NHW 1 – Adab Menuntut Ilmu

Jadi, minggu ini saya baru aja dapat ilmu mengenai Adab Menuntut Ilmu. Sebelumnya saya udah post di sini¬†jadi silahkan dicek lagi aja sendiri ūüėČ

Nah, tugas kelas ini masih berhubungan dengan materi dari grup Institut Ibu Profesional. Kebetulan saya kedapetan di Batch 3 daerah Bekasi – Karawang dan tugasnya lumayan juga. Lumayan bikin pusing maksudnya ūüėõ tapi sekarang saya akan post disini untuk tugas mingguannya.


Sebenarnya yang namanya hidup itu pastinya akan selalu ada proses belajar mengajar. Bahkan ada hadis dari Rasulullah yang menyatakan tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Bayangin, dari buaian sampai liang lahat! Itu berarti menegaskan bahwa ilmu itu emang sangat penting banget dan kalau masih bisa dikejar ya kudu harus dikejar. Yang namanya belajar itu bukan cuma sekedar di sekolah atau kampus atau tempat les. Tapi setiap kehidupan kita, setiap detik napas kita pasti ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Jadi kalau boleh diibaratkan sebenarnya kehidupan kita ini udah kayak universitas kok. Bedanya mungkin gak ada bangku sama meja, tapi pasti setuju kan kalau kehidupan ini bisalah disama-samain dengan universitas.

Nah, kalau misalnya ada kampus yang dinamakan Universitas Kehidupan, kira-kira mau ngambil urusan apa? Wah itu sebenarnya pertanyaan yang susah sih. Ada banyak yang saya pingin pelajarin, misalnya agama, filsafat atau psikologi. Tapi kalau saya tulis semua itu nanti namanya ngabsen, jadi saya mau pilih aja jurusan psikologi. Dan karena ini adalah grup Ibu Profesional mungkin saya panjangin aja nama jurusannya jadi ilmu psikologi keluarga islam. Keren kan?

Kalau menurut KBBI, Psikologi berarti ilmu yang berkaitan dengan mental baik normal maupun tidak abnormal dan pengaruhnya pada perilaku. Sementara keluarga berarti orang seisi rumah yang menjadi tanggungan. Jadi secara gamblang bisa dijelaskan bahwa psikologi keluarga islam adalah ilmu yang mempelajari mental dan pengaruh pada perilaku semua anggota keluarga yang menjadi tanggungan dengan berdasarkan hukum Islam. Awalnya dulu sama sekali enggak tertarik dengan yang namanya psikologi. Maklum, sewaktu kecil saya dijejalin kalau psikologi itu sama dengan gila atau sakit jiwa, jadi wajar kan kalau saya enggak tertarik buat cari tahu ilmu macam apa psikologi itu. Lucunya yang bikin saya tertarik ilmu psikologi gara-gara baca webtoon dari applikasi hape saya yang pintar. Nah di komik itu diceritain berbagai macam kasus yang terjadi yang berhubungan dengan masalah kejiwaan. Dan disanalah saya baru tahu, ternyata psikologi itu bukan cuma sekedar sakit jiwa. Bahkan yang namanya gangguan tidur atau insomnia itu juga masuk urusan ilmu psikologi.

Tapi yang bikin saya tertarik sebenarnya dalam cerita komik itu ada  cerita yang tokoh dalam kasus itu mengalami tekanan yang berat atau bahasa kerennya stress gegara dia dapet tekanan beban prestasi dari keluarganya. Orang tua si tokoh kasus ini kerja di perusahaan gengsi, kedua kakaknya lulus dari kampus yang keren dan juga kerja di perusahaan ternama. Sebagai anak paling bontot otomatis dia merasa tertekan dengan beban prestasi yang harus dicapai. Bahkan sampai stressnya si tokoh ini gak bisa tidur selama tiga bulan.

Setelah baca komik itu saya jadi mikir, zaman sekarang udah beda banget sama zaman waktu saya masih ngampus dulu. Apalagi kalau saya udah punya anak, seberapa besar beban prestasi yang harus dipikul anak saya supaya bisa sesuai dengan tuntutan pemerintah dan kemajuan zaman. Kita bisa lihat sendiri, banyak kasus dimana para remajanya gadget addict sampai seakan tanpa hape dunianya udah berakhir. Atau mungkin kasus bunuh diri dengan alasan yang bermacam-macam. Duh, sedih banget dengernya.

