Para Artemis dan Orion Mereka

Ini adalah tantangan membuat Script Movie Blog Tour, nama saya Nadita. Untuk memahami jalan ceritanya silahkan membuka link dibawah ini

Episode 1 : Terkuncinya Para Pengunci

Episode 2 : Permainan (akan) Dimulai

Episode 3 : Detik Detik Kematian Radian


 

Cerita sebelumnya:

Dru, Ar, Jan dan Wid berpacu dengan waktu jika tidak ingin Rad mati. Dru berusaha menghubungi adiknya untuk memecahkan kode chipertext untuk menyelamatkan nyawa mereka semua.


 

INT. Ruangan Kamar Rei

SFX. Ting. Tanda pesan masuk.

Rei: YES! Rekor tertinggi! Yuuuuhuu! Ok, next game!

SFX. Ting. Tanda pesan masuk.

SFX. Bunyi game permainan mendominasi ruangan.

Dru: Dammit, Rei! Berhentilah memainkan game sialmu itu dan lihat facebookmu!

Rei tidak mendengar maupun tidak melihat Dru.

SFX. Ting. Tanda pesan masuk.

Dru: Dammit! Rei-

 

CUT BACK TO

INT. Ruang gelap penuh tabung

Dru terbangun dengan kaget. Tubuhnya tersengat listrik bertegangan tinggi. Dru berteriak kesakitan

Al: Sudah terbangun dari tidur cantikmu itu? (menyeringai)

Dru: Bangsat kau Al! Kenapa kau bangunkan aku? (terengah kesakitan)

Al: Karena kau sudah tidur lebih dari delapan jam, sayang.

Wid: Bangsat kau Al! Maksudmu kami juga tidak boleh tidur? Apa pedulimu kalau kami tidur lebih dari delapan jam dalam tabung sialan ini? Kau mengharapkan kami melakukan apa? (memukul tabung)

Al: Ck ck ck sayangku~ aku perhatikan bahasa kalian semakin kasar. Tolong gunakan bahasa yang baik~

Wid: Persetan dengan bahasa! Keluarkan kami sekarang!

Al: (tertawa sinis) Tentu aku akan mengeluarkanmu sayang~ segera setelah adik dan anak kalian memecahkan sandi itu (berjalan keluar ruangan)

Al: Dan kuingatkan pada kalian, kalian hanya bisa tidur selama delapan jam dalam satu hari. Lebih dari itu… (nada menggantung lalu tertawa sambil keluar ruangan).

Dru, Ar, Jan dan Wid saling berpandangan dari dalam tabung.

Dru: Berapa lama aku tertidur?

Ar: Kau bertanya pada kami? (nada sinis)

Wid: Lupakan itu. Bagaimana? Kau berhasil menghubungi adikmu?

Dru: Anak payah itu sama sekali tidak menanggapi pesan yang kutinggalkan!

Wid: Apa maksudmu?

Dru: (menghela napas) Aku gagal.

 

INT. Ruangan Kamar Rei

Rei: (meregangkan tubuh) Ya ampuun~ capek banget. Kurasa besok saja-(ucapan terpotong)

OS. Suara gedoran pintu keras

Rei keluar dari kamarnya, membuka pintu untuk tamu.

Tamu 1: Anda yang bernama Rei?

Rei: (mengernyit) Bisa dibantu?

Tamu 2: Apakah anda yang bernama Rei? Adik dari Nona Drupadi?

Rei: (bersender ke pintu sambil menyilangkan dada) Kalau dia masih menganggapku adik masih bisa dibilang begitu.

Tamu 1 dan Tamu 2 berpandangan sesaat.

Tamu 1: Kami perlu membawa anda ke tempat yang aman.

Rei: (memutar mata) kali ini apalagi yang sudah dilakukan oleh kakakku yang pintar itu?

Tamu 2: Nona Drupadi menghilang sejak satu bulan yang lalu dan kami tidak bisa menghubunginya. Anda adalah salah satu orang yang bisa menolong Nona Drupadi.

Rei: (tertawa keras) Kakakku yang hebat itu memangnya terlibat masalah apa? Terlalu sulit hingga akhirnya dia memohon bantuan dariku?

Tamu 1: Jika anda tidak ikut kami dengan sukarela- (ucapan terpotong).

Rei: Maaf ya, apapun urusan kakakku yang hebat itu aku tidak mau turut campur.

