Our Continued Story – Episode 05

Ini adalah sebuah cerita kolaborasi hasil karya IOC Writing Kreatif dimana kata terakhir dari cerita sebelumnya akan menjadi kata pertama bagi cerita selanjutnya. Cerita ini ditulis oleh Ani. Silahkan dinikmati.


 

“Begini….”

.
.
.
.
.
Ditengah keramaian  stasiun Portland 8 PM.

“wah ramainya” gadis itu terlihat takjub melihat pemandangan stasiun yang sangat ramai oleh orang yang hilir mudik. Baju kebangsawanannya sudah ditanggalkan olehnya bergantikan baju yang sederhana dan nyaman untuk ia pakai.

“untuk apa kita ke sini” katanya. Menghampiri seorang laki-laki yang telah mencuri kalungnya serta dirinya.

“disini tempat yang aku janjikan dengan ayahmu, tempat untukmu kembali bersama orangtuamu, nona.” Ucap laki-laki yang mengaku dirinyalah gentlemen thief.

Laki-laki itu tidak menghiraukan gadis tersebut dia melihat sekelilingnya dengan sesama dan seteliti mungkin. Melihat apa sudah ada tanda-tanda dari polisi yang disuruh oleh Mr. Kirkland atau belum. Jika polisi sudah bersiaga di sekitar stasiun maka perjanjiannya akan batal dan akam memperpanjang waktu. Si gadis yang tadi memperhatikan gerbong dan kereta yang hilir mudik masuk dan keluar dari tempatnya melihat seseorang yang sangat ia kenal meski jarak yang sangat jauh sekalipun. Laki- laki paruh baya itu sedang menuruni salah satu gerbong kereta dengan bersama beberapa orang di belakangnya.

“hm, sepertinya ia tidak sendiri.” gadis itu menengok kearah lelaki itu dia terlihat tidak begitu menyukainya. Ada rasa heran yang tersirat didalam diri gadis itu ketika gentlemen thief menjatuhkan sepucuk surat di tempat duduk yang terlihat kosong dan rapuh bahkan untuk diduduki sekalipun.

“ayo nona sudah waktunya kita pergi lagi, sepertinya orang-orang akan semakin ramai dan semakin gaduh.” Katanya tersenyum dan sedikit memberi hormat. Gentlement thief menuntun jalan keluar stasiun dan diikuti oleh sang gadis dengan patuh.

“Maaf pa… sepertinya saya melihat ada orang yang sedikit mirip dengan kriteria pria yang anda beritahukan ciri-cirinya tadi” selah satu polisi memberitahukan sang inspektur dengan bisikan.

” dimana dia?” Rahang sang inspektur itu mengeras mengetahuinya.

“Dia tadi keluar dari stasiun.” Kata anak buahnya. Mulut yang terkatup keras perlahan-lahan lenyap dan terganti dengan senyum licik.

“Sekarang kau akan tertangkap gentlemen thief”.

  • masih bersambung…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s