Dansa

A/N: Writing Project untuk PON 2016: MSCS emang sih PON udah selesai. Tapi bolehlah ikut memeriahkan suasana dengan bikin fanfic Pride and Prejudice. Ngambil temanya olahraga dansa. Olahraga dansa dan dansa yang dipakai disini beda sih. Tapi yang penting namanya dansa. Jadi bodo amatlah :v

Disclaimer: Pride and Prejudice punyanya Jane Austen. Kalau bukan beliau yang bikin mungkin Mr Darcy gak bakalan sekeren itu. Berusaha sedekat mungkin menggunakan gaya bahasa yang sama. Tapi mungkin failed :v


“Miss Elizabeth, sudikah kiranya kau berdansa denganku?”

Saat itu adalah pesta dansa yang sudah ditunggu-tunggu di Netherfield. Elizabeth yang berpakaian rapi dan mengira akan merasakan semangat yang meluap terpaksa menahan rasa kecewa. Gadis itu berusaha memandang sekeliling dan meyakinkan diri bahwa Tuan Wickham tidak muncul di pesta dansa. Kecurigaannya beralih kepada keberadaan Tuan Darcy yang saat ini menawarinya untuk berdansa – keengganan Tuan Wickham untuk datang ke pesta kemungkinan dikarenakan keberadaan Tuan Darcy.

Tawaran Tuan Darcy tidak menyebabkan perasaan Elizabeth membaik. Sebaliknya, gadis itu merasakan perasaan tidak suka dan berlalu dari tempat itu dengan rasa gusar. Meninggalkan tawaran dansa dari Tuan Darcy dan perasaan terkejut Charlotte Lucas atas perilaku tak sopan sahabatnya itu. Sesaat Elizabeth bisa melihat raut datar Tuan Darcy dan Charlotte Lucas yang berusaha menutupi ketidaksopanannya.

Namun malam pesta dansa Netherfield itu tak mampu membuat Elizabeth terus merasakan perasaan gusar dan kecewa. Charlotte Lucas – yang menegurnya untuk perbuatannya yang mengesalkan – meyakinkan Elizabeth bahwa ia harus menikmati pesta itu untuk mengalihkan pikiran dari Tuan Wickham. Elizabeth yang setuju dengan nasihat sahabatnya itu mulai menampilkan raut wajah menyenangkan. Tak lama kemudian satu – dua tawaran dansa berdatangan, meski tidak berasal dari pihak yang diharapkan.

Tuan Collins dengan canggung meminta Elizabeth untuk berdansa dengannya. Gadis itu hendak menolak tapi Charlotte Lucas menatap Elizabeth dengan pandangan menegur. Hal yang tidak sopan bahkan memalukan jika seorang wanita menolak tawaran berdansa. Dengan enggan Elizabeth menerima tawaran Tuan Collins.

Dansa itu berjalan dengan memalukan. Tuan Collins bukanlah pasangan yang diharapkan untuk berdansa. Pembawaannya yang kaku dan serius menyebabkan dansa itu tidak begitu menyenangkan dan berjalan membosankan. Elizabeth sungguh merasa malu dan merasa senang saat terbebas dari pria itu.

Pasangan dansa kedua Elizabeth adalah seorang perwira. Dansa kali ini cukup menyenangkan karena perwira itu menceritakan berbagai hal yang menarik, termasuk Wickham yang disukai oleh semua orang. Elizabeth berbincang dengan semangat dengan perwira itu. Akan tetapi saat dansa berakhir dan perwira itu bermaksud meminta berdansa kembali dengan Elizabeth, gadis itu menolak dan duduk disebelah Charlotte.

“Apa kau mulai menikmati malam ini?”

“Dansa pertamaku mungkin tidak semenyenangkan yang aku kira. Tapi aku yakin aku bisa menikmati pesta ini pada dansa keduaku.”

“Apa yang kalian bicarakan?”

