The Last Word, An Early Story – Episode 01

Ini adalah sebuah cerita kolaborasi hasil karya OWOP 4 dimana kata terakhir dari suatu cerita akan menjadi kata pertama bagi cerita yang selanjutnya. Cerita ini ditulis oleh Enie Handayani. Silahkan dinikmati.


 

Ara suka melipat kertas. Kapanpun dan dimanapun dia berada tidak ada hari tanpa melipat-lipat. Melipat burung bangau, melipat ikan, perahu, pesawat, semua bisa.

Ara senang melakukannya. Hingga setiap orang rasanya sudah tahu, saat mereka menemukan kertas coretan bekas menghitung jawaban ujian yang dilipat menjadi suatu bentuk, itu pasti hasil karya tangan terampil Ara. Atau hasil karya tak ada kerjaannya Ara?

Ara senang melakukannya. Terlebih saat dia melakukannya setiap hari Minggu malam. Melipat kertas yang isinya telah dia lampirkan tulisannya yang dia buat sepuitis mungkin. Dengan senyum berbunga-bunga, dengan mata yang berbinar-binar.

Seorang laki-laki pandangannya teralihkan saat ada pesawat kertas mendarat dengan pelan ke dekat sepatunya yang berwarna cokelat. Sedetik kemudian ia tersenyum. Lalu mengambil pesawat  tersebut dan memperhatikannya.

Open me.

Mengikuti perintah yang tertulis pada sayap pesawat, ia membuka lipatan itu dengan perlahan.

Dear Fauzan,

Semesta pasti sedang menertawakan ini

Padahal kamu bukan pangeran dalam mimpi

Pun bukan seperti mentari yang bersinar setiap hari

Tapi hanya dengan bersamamu, bagiku semua hal tidak lebih berarti.

*tbc

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s