Di zaman dimana teknologi berkembang dengan cepat, anak-anak jadi terlalu rentan terhadap segala sesuatu yang ada di internet. Padahal semua yang berasal dari internet belum tentu baik dan memiliki sumber yang bisa dipercaya. Cepatnya informasi yang beredar di internet jika tidak disikapi dan dibimbing dengan baik oleh orang tua, maka anak-anak akan mudah terjerumus ke dampak negatif, misalkan saja narkoba, tawuran, pemerkosaan atau hal lainnya. Selain itu semakin meningkatnya kasus kriminalitas melalui dunia cyber mengakibatkan para orang tua harus ekstra waspada dalam membimbing anak-anaknya. Anak-anak yang rentan bisa saja mendapat limpahan informasi yang padahal seharusnya secara umur ia belum siap menerima informasi tersebut. Karena itulah semakin berkembangnya teknologi sebagai orang tua kita harus membimbing anak-anak kita bukan hanya pengetahuan, tetapi juga akal dan psikisnya agar siap menghadapi derasnya kemajuan teknologi dan tetap bertahan dengan norma-norma Islam meskipun diserang dari berbagai arah.

Terus saya harus gimana dong?

Iya sih, saya gak punya latar belakang apapun yang berhubungan dengan psikologi. Tapi zaman sekarang udah maju, saya bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencari sumber ilmu yang saat ini semakin mudah didapatkan. Hape udah enggak kekinian lagi kalau cuma dipakai untuk socmed. Mendingan dipakai buat baca-baca hal yang bermanfaat. Nah salah satunya bisalah dimanfaatin untuk menambah pengetahuan, khususnya buat saya mengenai psikologi keluarga islam ini. Melalui internet perkembangan ilmu bisa terus di update sesuai masa kini sehingga bisa dipelajari dan diaplikasikan saat mendidik anak ataupun membimbing keluarga.

Sumber bacaan bisa macam-macam, melalui buku, situs web terpercaya maupun jurnal ilmiah. Kita juga harus hati-hati kalau membaca sesuatu dari sumber yang belum jelas asal-usulnya. Apalagi yang lagi saya lakonin ini adalah ilmu psikologi, jadi kudu ekstra hati-hati, urusannya masalah mental seseorang sih.

Tapi kita juga gak bisa belajar dengan membaca aja. Kita terkadang harus cari contoh kasusnya karena walau kita punya ilmu tapi enggak pernah diterapin itu sia-sia aja. Karena itu selain baca mengenai pemahaman ilmu psikologi, kita juga harus mencari contoh kasus yang terkait, memahami permasalahan dan mengaplikasikan pemahaman itu kepada anak kita. Gak usah repot-repot sih,cukup kita pantengin aja berita dan kalau misalnya ada kasus yang pelakunya masih remaja kita bisa coba mempelajari kenapa si pelaku melakukan hal tersebut, setelah itu kita bisa membimbing anak kita agar tidak terjerumus seperti itu.

Hufft…setelah dibahas ternyata banyak juga tugas yang harus dilakukan kalau kita ingin anak-anak kita tidak terjerumus ke hal negatif seperti itu. Tapi tenang aja, insyaa allah semua itu pasti bisa dilaluin, asalkan orang tuanya juga berinisiatif untuk berubah ke hal yang lebih baik. Anak-anak cenderung selalu meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya, jadi bisa dikatakan orang tua adalah sekolah pertama bagi anak-anak.

Saya akuin sih terkadang saya suka slebor, tapi bukan berarti saya juga mau punya anak yang sleboran. Nah, disini saya harus mencoba memperbaiki diri sendiri. Kalau mengacu pada ilmu adab menuntut ilmu yang kemarin, saya akui selama ini saya memang hobi membaca berbagai topik maupun ilmu pengetahuan yang random. Tujuannya cuma satu, untuk sekedar tahu dan supaya pengetahuan lebih luas. Tapi setelah dapat ilmu adab menuntut ilmu akhirnya saya sadar juga, mungkin selama ini tujuan saya untuk membaca salah arah. Saya hanya sekedar ingin tahu tanpa ada niatan untuk mengaplikasikan ilmu yang baru saya baca itu. Alhasil walau saya sudah baca tapi ilmu itu biasa-biasa aja, tidak terlalu ngefek di dunia nyata. Jangankan ngefek, yang ada malah kepikiran bacaan yang baru saya baca itu gak ada gunanya, cuma sekedar passing time aja. Duh, jadi malu tapi untungnya cepet-cepet disadarin. Jadi, sambil belajar bareng IIP ini saya mau balik lagi lurusin niat untuk terus belajar dan mencari ilmu supaya bisa diaplikasikan ke anak cucu saya. Amin.

