IRIS

iris1 n Anat selaput bola mata yang ada di belakang kornea mata, membentuk batas pupil yang memberikan warna khusus; selaput pelangi


Dua puluh satu tahun yang lalu, mata itu memancarkan sorot mata yang teduh. Setiap dirinya memandang dalam ke bola mata gadis itu, keteduhan dan ketenangan selalu ia rasakan, bagaikan langit biru yang luas. Harmoni dan kedamaian memenuhi relung dadanya, tenang dan luas. Ia mampu melupakan semuanya demi memandang sorot mata teduh itu.

Begitu pula gadis itu. Matanya yang teduh selalu memandangnya dengan sorot mata percaya penuh kepadanya. Dipadu dengan senyumnya yang menawan. Ah, bahkan dunia ini pun kalah indahnya bila disanding dengan tatapan mata dan senyumnya.

Katakan bahwa aku gila. Ya, aku memang gila. Gila akan senyumnya yang menawan dan tatapan matanya yang memikat.

Dan aku pun menjadi posesif. Posesif akan dirinya yang begitu indah.

Persetan dengan semua misi militer itu! Peduli apa dengan hujan yang tak pernah turun?

Hanya dengan menatapnya, hatiku terasa teduh dan sejuk, mengalahkan hujan lebat apapun yang turun selama ribuan tahun.

Dan saat aku mengetahui bahwa dialah yang selama ini diinginkan, yang selama ini militer inginkan, aku pun senang bukan kepalang.Ternyata ialah keturunan suku pembaca cuaca. Yang terakhir dari mereka dan memiliki kemampuan memerintah cuaca.

Tipu daya mulai tersusun dalam benakku. Tak peduli dengan cara apapun, ia harus kudapatkan!

Militer mengiginkan kemampuan dan keturunannya. Aku mengiginkan dirinya. Dengan sedikit cara yang keji, aku mampu mendapatkannya.

Dan tatapan matanya tak berubah. Wajahnya memancarkan perasaan terluka, akan tetapi sorot matanya bertahan untuk percaya. Mempertahankan rasa percayanya kepadaku, membendung rasa dikhianati yang hampir memuncak.

Dan seharusnya aku pun tahu. Batu karang yang tegap dan kokoh, suatu saat akan luluh lantak diterpa ombak berkali-kali. Begitu juga dengan dirinya, notabene hanyalah makhluk lemah yang disebut perempuan.

Perempuan macam apa yang terus menegak, jika ia dikhianati terus menerus? Aku, kawan-kawannya dan lingkungannya.

Dan akhirnya ia pun terbang dari genggamanku. Membawa anakku, anaknya, anak kami berdua. Dengan tatapan terluka dan kacau.

Saat memandang bola matanya yang biru itu, aku baru menyadari. Sedalam apa aku telah menghancurkannya?


Saat memandang mata bocah itu untuk pertama kalinya, aku tahu itu adalah sorot mata yang menyusahkan. Sorot mata yang akan melindungi apapun yang menjadi miliknya. Jenis yang akan melakukan apapun dan akan membuang semuanya.

Sorot mata itu mengingatkan dirinku akan kebodohanku di masa lampau.

.

.

.

Dan terbukti, benar-benar sorot mata yang merepotkan. Bisa-bisanya anak ini membawa pulang seorang gadis! Yang paling mengejutkan, gadis itu adalah keturunan suku pembaca cuaca yang mampu memerintah cuaca.

Terlalu banyak aspek yang aku kenali di dalam gadis dihadapanku tersebut. Aku menghela napas, dunia memang terlalu kecil. Ataukah ini adalah karma?

Bocah itu menatap tajam kearahku. Ah, lagi-lagi sorot mata yang sama denganku di masa lampu.

“Aku akan melindunginya dari apapun,” Lancelot berujar dengan nada menusuk.

“Yah, mungkin ini adalah karma bagiku,” aku mengangguk setuju.


A/N: Selesai… ini hutang OWOP untuk malam narasi yang gambarnya daun kering dan air. Untuk challenge kali ini saya ambil filosofi air yang berwarna biru dan daun kering yang berwarna coklat. Kalau dari sumber yang saya baca, coklat itu artinya stands for protection and supporting the family with great sense of duty and responsibility. Sementara kalau warna biru artinya loyalty, strength, wisdom and trust. Arti warna ini saya ambil dari http://www.color-meanings.com/ dengan berbagai kelebay-an yang saya masukin. Kalau penasaran arti warna kesukaanmu  langsung aja datangin web nya 😛

Akhirnya~ hutang semua OWOP lunas. Banzai!

Cerita saya ini berhubungan dengan Fajar, Bintang dan Celoteh Hujan dan Kenapa Aku Tidak Punya Ayah . Silahkan dibaca juga ya~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s