The Last Word, An Early Story – Episode 07

Ini adalah sebuah cerita kolaborasi hasil karya OWOP 4 dimana kata terakhir dari suatu cerita akan menjadi kata pertama bagi cerita yang selanjutnya. Cerita ini ditulis oleh Dewi Purwatiningsih. Silahkan dinikmati.


Terlukis sudah bayangan faris yang menghantui pikiran ara.. “Apa jangan – jangan tulisanku ini sangat menyentuh Faris?” Pikir ara.

“Tapi.. ngapain gw peduli yah? Ah.. yah sudahlah..”
lalu Ara melanjutkan pekerjaannya yang deadline hari ini.

——-

Akhirnya pekerjaan itu pun selesai dengan tepat waktu.. dan David pun selalu bangga dengan pekerjaanya Ara yang sangat profesional.

Sepulang kerja seperti biasa Ara menggunakan angkutan umum, ketika itu Faris melihat Ara yang sedang menunggu Angkutan umum.

Tanpa pikir lama Faris bergegas menghampiri Ara dengan motor gedenya. “Ra, pulang sendiri atau ada yang jemput?” Faris berkata.

“Oh, kamu Ris lagi nungguin Angkot nih” Kata Ara
” Loh emangngya Ara lewat mana?”
” Persimpangan kedai kopi itu lalu belok kanan, lurus terus lalu ada masjid. Nah.. dibelakang masjid lah kosan aku Ris..” kata Ara
“Wah.. searah tuh! Yaudah bareng aja Ra” Pikir Faris wah kesempatan nih bisa sambil deketin Ara.
“Oh.. yaudah boleh kalo gitu”

Lalu Ara menaiki sepeda motor milik Faris. Mereka pun berbincang-bincang masalah pekerjaan. Hingga tiba depan mesjid dan Ara turun dari sepeda motor milik Faris.

Setelah Ara turun Faris dengan senangnya bisa ngeboncengin wanita yang sangat ia sukai. Ya walaupun Ara tidak menyukainya melainkan Fauzan sahabatnya sendiri.

Sesampai dirumah, Faris tetap memikirkan Ara, ia berpikir mengapa Ara sangat menyukai Fauzan dibandingkan Faris.

Faris pun menuliskan isi hatinya di notes handphonenya.

Kenapa rasa itu seperti membunuhku?
Kenapa rasa itu jatuh kepada ku?
Kenapa harus aku?

Aku baru saja ingin mengungkapkan isi hati ini, tapi kenapa bukan aku? melainkan sahabat karibku.

Aku tak mungkin menyudahi semua ini, karna rasa itu sudah melekat dihati ini.

Sekarang.. saatnya aku harus berjuang untukmu
Aku benar – benar jatuh cinta kepadamu Ra..

Wanita yang begitu puitis dan romantis.


Lalu Faris.. menaruh hapenya di meja dan memikirkan Ara.. wanita yang membuat hatinya bergetar. Hingga Faris tertidur pulas di kamar tidurnya.

  • to be continued

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s