Advertisements

Materi 1 – Adab Menuntut Ilmu

Senin, 23 Januari 2017

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan, sedangkan menuntut ilmu merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku menjadi lebih baik lagi. Permasalahan yang paling sering dilakukan saat seseorang menuntut ilmu adalah orang tersebut lebih fokus ke arah ilmunya dibandingkan terlebih dahulu berusaha memahami adab-adab dalam menuntut. Padahal jika seseorang tersebut menuntut ilmu semata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut tanpa mengamalkannya maka ilmu itu tidak akan bermanfaat baginya. Namun barang siapa yang menuntut ilmu semata untuk mengamalkannya maka niscaya ilmu yang sedikit itu akan sangat bermanfaat baginya. ILMU adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang harus diutamakan sebelum ILMU.

Adab menuntut ilmu adalah etika yang dipegang oleh para penuntut ilmu sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, horizontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri. Adab tidak bisa diajarkan, Adab hanya bisa ditularkan. Para ibu harus mengamalkan adab menuntut ilmu dengan baik sehingga anak-anak dapat mencontoh adab yang baik dari ibunya.

Adab Pada Diri Sendiri

  1. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk. Slama batin tidak bersih dari hal-hal yang buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.
  2. Selalu bergegas mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu.
  3. Menghindari sikap yang merasa sudah lebih tahu dan lebih paham ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
  4. Menuntaskan ilmu yang dipelajari dengan cara mengulang atau membuat catatan penting.
  5. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan.

 

Adab Terhadap Guru (Penyampai Sebuah Ilmu)

  1. Penuntut Ilmu harus berusaha mencari riha gurunya dan sepenuh hati menghormatinya.
  2. Penuntut ilmu sekiranya tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan dan menaruh perhatian kepada penjelasan guru.
  3. Penuntut Ilmu harus meminta keridhaan guru ketika ingin mnyebarkan ilmu tersebut baik secara lisan maupun tulisan.

 

Adab Terhadap Sumber Ilmu

  1. Tidak sembarangan meletakkan buku atau sumber ilmu atau memperlakukannya dengan tidak hormat.
  2. Tidak melakukan penggandaan, membeli atau mendistribusikan demi kepentingan komersil tanpa seijin penulisnya.
  3. Tidak melakukan tindakan plagiat.
  4. Dalam dunia online, tidak boleh menyebarkan ilmu yang tidak jelas sumbernya.
  5. Masih berhubungan dengan dunia online, harus menerapkan rasa waspada dan jangan terlalu percaya dalam menerima sebuah informasi. Jalan mudah percaya jika sumber berita tidak jelas meskipun berita yang disebar adalah berita baik.

Adab menuntut ilmu akan sangat erat dengan keberkahan ilmu sehingga insyaa Allah akan mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

 

Referensi:

Turnomo Raharjo, Literasi Media dan Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012

Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (Pendidikan dalam Perspektif Hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm.5

Muhammad bin Sholeh, Panduan Lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015

Review: Tales of Old England

20170106_125459

Judul : TALES OF OLD ENGLAND: Dua Kisah Kepahlawanan Klasik dari Inggris Raya

Pengarang : Paul Creswick dan Maude L. Radford

Alih Bahasa : Peusy Sharmaya dan Nita Iskandar

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun : 2014

Cetakan : Pertama

ISBN : 978-602-02-4293-4


Blurb Buku

Kisah Raja Arthur dan Robin Hood adalah dua kisah yang sangat populer dalam kisah-kisah rakyat dari Inggris. Raja Arthur sendiri menurut legenda hidup di akhir abad ke-5 hingga awal abad ke-6 Masehi. Pendahulu dan keturunan raja itu kemudian melahirkan sbuah genre sendiri yang dikenal sebagai Arthurian, dengan rentang periode waktu sejak tahun 33 hingga 1090-an masehi. Beliau dikenal sebagai seorang raja yang adil sekaligus pemimpin sejati atas para ksatrianya dalam melawan penyerbuan Saxon dan Romawi. Pedang Excalibur, pusat pemerintahan di kastil Camelot dan dewan Ksatria Meja Bundar adalah unsur-unsur yang melekat erat pada legenda Arthurian.

