Our Continued Story – Episode 09

Ini adalah sebuah cerita kolaborasi hasil karya IOC Writing Kreatif dimana kata terakhir dari cerita sebelumnya akan menjadi kata pertama bagi cerita selanjutnya. Cerita ini ditulis oleh Ratri. Silahkan dinikmati.


 

Keterkejutan yang dialami gadis itu, saat ini berdampak pada dirinya yang terduduk diam di ruangan yang disediakan untuknya. Bagaimana mungkin ia bisa bertindak dalam situasi yang ia tidak mengerti dengan baik. Tujuannya ikut pergi dengan thief adalah untuk melepaskan diri dari ayahnya yang kejam. Ia tidak berharap ayahnya akan memilihnya daripada permata itu. Tapi ternyata semua itu adalah rencana dari thief itu sendiri. Sekarang, ia dipercayakan suatu rahasia yang berat baginya. Logika dan perasaannya tidak dapat membantunya berpikir jernih.

***
“Tuan putri primrose. Apa kau mengerti arti dari permata ini?”
“Apa maksudmu Tuan Thief? Permata itu milik ayahku. Aku bahkan baru pertama kali memegang dan melihatnya saat malam itu. ”
“Ahh.  Tuan putri, sebenarnya ini adalah salah satu rencanaku. Untuk bisa mengarahkan Mr.Kirkland untuk menempatkan permata itu dalam penjagaan Tuan Putri malam lalu.”
Primrose hanya terdiam.
“Permata itu adalah milik Tuan Putri Primrose sejak awal. Bahkan Mr.Kirkland tidak memiliki hak atas permata Itu. Kekuatan yang tersembunyi dalam permata itu hanya Tuan Putri yang bisa  menghidupkannya. Untuk menyelamatkan para penduduk desa.” Tambah sang gentleman thief

“Aku tidak mengerti. Lebih tepatnya, aku tidak tahu, Tuan Thief.” Ragu-ragu primrose menjawab.

“Hmm.. terpisah terlalu lama dengan permata ini membuat ingatan akan dirimu yang sejati perlahan menghilang.”
Sejenak Thief terdiam dan seolah memikirkan rencananya selanjutnya..

Senyum dalam bibir thief terkembang. “Baiklah, Tuan Putri Primrose. Izinkanlah hamba memperkenalkan diri ini.”
Sambil melepaskan jubah dan topinya, sang gentleman thief kemudian berlutut di hadapan Primrose. “Hamba adalah ksatria pengawalmu yang setia. Phillip nightworth. Izinkan hamba menolong Ratu Primrose untuk kembali pada dirinya.”

***
Mr.Kirkland berjalan mondar-mandir di ruangan kerjanya. Cemas. Bagaimanapun juga ia harus melindungi permata itu. Suatu kesalahan baginya mempercayakan permata itu di tangan Primrose. Mengapa ia sampai sebodoh itu. Tanpa memikirkan bahwa Gentleman thief adalah seorang penipu ulung. Kalau sampai Primrose mendapatkan kembali ingatannya dan menggunakan kekuatan permata itu. Maka berakhirlah dunia damai dalam mata Mr.Kirkland.

***
Primrose merasakan perasaan aneh saat menyentuh permata yang diberikan Phillip. Sebelum ia pergi, Phillip menukar permata asli dengan permata palsu. Primrose harus mengerti bagaimana menggunakan kekuatan permata itu agar ingatannya kembali. Tapi ada perasaan cemas lain dalam dirinya. Apakah terjadi sesuatu dengan Sang gentleman?

Kepingan kenangan terbersit dalam pikiran Primrose. Saat ia menyenandungkan sebuah lagu. Ia tidak ingat lagu itu maupun liriknya. Ia teringat nada melodinya. Ia menggumamkan nada itu untuk menenangkan hatinya. Tanpa ia ketahui, permata itu bereaksi dengan nada itu. Cahaya memendar berkelap kelip, mengartikan bahwa nada melodi belum bisa mengaktifkan kembali kekuatan permata itu.

Phillip  si Gentleman Thief merangkak menuju tepian atap untuk bisa menyandarkan dirinya. Ia terlalu ceroboh. Dua peluru kini bersarang di lengan atas kirinya dan paha kanannya. Tapi ia adalah seorang ksatria. Segera ia membebatkan robekan jubahnya untuk menghentikan pendarahan.
“Nah, sekarang. Bagaimana langkah selanjutnya?”

Thief itu yakin bahwa Inspektur bodoh itu akan menuju tempat yang salah. Jadi, ia tidak perlu khawatir akan tertangkapnya Primrose.

“Kepingan puzzle ini akan segera selesai.” Phillip tersenyum penuh arti.

*masih berlanjut…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s