Our Continued Story – Episode 08

Ini adalah sebuah cerita kolaborasi hasil karya IOC Writing Kreatif dimana kata terakhir dari cerita sebelumnya akan menjadi kata pertama bagi cerita selanjutnya. Cerita ini ditulis oleh Vern Anwar. Silahkan dinikmati.


 

Licik sekali dia, tak seperti sebutannya sebagai “Gentleman Thief”. Jika aku harus memilih sudah pasti ini merupakan pilihan sulit.

Mr. Kirkland sudah mengatakan bahwa dia lebih mengutamakan permata daripada putrinya. Namun kini yang ada dihadapan Gentleman Thief bukanlah Mr. Kirkland melainkan aku sang inspektur. Jika aku memilih permata toh nantinya permata itu hanya akan jadi hiasan saja di rumah Mr. Kirkland. Pilihan lainnya yaitu menyelamatkan Putri juga sepertinya harus dipertimbangkan.

Ada satu alasan mengapa posisi Putri begitu penting, tak banyak yang tahu tapi aku tak sengaja mengetahui rahasia itu.

Semua sudah diputuskan dari awal dan tentu saja aku akan memilih keduanya. Aku akan memilih permata dan tuan putri. Untuk sementara aku harus bisa mengembalikan sang putri itu dulu.

..

“Aku pilih tuan putri, ada dimana dia? “

“Sabar inspektur, sesuai janjiku aku akan memberikan salah satu. Walaupun sebenarnya di tanganku ini sudah kubawa permata ini namun ternyata kau memilih Primrose. Baiklah tangkap ini”.

“Apa ini?”, dengan sigap inspektur menerima lembaran yg dilemparkan oleh Gentleman Thief.

“Ikuti saja petunjuk yang aku tulis dan kau akan menemukan Pimrose”.

“Baiklah kali ini aku akan percaya terhadap ucapanmu”

“Urusanku sudah selesai, kau dapatkan Primrose dan biarkan aku pergi membawa permata ini”

Baru saja Gentleman Thief berbalik dan akan pergi namun….

Dor dor dor

Tiga kali tembakan dilepaskan oleh Inspektur dan ketiganya mengenai bagian vital dari Gentleman Thief. Tak perlu banyak waktu dan kini Gentleman Thief tergeletak jatuh.

“Apa kau pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja? Sungguh bodoh kau Thief muncul dihadapanku, ini merupakan kesempatan langka aku dapat menangkapmu”

“Arggggh”

“Permata ini akhirnya kudapatkan dari tangan Thief dan kini aku tinggal mencari Primrose”

Thief hanya tergeletak kesakitan tak berdaya, sungguh malang nasibnya. Dia memang sedikit ceroboh kali ini, namun dia tetap tersenyum puas mengingat kembali kejadian sebelum bertemu dengan Inspektur.

Thief terdiam menatap Primrose.

“Baiklah, aku akan keluar sebentar. Tidak apa kan kalau aku tinggalkan kau dengan mereka ?” Thief berdiri dan memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.

Primrose mengangguk dan tersenyum.

“Sebelum aku pergi aku perlu menceritakan ini kepamu, mungkin kau perlu tahu tentang rahasia ini”

“Sebuah Rahasia? “

Putri Primrose masih sangat terkejut mendengar ini semua dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Gentleman Thief telah pergi menemui Inspektur dan Primrose belum juga bergeming dalam keterkejutannya.

*masih berlanjut…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s