Kandidat Pertama

Rules Gentleman No 3

You have two ears and one mouth for a reason


“Mengerikan… sungguh mengerikan.”

Primrose berusaha keras untuk tidak memutar bola matanya dan mengernyitkan alis. Bahkan gadis itu berusaha sangat keras untuk tidak menghembuskan napas bosan.

“Nah Lady Primrose, saya mendapat kehormatan besar diperbolehkan untuk bertemu dengan anda. Sudah sejak lama saya ingin bertemu dengan Anda. Tapi mengingat, ah, kasus mengerikan itu saya rasa saya tidak boleh egois bukan?”

Primrose MASIH berusaha tidak memutar bola matanya. Duh Tuan Muda, memangnya anda tidak merasa pertemuan ini berkat keegoisan anda? Kurang lebih begitulah jerit hati Primrose.

Duke Arthur William Percival Harford. Salah satu dari tiga bangsawan muda yang memaksa untuk bertemu dengan Primrose.

Secara fisik sebenarnya Duke William bisa dikatakan lumayan tampan. Apalagi dari segi harta dan jabatan, tentu tidak perlu ditanyakan lagi. Hanya saja Primrose punya alasan kuat untuk tidak menyukai Duke muda satu itu. Dan alasannya adalah-

“Mengerikan… sungguh mengerikan bukan?”

Ingin sekali Primrose lari ke dinding terdekat dan menjedutkan kepalanya berulang kali. Kalau kau hanya tertarik pada penampilan luar yang menarik, mungkin Duke William bisa masuk dalam pertimbangan. Tapi untuk menjadi teman berbincang? Well, sebaiknya anda pikir-pikir terlebih dahulu.

Batuk kecil terdengar, menyadarkan imaginasi Primrose- yang berimaginasi menjedutkan kepalanya di dinding. Sang Kepala Pelayan memberi isyarat agar Primrose mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang diceritakan oleh Sang Duke muda.

Primrose mengeluh dalam hati. Ayolah, saat ini gadis itu benar-benar merasa bosan. Ia butuh teman bicara yang menyenangkan, bukan seorang Duke yang membosankan!

“Mengerikan… sungguh mengerikan. Kasus penculikan itu sangat mengerikan. Untunglah anda tidak terluka Milady.”

Primrose hanya bisa mengangguk pasrah. Yah, memangnya apalagi yang bisa dia lakukan?

“Mungkin anda bisa menceritakan pengalaman anda saat diculik oleh pencuri itu Lady?”

Primrose baru saja membuka mulut, hendak membantah bahwa Gentlemen Thief yang menculiknya.

“-ah tidak…. tidak. Itu mengerikan, sangat mengerikan. Walau tentu saja saya sangat penasaran dengan cerita anda.”

Primrose benar-benar merasa malas sekarang. Ia ingin pertemuan ini berakhir secepatnya.

“Tapi tentu saja. Bagaimana kalau kita bertemu lagi lain waktu? Dan anda bisa menceritakan pengalaman anda.”

Primrose membelalakkan matanya, bertemu lagi dengan Duke William? Pasti akan sangat mengerikan. Memikirkannya saja Primrose sudah bergidik ketakutan.

“Baiklah, saya rasa saya akan pamit sekarang. Tidak baik bagi saya untuk mengambil waktu anda terlalu banyak bukan? Sampai jumpa lagi Milady Primrose.”

Duke William mengecup punggung tangan Primrose dan kemudian menghilang dari pandangan. Primrose memastikan Duke William sudah tidak terlihat lagi dan akhirnya mengelap tangannya yang dikecup Duke William ke bagian belakang gaunnya.

“Jadi bagaimana kesan anda terhadap Duke William, Lady Primrose?” Pertanyaan konyol sebenarnya, tetapi Kepala Pelayan merasa harus menanyakannya.

Primrose menggeleng-geleng, “Mengerikan… sungguh mengerikan.”

#I Must Write Something

A/N: Yahh…… mengerikan… sungguh mengerikan XD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s