Tamu 1 dan Tamu2 berpandangan sesaat. Membekap Rei, menyeretnya ke dalam mobil berwarna gelap.

 

INT. Ruang bercahaya sedang dengan meja panjang dikelilingi banyak kursi. Di depannya terdapat layar monitor raksasa

Beberapa petugas dengan baju preman membawa tiga orang dengan kain hitam menutupi kepala memasuki ruangan. Mendudukan tiga orang ke kursi, melepas kain kepala.

Cynthia (Cyn): (terbatuk, menatap sekeliling ruangan dengan liar, wajah ketakutan)

Joe: Hei! Apa-apaan ini?! Lepaskan kami!

Rei: (duduk bersender di kursi, tangannya terlipat di dada, menatap sekeliling ruangan dengan tenang.

Wijaya (Wij): Diam! Kami membawa kalian kesini karena kami tak punya pilihan lain!

Rei: (mendengus, memutar mata bosan)

Cyn: (terisak)

Joe: Apa yang kalian inginkan?

Wij: (menekan tombol remote)

Monitor Raksasa menampilkan sebuah video. Pria setelan putih dan topeng tampil di video.

Pria Bertopeng: Selamat malam para Pengunci. Hmm, haruskah kusapa kalian dengan sebutan Hera, Ratu para Dewa Olympeus yang sangat angkuh? Dan aku yakin, kalian pasti akan mengumpulkan mereka semua yang mendapatkan kode untuk membebaskan teman kalian. Hmm, ini memalukan tapi aku tak tahu nama mereka semua, mungkin aku akan menyapa kalian dengan nama Artemis.

SFX. Gebrakan meja 

Joe: (berdiri dari kursi) Apa-apaan ini?

Wij: Diam dan tonton saja!

Joe: (duduk, wajah merengut)

Pria Topeng: Aku yakin kalian para Artemis dibawa ke suatu tempat secara paksa tanpa dijelaskan apapun (tertawa sinis). Perkenankan aku menjelaskannya pada kalian. Saya adalah salah seorang dari pihak Penggagas, sementara kalian para Artemis berada di area milik Sang Pengunci.

Joe, Rei dan Cyn saling memandang bingung.

Pria Topeng: Biar aku jelaskan kepada kalian para Artemis, bahwa kami telah menyekap para Kakak dan Orang tua kalian di tempat kami (video menampilkan Ar, Dru, Wid, Jan dan Rad dalam tabung tanpa suara).

Rei: (mengernyit)

Joe: (mulutnya menganga)

Cyn: (memekik)

Pria Topeng: (mengangguk) Mungkin kalian penasaran, mengapa famili kalian yang notabene orang biasa harus dikunci seperti ini. Sayangnya, mereka semua bukanlah orang biasa, Artemisku tersayang.

Joe: A-( terpotong, menoleh ke Wij)

Wij: (menatap tajam video)

Pria Topeng: Begini sayangku, mereka (menunjuk Ar, Dru, Wid, Jan dan Rad) adalah apa yang disebut Pengunci. Mereka adalah agen rahasia dunia yang dilatih dan ditugaskan untuk menyembunyikan kebenaran sejarah dunia yang tidak menguntungkan pihak pemerintah.

Rei, Joe, Cyn terpaku menatap video.

Pria Topeng: (mengangguk puas) Mengejutkan bukan? Masalahnya adalah, para pengunci ini sangat bodoh. Mereka bersedia menyembunyikan kebenaran sejarah daripada membukanya dan menyebarkannya pada dunia. Bayangkan jika kebenaran itu terungkap, dunia mungkin akan menjadi lebih baik. Akan ada kekacauan, tetapi pihak-pihak tertentu akan mengalami kejayaan, sebut saja negara tertentu atau mungkin… agama tertentu? (senyum licik)

Pria Topeng: Sayangnya, orang-orang ini (melihat Ar, Dru, Wid, Jan dan Rad) berusaha menghalangiku. Apa boleh buat, terpaksa aku menangkap mereka semua. Tapi… aku berpikir, jika kalian para Artemis ingin menolong mereka semua, aku sudah menyediakan petunjuk keberadaan mereka.

Pria Topeng menghilang dari video. Deretan huruf tampil.

XINF QZCO RUEZ

Joe, Rei, Cyn mengamati deretan huruf itu dengan serius.

