Bubur Cinta Untuk Kamu

congee-recipe

A/N: Dibuat untuk IOC Writing: Sarapan Yuk! Judulnya apa banget tapi ya sudahlah… saya lagi gak punya ide judul, cuma lagi ngebet nulis ide cerita. Duh… jadi pingin makan bubur ayam depan komplek rumah. Apalagi sama sambelnya~ duh udah ngiler.


Syu Lan sedang repot di dapur sekarang. Suaminya, En Lai sedang sakit dan terkapar di dipan, tak bisa bergerak. Mengerang kepalanya pusing dan tidak punya nafsu makan. Kemarin malam Tabib sudah memeriksa suaminya dan menyatakan suaminya terlalu kelelahan bekerja. Hal yang normal mengingat provinsi Guizhou saat ini mengalami masa sulit, semua orang merasa kelaparan. Bahkan untuk menghilangkan rasa lapar, terpaksa penduduk menelan rumput maupun dedaunan dari pohon.

Beruntung Syu Lan menyimpan beberapa genggam beras. Beras itu adalah beras yang diterimanya sebagai berkat saat pernikahan mereka tiga bulan yang lalu. Sebenarnya Syu Lan ingin menyimpan beras itu untuk tahun baru yang sebenarnya masih lama, enam bulan lagi. Tapi melihat suaminya terkapar tak berdaya seperti itu mau tak mau Syu Lan mengeraskan hati dan memasak bubur nasi untuk suaminya.

Semalaman nasi yang ia masak di kuali telah berubah menjadi bubur. Syu Lan juga meminjam segenggam garam dari tetangganya yang baik hati. Syu Lan berjanji akan membalas kebaikan mereka suatu saat nanti.Istri muda itu mencicipi buburnya, rasanya sudah lumayan enak.

Wanita muda itu buru-buru mengambil potongan bambu muda yang sudah ia rebus lunak. Tadi pagi Syu Lan diam-diam pergi ke hutan dan memotong bambu muda. Syu Lan merasa agak bersalah. Suaminya sudah melarangnya untuk masuk ke hutan sendirian, tapi Syu Lan ingin suaminya cepat sembuh. Hanya memakan bubur beras saja tidak mungkin bisa membuat suaminya cepat sembuh, karena itu Syu Lan diam-diam pergi ke hutan. Lagipula ia tidak masuk terlalu jauh kok. Syu Lan memetik banyak tumbuhan, jamur dan memotong beberapa bambu muda. Setidaknya untuk beberapa hari kedepan ia tidak perlu masuk lagi ke hutan.

Syu Lan menuangkan bubur ke dalam mangkuk kayu. Menaburkan potongan bambu muda beserta daun bawang. Sebenarnya akan lebih baik jika ada potongan daging atau telur seribu tahun diatas bubur itu. Syu Lan menggeleng keras, lebih baik ia bersyukur dengan apa yang ia miliki dibandingkan berandai-andai.

Ia mengangkat nampan mangkuk bubur beserta cawan berisi air panas. Diletakkannya perlahan di meja bundar, Syu Lan membangunkan suaminya yang sedang mengerang kesakitan. Ia tidak tega tapi En Lai harus makan supaya bisa memakan obat dari tabib. Perlahan Syu Lan menyuapkan bubur kepada En Lai.

En Lai menatap lirih istrinya, bahkan dengan tatapan meminta maaf. Syu Lan hanya tersenyum tipis. En Lai tahu kalau istrinya sudah bersusah payah memasak beras yang ingin sekali disimpan Syu Lan hingga tahun baru nanti. En Lai tahu istrinya bersusah payah berjalan selama dua jam untuk meminjam segenggam garam kepada tetangganya. Syu Lan juga tahu istrinya diam-diam mengendap ke hutan padahal ia sudah melarangnya kesana. Tapi En Lai hanya terdiam, berterima kasih kepada langit karena menganugerahinya istri yang begitu mencintainya. Karena itu En Lai memakan bubur itu dengan penuh rasa terima kasih.

Saat Syu Lan menyuapkan obat, En Lai menerimanya tanpa banyak protes. Padahal obat itu pahit luar biasa.

“Kau sudah makan bubur ini?”

Syu Lan menatap En Lai ragu dan mengangguk. “Aku sudah makan bubur ini,” gumam Syu Lan pelan.

En Lai tersenyum. Ia tahu Syu Lan berbohong, tapi biarlah.

Sekarang ia harus beristirahat. Agar cepat sembuh dan membalas pengorbanan istrinya.

Advertisements

One thought on “Bubur Cinta Untuk Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s