Obsesi

A/N: Lagi-lagi nekat bikin fanfic dengan fandom yang masih belom dikuasai. Kali ini yang kena sialnya fandom Shingeki no Kyoujin. Dan kebetulan OWOP ngasih tema malam narasi dengan gambar dibawah ini jadilah fanfic yang sangat absurd ini. Yang pasti Shingeki no Kyoujin bukan punya saya yaaa~


img-20161212-wa0008

Armin terobsesi dengan laut.

Sebenarnya semua itu cuma kebetulan. Di rumah Armin terdapat banyak sekali buku, mungkin dimasa mudanya kakek Armin senang membaca. Entahlah, setahu Armin kakeknya dulu adalah seorang guru. Jadi mungkin saja semua buku-buku itu untuk kepentingan kakeknya. Lagipula seorang guru memang diharuskan untuk banyak membaca dan memiliki pengetahuan yang luas, kan?

Saat itu Armin hanya iseng-iseng mengambil sebuah buku. Hari itu terlalu terik untuk bermain di luar rumah. Dan setahu Armin, Eren dan Mikasa sedang ada keperluan pergi ke distrik lain. Daripada ia bermain sendiri dan bertemu dengan anak laki-laki lain yang selalu mengganggunya, lebih baik Armin membaca buku saja. Toh sebenarnya dia juga bukan tipe anak yang suka bermain. Membaca, itu baru hobi yang menyenangkan.

Secara tidak sengaja Armin menemukan sebuah buku yang aneh. Buku itu berisi tulisan kecil yang berdempet disertai ilustrasi yang indah dan menarik. Buku itu bersampul kulit tebal dengan kertas buku yang sudah menguning, sepertinya buku lama. Buku itu tidak aneh sebenarnya, tapi yang aneh adalah isi buku tersebut. Buku itu menjelaskan mengenai hal apapun yang belum pernah Armin ketahui. Buku itu menjelaskan mengenai pegunungan – yang ini Armin tahu, distrik Shingashina lumayan dekat dengan daerah pegunungan. Buku itu juga menjelaskan mengenai sungai. Yang ini Armin juga tahu, hanya saja ada beberapa penjelasan mengenai sungai yang membuatnya bingung.

Buku itu menjelaskan bahwa sungai adalah aliran air besar yang biasanya terbuat dari alam. Armin bingung. Apa maksudnya dengan biasanya? Setahunya sungai di Shingasina mengalir di dinding-dinding batu, jadi apa maksudnya aliran air itu mengalir dari buatan alam?

Saat Armin menanyakan hal itu kepada kakeknya justru beliau terlihat marah dan mengambil paksa buku itu dari tangan Armin. Bocah itu terkaget. Tidak biasanya kakeknya semarah itu, apalagi Cuma karena masalah buku. Tapi melihat kakeknya semarah itu Armin tidak berani bertanya lagi. Malahan beberapa hari setelahnya Armin nekat mengambil buku itu dari penyimpanan kakeknya. Bukan, bukan, itu bukan mencuri tapi meminjam. Yah, meminjam.

Buku itu juga menyebutkan sesuatu mengenai laut. Armin mengernyitkan dahinya. Buku itu mengatakan laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau.

Armin bingung. Meskipun buku itu juga menyertakan ilustrasi laut Armin masih belum mampu membayangkannya. Armin tahu mengenai danau, bahkan katanya di dalam dinding Sina terdapat pulau yang dimiliki para bangsawan meskipun Armin belum pernah melihatnya sendiri, tapi setidaknya ia tahu mengenai danau. Sepertinya danau berbeda dengan laut karena danau tidak memiliki air yang asin. Armin menceritakan mengenai laut kepada Mikasa dan Eren, tapi Eren hanya menganggap itu bohongan sementara Mikasa menatap dengan rasa tertarik. Mereka tidak tahu apapun mengenai laut, dan kalaupun memang benar ada mereka ingin sekali melihatnya.

Karena itulah mereka semua ingin melihat laut. Karena itulah Armin terobsesi dengan laut.

.

.

.

Armin juga terobsesi dengan buku.

Buku itu… yah, Armin susah menjelaskannya, tapi sejak dulu Armin tahu kalau buku itu adalah hal yang sangat menarik. Kita bisa mendapatkan pengetahuan mengenai apapun dari buku. Sejak dulu Armin suka membaca dan sejak ia menemukan buku yang menjelaskan mengenai laut, ia semakin senang membaca.

Buku –buku tebal yang ada di rak buku milik kakeknya menuntut untuk dibaca. Setiap buku walaupun memuat banyak informasi dan pengetahuan terkadang juga memuat hal-hal aneh yang belum Armin ketahui. Salah satu buku mengatakan hujan terbentuk dari penguapan air laut yang sudah mencapai batasnya lalu turun kembali ke bumi sebagai hujan. Lagi-lagi kata laut keluar dari buku tersebut. Armin memang tidak bisa membayangkan seperti apa laut itu. Tapi Armin tahu hujan selalu turun dengan deras bahkan di distrik Shinganshina sekalipun. Kalau hujan deras membutuhkan banyak air, berarti laut itu memang memiliki banyak sekali air, kan?

Armin penasaran sekali dengan laut, akan tetapi bocah itu harus menahan kecewa. Selain buku kuno yang dilarang oleh kakeknya itu, tak ada lagi buku yang membahas mengenai laut. Padahal semua buku tebal yang ada di rak buku itu sudah habis dibaca oleh Armin, tapi tak ada yang menyebutkan mengenai laut. Buku-buku itu hanya menjelaskan mengenai sejarah awal mula manusia tinggal di dalam dinding dan bagaimana manusia selalu berusaha melawan para Titan.

Bukan berarti Armin tidak tertarik dengan sejarah manusia, akan tetapi terkadang sejarah yang ia baca dipenuhi dengan hal-hal yang aneh. Bagaimana awal mula Titan muncul? Mengapa mereka memakan manusia? Bagaimana manusia membangun dinding yang memisahkan manusia dengan Titan? Semua itu tidak dijelaskan dalam buku-buku sejarah yang ia baca. Yang ada hanyalah cerita kuno yang justru sama sekali tidak ada hubungannya dan malah bersifat omong kosong.

Begitu jarang buku yang menjelaskan apa itu laut. Dan buku yang Armin tahu dan membahas mengenai laut hanya satu buku itu saja. Armin terpaksa menelan rasa kecewa hingga akhirnya ia berjanji, suatu saat ia harus melihat laut. Suatu saat ia akan pergi ke dunia luar.

Suatu saat mereka akan pergi keluar dari dinding dan melihat laut.

Memang mengecewakan, tapi sejak itu Armin terobsesi dengan buku. Buku apapun pasti akan dibacanya, berharap suatu saat nanti buku itu akan menjelaskan apa itu laut dan bagaimana dunia luar dinding.

Sampai saat itu tiba, Armin membiarkan dirinya terobsesi dengan laut dan buku. Sampai tiba waktunya Armin mampu menyelami dalamnya lautan, Armin akan membiarkan dirinya menyelami dalamnya buku.

Karena Armin terobsesi dengan laut dan buku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s