[Fanfic] Sahur Pertama di Hogwarts

Harry Potter mengerjapkan matanya sementara Ron Weasley menguap, mereka masih mengenakan piyama. Hari ini adalah hari pertama puasa di Hogwarts. Semalam sebelumnya mereka semua telah melakukan Shalat Tarawih yang dipimpin Profesor Dumbledore, yang mengumumkan bahwa makan sahur akan dilaksanakan di aula besar dari pukul tiga pagi hingga satu menit sebelum azan Subuh.

Aula besar sudah cukup ramai, para profesor duduk di kursi tinggi, menyantap sahur masing-masing. Para murid tidak berisik seperti biasa yang mereka lakukan di jam makan. Mereka memilih berbisik-bisik -masih mengantuk, yang sesekali ditingkahi denting garpu atau pisau.

“Hermione, kapan kau di- di-” ucapan Ron terpotong kuap kantuk. Hermione mengernyit sedikit.

“Hermione! Jangan katakan kau tidak tidur semalaman!” Harry memperhatikan bawah mata Hermione yang menghitam.

“Jangan konyol Harry! Tentu saja aku tidak terjaga sepanjang malam!” Hermione menarik gelas berisi es teh miliknya dan meneguk cepat.

“Hermione! Kupikir kau tahu bahwa tidak baik untuk minum minuman dingin di sahur begini!” Ron menatap Hermione tak percaya, roti bakarnya tergeletak terlupakan. Harry juga menatapnya, tangannya terjulur meraih bubur hangat dan berusaha meneguk teh manis hangat miliknya sendiri.

“Oh Ron! Apa urusanmu sih kalau aku minum es di saat sahur begini?”

“Apa yang kau makan? Bubur?” Harry menatap piring Hermione yang telah kosong, berusaha melerai agar tidak terjadi perdebatan.

“Es teh dan roti bakar.” Harry mengernyit sementara Ron ternganga tidak percaya.

“Ya, Harry?”

“Hermione, kau Ok?”

“Omong kosong, tentu aku baik-baik saja.”

“Er…Hermione, apa kau sedang berpuasa sekaligus diet?” Kentara sekali Ron bertanya takut-takut. Akhir-akhir ini Hermione cenderung selalu meledak jika berkaitan dengan masalah berat badan dan diet. Akan tetapi Hermione sudah melempar tatapan tajam.

“Well Hermione, kalau kau tidak mau makan banyak bisa kusarankan kau minum dan makan sahur ditambah sedikit buah kurma.”

Hermione dan Ron menatap Harry dengan serius.

“Itulah yang dilakukan keluarga Dursley padaku. Lagipula buah kurma itu lumayan kok. Memang kecil tapi kau seakan punya tenaga ekstra untuk menjalani hari puasamu.” Harry mendorong mangkuk buburnya yang sudah kosong dan meraih beberapa butir kurma.

Ia memakan semua kurma itu, mengeluarkan biji kurma dan meneguk air untuk membersihkan mulutnya. Harry menatap mereka berdua dan hanya mengangkat bahu.

Hermione meraih kurma dan mencicipinya, terasa manis. “Rasanya manis. Tentu saja, rasa manis akan memberi tenaga bagi tubuh.”

“Dan masih banyak lagi manfaat buah kurma, hanya saja aku-“

“Kurasa lebih baik aku mencarinya di perpustakaan.” Hermione langsung bangkit dan berlari tergesa.

“Oi! Ya ampun! Ciri khas Hermione, langsung ke perpustakaan.” Ron berusaha meraih buah kurma akan tetapi tiba-tiba saja semua makanan menghilang dari meja.

“Waktu sahur telah selesai. Silahkan kalian kembali ke asrama untuk bersiap-siap melaksanakan Shalat Subuh.”

Ron memasang wajah ngeri. “Aku belum sahur!”

Harry hanya bisa memasang wajah kasihan.


A/N: Dari dulu pingin banget bisa nulis Harry Potter versi puasa, untung momennya pas. Selamat menunaikan Ibadah Puasa~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s