Legenda Robin Hood muncul sekitar 7 abad kemudian, yakni pada abad ke-13 atau 15 Masehi di Wakefeield, Yorkshire, walaupun dalam kisah-kisah lain, kemunculannya dikaitkan dengan periode kekuasaan Richard I sekitar abad ke-11 (dikenal juga sebagai Richard, raja berhati singa). Sejak awal Robin dikisahkan sebagai ‚Äúorang bebas‚ÄĚ yang memilih untuk tinggal di hutan bersama Little John, Much, dan Will Scarlet. Kemunculan Marian, istrinya dan pendeta Tuck yang menikahkan mereka terjadi kemudian, seolah menambahkan unsur romantisme dalam legenda tersebut. Sepanjang masa, Robin dikenal sebagai si ‚Äúperampok yang baik hati‚ÄĚ yang membela hak-hak rakyat tertindas di masa itu.


Komentar Tentang Buku Ini

Buku ini didapatkan dengan enggak sengaja waktu pergi ke bazaar buku Gramedia Bekasi. Sebagai orang yang emang tertarik sama sejarah dan legenda, pas nemu buku ini langsung aja deh disambar. Sebenernya gak perlu buru-buru juga sih karena orang-orang bazaar mana tertarik sama buku macem beginian? Tapi karena saya tertarik akhirnya langsung deh nambil buku ini.

Dalam buku ini ada dua kisah, yaitu Kisah Raja Arthur dan kisah Robin Hood. Sebenernya dua tokoh ini terkenal banget kok. Cuma karena cerita mereka simpang siur, iyalah wong mereka legenda turun temurun, akhirnya saya putusin beli buku ini buat lebih ngerti cerita yang sebenarnya.

Di bagian pertama diceritain mengenai legenda Raja Arthur mulai dari lahirnya, proses dia kepilih jadi Raja, dapet pedang Excalibur sampai kematiannya. Lucu juga sih karena pas ngebayangin Raja Arthur ini aku malah ngebayangin Arthuria Pendragon dari anime Fate/Stay Night. Dan ternyata legenda Raja Arthur ini berupa potongan-potongan. Jadi dalam masa Raja Arthur itu yang diceritain bukan cuma Raja Arthur, tapi ksatria-ksatria lain dari Ksatria Meja Bundar juga ikut diceritain. Mungkin daripada dibilang legenda lebih mirip dibilang kumpulan cerita pendek dengan genre Arthurian. Walau bentuknya kumpulan cerpen tapi saya gak kecewa sih, malah bisa dibilang kehidupan Raja Arthur itu jadi lebih hidup aja. Gak monoton karena yang diceritain dia lagi-dia lagi.

Kalau untuk cerita Robin Hood beda lagi. Kali ini konsepnya per chapter dengan alur maju. Jadi dari chapter awal sampai akhir ngejelasin latar belakang si Robin, perjalanan hidupnya samapai akhir meninggal. Karena cerita ini tentang Robin Hood tentu aja tokoh sentral utamanya si Robin Hood ini. Waktu pertama kali baca buku ini aku ngebayangin mungkin aja ceritanya bakalan sama dengan cerita Robin Hood yang pernah disiarin di TV. Tapi ternyata alur ceritanya beda banget sih. Mungkin karena masuk legenda jadinya ceritanya bisa macem-macem walau punya poin yang sama, Robin Hood si pencuri yang baik hati.

Kalau dari segi isinya sih saya gak mecewa sama buku ini karena ceritanya disusun dengan baik dan dijelaskan dengan baik pula. Walau saya gak permasalahin apakah cerita versi ini yang paling bener atau gimana setidaknya saya bisa narik poin penting bahwa kurang lebih kayak beginilah cerita Raja Arthur dan Robin Hood. Mungkin untuk pembaca buku yang suka sama sejarah atau legenda mungkin bisa puas juga baca buku jenis beginian.

