Our Continued Story – Episode 04

Ini adalah sebuah cerita kolaborasi hasil karya IOC Writing Kreatif dimana kata terakhir dari cerita sebelumnya akan menjadi kata pertama bagi cerita selanjutnya. Cerita ini ditulis oleh Bunda Grace. Silahkan dinikmati.


 

” Saya menemukan surat…. em.. maksud saya… Saya menemukan sepucuk surat tergeletak di balkon, tuan…” Mr. Kirkland menatap si penemu surat dengan bingung.

” Berikan padaku!!” Mr. Kirkland merenggut surat itu lalu membukanya dengan kasar. Terlihat tulisan rapi dari Gentleman Thief.

Yang terhormat Mr. Kirkland,

Saya fikir penjagaan akan benar – benar ketat malam tadi. Tapi ternyata saya dengan mudah dapat membawa permata itu keluar, bersama dengan putrimu yang rupawan. Namun sayang sekali, permata ini bukan permata yang saya inginkan. Jadi, jika anda menginginkan keduanya kembali, maka anda harus berusaha untuk mendapatkannya Sendiri.
Datanglah ke Stasiun Portland di Hollowstreet Jam 9 tepat untuk petunjuk selanjutnya. Ingat, Sendiri! Jika  lebih dari waktu yang ditentukan kau akan kehilangan keduanya

Hormat saya,
Gentleman Thief

” Aarrgh!! Sial!!” Mr. Kirkland meremas surat itu dengan  marah.

” Sabar sir…” Ujar Inspektur polisi menenangkan.

” Sabar kau bilang?! Kau menjamin si pencuri sialan itu tidak akan bisa masuk dan mencuri permataku!! tapi lihat!! Bahkan putriku dibawanya serta!! Penjagaan macam apa ini!”

” Maaf, kami sudah berusaha semampu kami sir. Sudah saya katakan, dia itu licin seperti belut.” Inspektur itu terlihat  menundukkan  kepalanya. Mr. Kirkland menatap para polisi itu.

” Tunggu…  dimana dia?”

” Maaf, sir? Dia?? siapa??”

” Si polisi kurus berkacamata itu! bukankah dia yang menjaga putriku??” mata Mr. Kirkland nanar  menatap si Inspektur polisi yang juga melihat ke sekelilingnya. Si inspektur terlihat benar –  benar kebingungan.

” Anda benar sir… sepertinya kita benar-benar kecolongan” Ada sedikit kekesalan dalam nada suara inspektur polisi itu. Dia, berjalan menghampiri seorang polisi berkumis tipis dan membisikan sesuatu, dan si polisi berkumis pun pergi meninggalkan ruangan.

” Aku heran, untuk apa dia menyimpan permata imitasi tiruan dimana mana?” Mr. Kirkland memejamkan matanya.

” Mungkin dia ingin  mengecoh kita. Anda harus bersiap ke stasiun Portland sir… waktu anda sepertinya tidak banyak…”. Mr. Kirkland melihat arlojinya. Waktu menunjukkan pukul 7.

” Apa yang harus ku lakukan untuk mengambil permataku kembali… Argh! ini benar – benar menyebalkan!” Mr. Kirkland memukul mejanya.

” Maaf, Sir. Sebaiknya kita mengikuti kata pencuri itu. Mungkin, kita bisa menyususn rencana untuk menangkapnya dan mengambil permata serta menyelamatkan putri anda.” Mr. Kirkland merenung sesaat.

” Lalu? apa rencanamu, Inspektur?”

” Begini…..”

 

  • masih bersambung…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s