Pria Topeng kembali muncul dalam Video.

Pria Topeng: Itulah Artemisku. Jika kalian berhasil memecahkan kode itu, maka kalian akan menemukan petunjuk keberadaan mereka semua, Para Orion (nada sinis). Aku akan memberi kalian waktu sepuluh jam dimulai dari jam 10 malam.

Joe, Rei, Cyn melihat arloji mereka.

Pria Topeng: Hanya sepuluh jam sayangku, tidak lebih. Aku punya 17 orang Pengunci disini dan akan membunuh mereka satu persatu setiap 10 menit keterlambatan kalian.

Wij: Keparat!

Pria Topeng: Satu nasihat terakhir untuk kalian semua para Artemis. Jika kalian kesulitan untuk menemukan para Orion kalian, tataplah langit, semoga itu akan membantu (tawa keji, video mati).

Joe, Rei, Cyn saling pandang dan melihat Wij.

Wij: Apa yang kalian lihat? Segera tolong mereka semua! Pecahkan kode itu!

Rei: Aku menolak menolong Drupadi!

Joe dan Cyn memandang Rei.

Wij: Apa katamu? Kau tidak lihat video tadi? Dia akan membunuh semua orang, kakakmu mungkin juga akan dibunuh!

Rei: Kalian menculik, menyekap lalu memaksaku untuk memecahkan kode ini. Apa kalian gila? Apa yang terjadi pada Drupadi itu adalah resikonya sendiri. Kalau dia memang harus mati biarkan saja!

Wij: (mencengkram kerah Rei) Bangsat! Kau tak tahu apa yang kau katakan!

Rei: Aku tahu! Drupadi begitu, Drupadi begini! Merasa sombong karena dia sangat berbakat dan terus-terusan merendahkanku. Tidak salah kalau kukatakan kali ini dia mendapat karmanya!

SFX. Suara tonjokan keras.

Wij: Bedebah!

Rei (darah mengalir dari sudut bibir, terkekeh) Kenapa kau semarah ini? Kau jatuh cinta pada Drupadi?

Wij: (menoleh pada Joe dan Cyn) Kalian berdua! Katakan sesuatu pada bedebah ini! Apa kalian tidak mau menyelamatkan ayah kalian?

Joe: (melipat tangan di dada) Kenapa harus? Ayahku yang memutuskan untuk bekerja seperti ini kan? Inilah resikonya.

Cyn: (diam, wajahnya tidak nyaman) Aku bahkan sudah lupa seperti apa wajah ayahku.

Wij: Kalian, astaga ada apa dengan anak-anak ini?

Joe: (mendekati Rei, mengulurkan tangan) Kami memang bilang tidak mau menyelamatkan mereka, tapi kami tidak bilang kalau kami tidak akan memecahkan kode itu kan?

Wij: (wajah kaget)

Rei: (menyeka darah) Kami akan memecahkan kode itu, sisanya pekerjaan kalian. Deal?

Joe: (membenarkan letak kacamatanya)

Wij: Kalau begitu tunggu apa lagi? Pecahkan kodenya! Sebentar, akan kuputar ulang-(terpotong)

Cyn: (mengeja) XINF QZCO RUEZ

Joe, Rei, Wij memandang Cyn heran.

Cyn: Itu kodenya. XINF QZCO RUEZ.

Wij: Bagaimana?

Cyn: Aku memiliki ingatan fotografis. Apapun yang kulihat dan kudengar walau hanya selintas pasti akan terus terekam dalam memoriku.

Joe, Rei, Wij tersenyum puas.

Wij: (gumam) Mungkin mereka bisa diharapkan.

Rei: Ayo kita pecahkan kode itu!

Joe dan Cyn tersenyum dan mengangguk setuju.

 

to be continued…


 

Cerita selanjutnya akan dibawakan oleh Nana

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Para Artemis dan Orion Mereka

  1. Evnaya Sofia says:

    Makin ke sini makin greget yaaa. Dan itu artinya makin banyak yang harus kupelajari. >,<

    Good job, Mbak Naditaaa. Suka bagian petunjuk untuk melihat langit~ kkk

    Liked by 1 person

  2. Evnaya Sofia says:

    Makin ke sini makin greget yaaa. dan itu artinya makin banyak yang harus kupelajari. >,<

    Good job, Mbak Nadita. Suka bagian petunjuk untuk melihat langit, kkk~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s