“Tidak banyak. Tapi aku yakin perwira itu sama menariknya dengan Tuan Wickham.”

Musik dansa kembali dimainkan. Elizabeth dan Charlotte akan memulai pembicaraan yang seru pada saat Tuan Darcy kembali mendekati Elizabeth. Gadis itu terkejut saat Tuan Darcy kembali memintanya berdansa. Elizabeth berpikir Tuan Darcy pasti memiliki suatu maksud tertentu untuk memintanya berdansa. Gadis itu yakin karakter Tuan Darcy bukanlah karakter yang memaafkan terutama atas perilaku tidak sopan yang telah ia lakukan. Charlotte berbisik kepada Elizabeth untuk menjaga sikapnya dan tidak membiarkan perasaan Elizabeth kepada Wickham menjadi penyebab sifat tidak menyenangkannya pada Tuan Darcy.

Elizabeth menerima tawaran Tuan Darcy dan mereka menempati ruang di lantai dansa. Gadis itu tidak menyembunyikan perasaan herannya atas perilaku Tuan Darcy akan tetapi memutuskan untuk tidak bertanya. Perasaan heran tidak hanya tampak dari Elizabeth tapi juga tampak pada seluruh tamu pesta dansa, mengingat selama ini Tuan Darcy tidak tertarik untuk meminta seorang gadis berdansa dengannya.

Mereka berdansa dalam diam. Elizabeth yang merasa yakin bahwa dansa ini akan mengalami kebisuan memilih memanjakan pikirannya dengan mengulang langkah dansa.

Lambat – lambat – berputar – berpegangan tangan – lambat  – lambat.

Pikiran itu tidak bertahan lama karena Elizabeth merasa bingung dengan tatapan Tuan Darcy. Gadis itu memberanikan diri untuk membicarakan hal-hal yang ringan. Akan tetapi Tuan Darcy hanya menjawab dengan seperlunya dan dansa itu kembali menjadi bisu.

Lambat – lambat

Elizabeth berputar mengulurkan tangannya yang disambut oleh Tuan Darcy. Pria itu tidak berusaha membuat dansa itu menjadi menyenangkan. Elizabeth terpaksa menahan rasa kecewanya dan mengingat kembali langkah dansanya. Akan tetapi kebisuan itu tak tertahankan sehingga Elizabeth berkeras agar Tuan Darcy membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan dansa.

Berputar – berpegangan tangan – lambat

Dengan susah payah akhirnya Tuan Darcy membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan dansa. Elizabeth menukas tajam segala pendapat pria itu dan menekankan keadaannya dengan Wickham. Tuan Darcy yang kelihatan jelas sekali tidak ingin membicarakan topik itu kembali berdiam diri. Meninggalkan Elizabeth dengan perasaan sedikit puas karena memojokkan pria itu.

Musik dansa hampir berakhir. Elizabeth meneruskan dansa yang sempat diganggu oleh Tuan William. Perhatian Tuan Darcy kini terpecah kepada Jane dan Tuan Bingley. Elizabeth yang merasakan perhatian terpecah itu melanjutkan dansa dengan tidak bersemangat.

Lambat – lambat – berputar – berpegangan tangan – lambat  – lambat

Elizabeth bernapas lega. Musik dansa telah berakhir dan ia memberi hormat kepada Tuan Darcy. Pria itu juga melakukan hal yang sama dan akhirnya berpisah dalam diam, masing-masing merasa tidak puas.

Malam dansa yang seharusnya menyenangkan di Netherfield akhirnya rusak oleh keberadaan Tuan Darcy. Elizabeth meyakinkan dirinya untuk tidak berurusan sama sekali dengan pria itu. Saat gadis itu membalikkan diri Nona Bingley mendekati Elizabeth dengan nada suara yang meremehkan.

Elizabeth benar-benar merasa malam ini adalah malam yang kacau.


A/N: Selesai…. huhu nona Jane Austen, maafkan diriku yang telah merusak karya hebatmu :”v

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s