Cuma satu hal yang bikin saya kecewa. Buku ini Masya Allah banget typonya. Tiada halaman buku tanpa setidaknya sepuluh jenis typo di buku ini, baik salah nulis kata, kalimat atau penulisan. Saya aja bacanya kepluyengan, bentar-bentar coret-coret sana sini pakai pensil biar lebih gampang bacanya. Tadinya kata temen emang Gramedia udah banyak typo sana sini, Cuma karena saya belom pernah dapet kejadian kayak gitu saya masih biasa aja. Tapi begitu dapet kasus typo, hmmm rasanya sakit banget.

Emang sih mungkin mereka puyeng juga, tapi bukannya ini juga kerjaan mereka para Editor ya? Duh, mohon para Editor lebih teliti lagi deh.

Perbedaan

Displaying IMG-20161010-WA0000.jpg

Pas pertama kali dapet gambar ini untuk malam narasi OWOP… wkwkwk….jujur gak kebayang mau nulis apaan. Dan karena tenggang deadlinennya udah lewat satu tahun (iye iye… harusnya kan dikumpulin 2016 dan sekarang tahun berapa coba) mending nulis apa aja yang bisa ditulis. Soalnya jujur, mau nulis narasian juga udah gak kebayang enaknya cerita gimana ya?

Lagian akhir-akhir ini kayaknya saya lagi kebanyakan nulis narasi dan jarang nulis non fiksi jadi biarkanlah~

Kalo ngeliat gambar diatas sih otomatis yang kepikiran sama saya si Jurinya gak adil banget yak? Hewan-hewan itu kan gak semuanya spesialisasi bisa manjet pohon. Malahan ada ikan dalam aquarium bulat. Nah loh, gak bisa ngebayangin gimana ikan malan itu manjet pohon kecuali kalo dia punya sayap. Bukan… gue bukan maksud mau nyindir siaran TV tetangga yang maskotnya ikan bisa terbang. Tapi ikan terbang itu beneran ada loh…

Tapi gue disini gak bakal ngobrolin masalah ikan terbang. Seperti yang gue bilang, tulisan ini cuma sekedar ngelunasin hutang doang. Jadi kalo tulisan ini lebih mirip ngalor ngidul yah gitulah….

Intinya adalah setiap orang itu berbeda jadi jangan pasang standar yang sama untuk menilai seseorang. Kalau misalnya ada cewe yang jago masak, ngurus rumah dan hemat belanja, apakah kita bisa bilang dia itu calon IRT (Ibu Rumah Tangga) yang baik atau calon PRT (Pembantu Rumah Tangga yang baik)?

Yah mungkin gak ada hubungannya sih tapi seenggaknya kira-kira gitulah. Semua orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, jadi jangan pernah¬†judge orang lain dari penampilan luarnya aja. Salah satu kutipan yang saya demen dari satu FFn adalah¬†“kesempurnaan adalah menerima ketidak sempurnaan itu sendiri”.

Keputusan

Gadis itu memejamkan matanya dengan rapat, dahinya berkerut menyebabkan alisnya seperti akan bertemu satu sama lain. Bibirnya mengerucut, seakan ingin mengatakan sesuatu tapi ditahan. Dilihat dari ekspresinya jelas bukan perasaan yang menyenangkan.

“Tuan Puteri, semuanya tergantung pada keputusan anda,” sebuah suara terdengar. Walaupun begitu nada suaranya memberat seolah mengisyaratkan suka tidak suka harus dilakukan.

Gadis belia berumur delapan belas tahun yang dipanggil Tuan Puteri itu masih terdiam, belum mengatakan apapun.

“Tuan Puteri, anda harus memutuskannya sekarang.”

“Yang Mulia Raja dan Ratu terbunuh dalam usaha kudeta. Anda sebagai pewaris negeri ini harus memutuskan dengan cepat!”

“Tuan Puteri!”

“Tuan Puteri!”

“Mohon segera diputuskan!”

