Matamu

Hijau.

Jika ada yang menanyakan kepada Sailor Venus mengenai warna kesukaannya, tanpa ragu tentu ia akan menjawab warna kuning keemasan. Warna yang melambangkan keagungan dan kejayaan planet kediamannya, Planet Venus. Akan tetapi dalam lubuk hatinya, ia akan menambahkan bahwa warna hijau juga menjadi warna favoritnya, walau hanya dalam hati.

Semua ini berkat Princess Serenity. Penerus Silver Millenium itu selalu mengendap-endap turun ke Bumi untuk menemui Prince Endymion. Karena Venus adalah pemimpin Millenium Guardian dan karena Princess Serenity berada dalam tanggung jawabnya, maka mau tak mau Venus selalu kebagian giliran untuk menarik paksa Serenity untuk kembali ke Istana Bulan.

Sebenarnya Bumi biasa saja bila dibandingkan dengan Bulan dalam segi teknologi. Tetapi Venus akui, bumi jauh lebih hijau dibandingkan semua planet manapun di tata surya ini, termasuk di planetnya sendiri, Planet Venus. Warna pepohonan hijau di Bumi memang sangat menyegarkan mata, rasanya Venus jadi paham mengapa Serenity selalu sembunyi-sembunyi turun ke bumi. Meskipun ada lagi satu alasan lain, mengapa ia sangat menyukai warna hijau.

Tidak sulit menemukan Serenity. Putri Bulan itu sedang bersama Prince Endymion.

Penduduk Planet Venus, termasuk Sailor Venus, adalah makhluk yang menganggap sakral perasaan cinta. Tidak sulit bagi Venus untuk melihat cinta yang bersemi diantara Serenity dan Endymion. Venus hanya bisa mengalah dan memilih menunggu Serenity tidak jauh dari sana, memastikan Serenity aman dalam jangkauan pengawasannya.

“Sunggu sulit mengawasi tuan putri yang sangat aktif.”

Tanpa perlu menoleh Venus mengenal suara itu. Atau lebih tepatnya, Venus tidak berani menoleh. Komandan tertinggi dari pasukan militer kerajaan bumi, Kunzite telah berdiri santai tidak jauh darinya. Venus hanya tersenyum sedikit.

“Tak masalah, lagipula aku bisa melindungi tuan putriku sekaligus menikmati angin bumi yang segar.”

“Kupikir kalian penduduk bulan jauh lebih menikmati segala kenyamanan kalian di bulan daripada di bumi ini,” itu adalah pertanyaan yang dibalut dengan pernyataan. Tipe khas Kunzite yang tidak mengungkapkan emosinya secara terang-terangan.

“Setiap orang berbeda,” Venus menjawab diplomatis.

“Hmm, dan bolehkah hamba mengetahui apakah yang disenangi oleh Princess Venus dari bumi ini?”

Venus menoleh, memandang Kunzite sementara pemuda itu hanya mengulum senyum menunggu jawaban.Venus terpaku, tak pernah sebelumnya gadis itu melihat sepasang kelembutan di mata pemuda itu. Venus kembali memandang Serenity dan Endymion di kejauhan sana, tak berani menatap sepasang mata hijau tersebut lebih lama.

“Hmm? Apakah hamba telah menanyakan pertanyaan yang salah?” Kunzite kali ini tidak menyembunyikan perasaan penasarannya.

“Aku menyukai warna hijau.”

“Maaf?”

Venus melangkah menjauhi Kunzite sementara komandan itu hanya berdiri mematung. Gadis itu kembali memandangi mata hijau Kunzite, melihat sepasang kehangatan di mata itu. “Jika lain kali aku datang lagi, bersediakah anda menunjukkan padaku tempat yang indah untuk menikmati pepohonan dan angin?”

Kunzite mematung, “Apakah itu ajakan kencan?”

“Karena aku ingin menikmati warna hijau itu lebih lama lagi,”

Venus bergegas  berlari menghampiri Serenity, meninggalkan Kunzite yang masih kebingungan dengan kalimat terakhir dari Venus.


 

# Untuk memenuhi IOC Writing Challenge: Cinta Musik Indonesia

#Ditulis dengan penuh perasaan error. Aduuhh… aku nulis apaan sih ini?

# Sailor Moon bukan punya saya tapi punya eneng Naoko Takeuchi. Dah aku mah apa atuh? Waktu komik ini lagi terkenal masih kecil banget.

# Lagu yang dipakai disini adalah Lagu Titi DJ – Matamu. Yang garis miring itu berarti lirik lagu yang dipake

Advertisements

2 thoughts on “Matamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s