Jadi Sebenarnya

Seriously, tidakkah kau pikir ini keterlaluan? Ini sudah ke-378 kalinya dan mereka terus melakukan kesalahan yang sama! Ada apa sih dengan negara ini?”

“Pertama, Ya aku juga berpikir ini keterlaluan. Kedua, tidak ada yang salah dengan negara ini. Ketiga, kau terlalu berisik.”

Dua orang berpakaian serba hitam dari atas ke bawah melangkah dengan cepat. Pria pertama berwajah cukup tua, terlihat tenang. Sementara pria kedua berkulit hitam mengoceh dengan cepat bernada gusar.

“Kau tahu Kei, mungkin kita harus mulai memikirkan membuat les bahasa atau apa untuk mereka.” pria berkulit hitam membetulkan letak kacamata hitam miliknya. Matahari negara ini memang sangat terik dan dirinya mulai tidak nyaman dengan balutan setelan hitam tersebut. Pria tua yang disapa Kei hanya memutar bola matanya, tampak bosan.
“Kau tahu Jei, mereka tidak akan terlalu peduli dengan les bahasamu itu.”

“Mungkin kita bisa buat itu semacam hal yang wajib atau apalah.”

Kei mulai memandang rekannya, menatap tajam. “Kita akan bicarakan itu nanti setelah kita sampai di markas. Sekarang, mumpung kita ada di Indonesia mungkin kita bisa bertugas dan bersantai sedikit.”

Kedua pria itu melangkah memasuki warung kecil yang terletak tidak jauh dari pinggir jalan. Tulisan “Pisang Goyeng dan Bubul Cumcum” tertulis jelas di papan kayu yang dibuat seadanya, dipaku tepat dekat dengan pintu masuk warung.

“Monggo Pak, silahkeun-”

“Hai, Rie. Kau lumayan cepat beradaptasi di negara ini rupanya.” sapa Jei.

“Sampeyan elo kesini ngapain?”

“Wow, sabar kawan. Aku dan Kei hanya ingin lihat bagaimana keadaanmu dan… bahasamu sangat kacau dude.”

“Gue orang belajar dari rakyat sini.” si tukang warung membandel.  Kei hanya menggeleng sementara Jei hanya bisa terbengong.

“Yah, aku dan Kei pikir mungkin lebih baik mengajari kalian para alien berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kami akan mengutus seseorang kesini dan kalian akan didaftarkan untuk mengikuti pelajaran bahasa Indonesia dari markas cabang di negara ini. Deal?

Tukang warung itu hanya bisa merengut tapi tak mengucapkan apapun. Kei mengambil beberapa pisang goreng dan melahapnya sementara Jei mulai kehilangan kesabaran.

Ok dude. Kau akan mulai belajar bahasa Indonesia minggu depan. Perbaiki tulisan depan warungmu itu karena yang benar adalah Pisang Goreng dan Bubur Sumsum. Serta sembunyikan ekor alienmu itu.” Jei melangkah keluar diikuti oleh Kei yang telah meletakkan beberapa lembar uang Rupiah kepada si tukang warung.

“Ingat! Minggu depan! Belajar Bahasa Indonesia!” Jei berteriak sambil melangkah keluar warung.

“Ambil saja kembaliannya!” Kei ikut menaggapi.

***

Seriously, kenapa semua alien itu sengaja pergi ke Indonesia dan berjualan disana? Bahkan mereka menjual hal yang sama, Pisang Goreng dan Bubur Sumsum! Tidakkah kau pikir ini aneh Kei?” Jei mencak-mencak di mobil. Kei berkonsentrasi menyetir.

“Alien bangsa Sweetarian memang dikenal menyukai hal yang manis.”

“Tapi tidakkah kau pikir ini keterlaluan? Bubur Sumsum dan Pisang Goreng? Astaga! Bahkan mereka semua salah menulis dengan Pisang Goyeng dan Bubul Cumcum. Itu menggelikan!”

Jei tidak menjawab.

“Yah. Kupikir aku ingin beristirahat sekarang dan-” ucapan Jei terputus karena bunyi alarm pesan pada ponsel miliknya.

“Astaga! Tidak lagi!”

Kei melirik penasaran.

“Kenapa bangsa Sweetarian ini senang sekali dengan tulisan Picang Goyeng dan Bubul cumcum sih?” Jei mengacak rambutnya frustrasi.

“Kau tidak akan pernah tahu.” Kei menanggapi dengan kalem.


#Dibuat untuk malam narasi OWOP “Picang Goyeng dan Bubul Cumcum”
#saya tahu… ini comedy gagal kok :”(
#Jadi…kalau disekeliling kalian ada yang jualan “Picang Goyeng dan Bubul Cumcum, waspadalah! Siapa tahu mereka alien dan anggota Men In Black sedang mengawasi kalian XD

Advertisements

One thought on “Jadi Sebenarnya

  1. Naditaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!
    Sumpah sukak!!!!!

    Ini tulisan “picang goyeng dan bubul cumcum” yang paling kreatif dari semuanya. Wakakakaka
    Tulis lagi yang model2 begini yaaaa :))

    Salam cinta dari
    Nana
    #hoeks

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s