Cokelat Yang Berbeda: Cokelat Militer

 Tanpa dijelaskan lagi pasti sudah pada kenal dengan jenis makanan satu ini. Cokelat. Jenis makanan paling terkenal di dunia yang bentuknya berbagai macam, mulai dari bentuk batangan cokelat, minuman maupun makanan ringan lainnya. Penggemar makanan ini bukan cuma anak kecil, tetapi remaja maupun orang dewasa juga menggemari jenis makanan ini sehingga kalau kita bisa ambil kesimpulan kasar, cokelat adalah jenis makanan paling terkenal di seluruh dunia.

Untuk yang gemar makanan cokelat, kalau kita bilang “jangan makan terlalu banyak cokelat” pastinya langsung kisruh misruh. Gak perlu pakai waktu lama langsung searching di Google dan dalam sekejap langsung berderet hasil yang menunjukkan bahwa cokelat itu bagus untuk kesehatan dan kecantikan. Jadi, kalau awalnya seseorang dengan gampang bilang cokelat itu gak bagus buat kesehatan, percayalah bahwa kamu akan langsung bertekuk lutut di hadapan mbah Google 😛

Faktanya sendiri, cokelat memang mengandung beberapa konten yang bagus untuk kesehatan. Tapi semua ini diasumsikan bahwa cokelat itu adalah jenis dark chocolate yang memiliki rasa pahit dan tidak ada campuran kandungan pemanis buatan kimiawi manapun. Berdasarkan penelitian cokelat juga memiliki kandungan yang berhubungan dengan hormone serotonin dalam otak, hal inilah yang menyebabkan kita merasa bahagia kalau makan cokelat. Bahkan penelitian juga membuktikan bahwa cokelat memiliki kandungan antioksidan untuk mengurangi radikal bebas dalam tubuh.

Wow… ternyata cokelat banyak gunanya ya? Kalau begitu ayo kita makan cokelat!

Eitss… tunggu dulu! Pada abad ke 15 seorang dokter bernama Paracelsus mengeluarkan teori “The dose makes the poison”. Apaan tuh? Jadi Paracelsus ini dikenal sebagai Ahli dalam hal racun di masanya. Dan dia bilang “Semua hal adalah beracun dan tidak ada hal apapun yang tiada beracun, hanya dosis yang menjadikan ia tidak beracun”.

Hubungannya sama cokelat?

Jadi… kalau kita pakai prinsip Paracelsus dan kebiasaan kita untuk makan cokelat maka kita harus bisa ambil kesimpulan, makan cokelat juga jangan berlebihan. Iya sih cokelat itu punya banyak kandungan yang bagus tapi enggak segitu juganya kita makan banyak cokelat. Bukan Cuma Paracelsus aja kok. Beberapa abad sebelum Paracelsus lahir, Rasulullah kita yang tercinta juga mengajarkan untuk tidak makan dan minum berlebihan, karena segala penyakit itu berasal dari perut.

Kan? Bahkan Rasulullah tercinta aja mengajarkan kita seperti itu, jangan makan yang berlebihan!

Huhu… tapi gimana dong? Aku suka banget makan cokelat! Sehari tanpa makan cokelat itu rasanya ada yang kurang!

Alaah… gak usah drama deh. Walau enggak setiap hari bisa makan cokelat tapi seenggaknya kalian bisa makan cokelat dengan berbagai varian yang lain. Kalian bisa makan cokelat kacang, batangan cokelat dan cokelat lain dalam bentuk lain yang menarik.

Coba bayangin kalau kalian cuma bisa makan cokelat seberat 4 ons, punya kandungan gizi tinggi, bisa tahan segala temperature dan rasanya amat sangat gak enak?

Yah, mungkin kita coret aja kali ya kandungan gizi tinggi dan tahan segala temperature. Kalau ada cokelat jenis begitu pasti pada mau. Tapi rasanya gak enak dan cuma dijatah seberat 4 ons? Emang ada cokelat kayak begitu?

Sebenarnya ada.

Perkenalkan dengan Coklat Militer, sebuah varian salah satu ransum milik militer Amerika Serikat. Cokelat militer ini diciptakan sebagai pendongkrak semangat bagi pihak militer dan sebagai bahan ransum makanan darurat. Tentu saja karena cokelat ini untuk kepentingan militer makanya kandungan gizi, rasa, bentuk dan ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan militer mereka.

Cokelat jenis ini sebenarnya sudah diciptakan sejak tahun 1937 dan diproduksi oleh The Hershey Company. Cokelat ini sengaja diciptakan sebagai bahan makanan paling darurat untuk militer. Jadi kalau enggak gawat amat para militer diharapkan tidak makan cokelat ini. Supaya bisa jadi cokelat militer, cokelat ini harus punya empat persyaratan:

  1. Memiliki berat 4 ounce (112 gram)
  2. Mempunyai kandungan gizi yang tinggi
  3. Tahan segala temperature
  4. Rasanya sedikit lebih baik dari “kentang yang direbus”

 

Nah kalau yang rasanya harus sedikit lebih baik dari kentang yang direbus kurang tahu juga nih. Soalnya kalau saya makan kentang rebus biasa aja, enak aja tuh 😛

Tapi ternyata menurut mereka kentang yang direbus itu enggak terlalu enak. Gak tahu juga gimana cara mereka rebus kentangnya, makanya cokelat ini tidak harus dikonsumsi kecuali memang dalam keadaan terpaksa banget. Selain itu cokelat ini punya kandungan cokelat, gula, tepung gandum, lemak kakao, susu tanpa lemak dan perasa buatan. Hmm entahlah gimana rasanya, tapi kalau ngeliat kandungannya kayak begitu mungkin rasanya memang campur sari tapi menurut penelitian cokelat ini mampu menghasilkan kalori bagi para militer sebanyak 1800 kalori (7500 kJ).

Seiring waktu pembuatan cokelat militer ini mengalami kemajuan. Misalnya lemak kakao diganti dengan bubuk kakao dan ditambahkan perasa vanilla menyebabkan cokelat ini jadi lebih bisa dinikmati dan tidak terlalu berbeda dengan cokelat yang biasa kita nikmati saat ini.

Nah, kalau kita lihat sejarah cokelat militer seenggaknya kita harus bersyukur masih bisa pilih-pilih jenis cokelat yang kita suka. Tapi, meskipun suka makan cokelat tetap saja takarannya harus diperhatikan. Jangan terlalu banyak makan cokelat.


A/N: Dibuat untuk memenuhi challenge Cokelat di IOC Writing. Ziah~ aku udah beres ya. Tapi menarik juga sama tema cokelat ini. Kalau bukan karena searching mungkin gak pernah tahu ternyata ada yang namanya cokelat militer 😛