Air

“Ayah, buku ini aneh deh,”

Aku menghentikan pekerjaanku dan menoleh kepda putriku. Ia sedang duduk di puing-puing dan aku bekernyit, “Sayang, jangan duduk disana!”

“Tapi ayah, buku ini beneran aneh!”

Aku menghela napas dan mengampiri putriku. Sebelumnya aku  memastikan putriku itu tidak menduduki paku, kawat besi atau yang lainnya. Kulihat selintas putraku sedang bermain dengan puing yang berbentuk aneh. Bibirnya menggumamkan bunyi brrr…brrr.. dan puing itu diterbangkan layaknya pesawat.

“Apa yang aneh, sayang?”

Putriku menunjuk satu baris kalimat dari satu buku cerita yang ditemukannya. Hmm… aku tidak ingat pernah membeli buku ini untuk putriku.

“Lihat deh Ayah, bukunya salah. Masa disini dibilang air sungai itu warnanya bening. Lucu ya?”

Aku mendesah, tentu saja putriku tidak tahu. Putri kecilku ini baru berumur lima tahun.

“Dulu air sungai memang warnanya bening, sayang,”

“Ayah bohong!”

“Memangnya ayah pernah bohong?”

Putriku merengut bingung, “Enggak pernah sih. Tapi aku selalu lihat air sungai sama air laut warnanya merah. Eh, kecuali air hujan deh, warnanya bening,”

Aku kembali mendesah. “Dulu air sungai, air laut dan air hujan semuanya berwarna bening, sayang,”

“Kok bisa berubah warna sih airnya, yah?” Putriku mulai menunjukkan binar semangat. Sekilas kulirik putraku yang masih bermain di sudut ruangan. Sepertinya ia menyerah bermain pesawat-pesawatan dan mulai mengutip beberapa puing berukuran kecil.

Hah, aku harus bilang apa kepada putri kecilku ini? Warna air di permukaan bumi berubah dari bening menjadi merah sejak tujuh tahun yang lalu. Peperangan yang terus terjadi berpuluh tahun, yang kuat menindas yang lemah, pemimpin yang zhalim, bahkan aku tidak mampu lagi mengucapkan kealphaan manusia yang sepertinya telah melupakan Tuhan. Tiba-tiba saja, tanpa peringatan semua air di muka bumi ini berubah menjadi warna merah sepekat darah.

Kami tak mampu lagi memanfaatkan air sebagaimana mestinya. Jika meminum air merah itu, bisa dipastikan pasti akan langsung jatuh sakit. Jika digunakan untuk mencuci bisa dipastikan akan merusak barang tersebut, tidak peduli barang tersebut terbuat dari logam maupun kayu.

Kami hanya bisa memanfaatkan air hujan, menampung mereka sebanyak mungkin untuk digunakan sebagai minum dan wudhu.  Hanya sebagai minum dan wudhu saja karena kami tidak bisa memboroskan air. Hujan hanya turun sebulan sekali – Allah menunjukkan kuasaNYA – dan kami tidak bisa memboroskan air untuk hal-hal yang tidak penting. Bahkan untuk mandi kami harus menunggu hujan turun terlebih dahulu. Membiarkan rintik hujan membersihkan diri kami sembari menampung air maupun melakukan hal lain untuk memanfaatkan hujan. Kami tidak bisa memanfaatkan air hujan yang telah terjatuh ke bumi, karena entah bagaimana air hujan yang menyentuh bumi langsung berubah menjadi merah.

Putriku menarik bajuku, menyadarkanku dari lamunanku. “Ayo ayah, kenapa air jadi berubah warnanya?” rengek putri kecilku itu.

Aku hanya tersenyum dan mulai menggendongnya, “Allah ingin kita terus mengingatNYA, makanya Allah merubah warna air dari bening menjadi merah,” kucium pipi putriku. Putriku terkikik.

“Allah baik ya ayah. Mungkin Allah ganti warna air supaya kita enggak bosan,” celetuk putriku. Aku hanya tersenyum sambil menghampiri putraku.

Tiba-tiba saja kilat menggelegar disusul bunyi guruh. Langit tampak mendung, sepertinya hujan akan turun.

“Ayo sayang kita pulang, sebentar lagi mau hujan,”

Putriku mengangguk semangat sementara putra kecilku masih menatap semangat puing-puing berbentuk aneh. Kugendong putraku itu dan kugandeng putriku, berhati-hati agar tidak tersandung puing-puing runtug bangunan.

“Aku mau mandi. Allah tahu aja kalau badanku udah gatel, ya Ayah!”

Aku hanya bisa tersenyum miris.


A/N: Ini apaaannnnnn???? dibuat dalam keadaan ngantuk, mana temanya sedih banget. Stress deh nulisnya, gaje beud :V Malam Narasi OWOP emang suka sesuatu banget kalo ngasih tema

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s