Vodka.

Wah, bahan dasarnya aja udah alkohol tuh. Untuk kita yang muslim pasti haram kan?

Heeeiii, jangan ambil kesimpulan dulu. Ternyata ada kok jenis koktil yang halal dan bisa kita nikmatin.

Pernah dengar yang namanya koktil buah?

Nah, koktil buah itu adalah yang dibuat dari berbagai macam potongan buah yang diberi sirup dan disajikan dingin-dingin. Selain air sirup juga bisa dipakai air gula, santan ataupun minuman lain sesuai selera kamu.

Selain itu ada juga yang namanya koktil udang.

Kalau untuk koktil satu ini  cuma butuh udang, selada dan buah yang cocok dimakan bersama udang, biasanya si buah apel. Udangnya dikukus sampai matang lalu ditata cantik bersama selada dan buah apel di gelas yang sesuai. Dan ini halal, loh!

Ternyata enggak semua koktil itu mengandung alkohol loh. Buktinya koktil buah dan koktil udang itu fine  aja untuk dikonsumsi oleh kita. Asalkan pengolahannya sesuai dengan syariat agama aja.

Jadi, koktil yang elit dan mewah bukan berarti harus yang haram kan? 😛


A/N: Karangan ngasal yang dibuat untuk tugas OWOP dengan prompt Pesta, Udang dan Logika. Pesta saya analogikan sebagai koktil, udang secara harfiah di karangannya koktil udang dan Logika yang saya analogikan sebagai karangan non fiksi yang saya tulis disini.

Gak sesuai sama tema? Ya sutralah~ 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s