Gadis itu membuka matanya, seketika suara-suara yang memaksakan kehendak langsung terdiam. Gadis itu memandang semua wajah yang ada disana, menatapnya dengan tenang. Helaian rambut panjang berwarna hitam bergerak mengikuti angin, sejujurnya itu adalah pemandangan yang menawan kalau saja bukan dalam situasi genting semacam ini. Sang Puteri menggunakan dress putih selutut dengan rambut hitam panjang tergerai hingga pinggang. Kakinya melangkah ke ambang jendela istana yang menampilkan pemandangan malam ibu kota kerajaan.

Gadis itu mengedarkan pandangannya, menyusuri kerlip lampu malam ibukota. Sungguh pemandangan yang indah kalau dilihat secara sepintas. Tapi mereka semua tahu, ada pemandangan yang mengerikan dibalik semua kerlip lampu malam itu.

“Para penduduk ibukota…” gumam sang Puteri dengan lambat.

Seorang pria berbaju militer menjawab dengan segera, “Proses evakuasi sudah selesai sejak dua jam yang lalu. Kami sudah mencoba meminimalisir korban jiwa, tapi dalam situasi seperti ini…,”

“Bagaimana dengan makanan dan bantuan obat-obatan?” Sang Puteri masih bertanya.

“Semua sudah siap. Jika perjanjian itu benar dalam waktu lima menit lagi kami siap berperang,” ujar seorang pria baya yang lain.

Sang Puteri menoleh kepada para menteri, jenderal dan panglimanya. Wajah mereka semua terlihat penuh tekad. Tak ada alasan bagi Sang Puteri untuk takut.

Perang memang hal yang sangat menakutkan. Jika pena kuasa milik Tuhan telah menggoreskan, maka dimanapun dan kapanpun, keputusan Tuhan adalah mutlak.

Sang Puteri menghela napas berat. Pemandangan malam yang indah meski rembulan dan bintang tidak terlihat. Ironisnya, ini adalah situasi yang cocok untuk pertempuran. Sang Puteri menatap jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya yang putih. Jarum pendek menunjuk angka 12 sementara jarum panjang sesaat lagi akan menghimpit rekannya.

Sang Puteri mendesah, “Sekarang tanggal 31 desember…,” ujar sang Puteri dengan berat. Matanya kembali menatap sekumpulan menteri dan tentara yang masih ada di ruangan itu. Suasana tampak tegang, bahkan beberapa diantara mereka tidak malu-malu untuk berkeringat dingin.

Sang puteri bersender di ambang jendela, rambut hitamnya searah dengan tiupan angin malam. Gadis itu menutup matanya sesaat dan membukanya kembali, kali ini dengan penuh tekad.

“Laksanakan!” perintah sang Puteri bernada dingin.

Pria dengan baju militer langsung menempelkan telepon genggam di telinganya dan mengatakan ulang perintah sang Puteri, “Laksanakan!” tegas sang panglima. Semua orang yang masih di ruangan yang sama dengan Puteri menahan napas.

Sebuah kembang api meluncur di angkasa, tepat di jendela yang ambangnya sedang disandari oleh Sang Puteri. Kembang api itu melesat dengan cepat sementara sang Putri tidak repot-repot untuk menoleh, sekedar memandang kembang api itu. Tak lama kembang api itu meledak, cahayanya yang menyirami ibukota bahkan menyinari rambut hitam sang puteri.

Tak lama kembang api itu meledak di angkasa….

sederetan bom meledak di cakrawala. Tepatnya pada kerlipan lampu ibukota yang sesaat lalu terlihat indah. Kini tak ada lagi kerlipan lampu malam ibukota. Api merah raksasa berkobar sebagai gantinya, disusul dengan serentetan bunyi senapan dan bom yang dijatuhkan dari pesawat perang.

Tak ada yang namanya tahun baru.

Yang ada hanyalah perang.

Ironis.


A/N: Ditulis untuk challenge IOC Writing dengan prompt Malam ini aku tidak bisa tidur karena bunyi kembang api yang menggelegar terus menerus. Tunggu, itu kembang api atau bom. Tapi kayaknya gak nyambung ya =_=;  yah besok kali mungkin nulis ulang mumpung deadline tanggal 8. 

SUPERNATURAL: Bone Key

Displaying 20170105_140323.jpg Displaying 20170105_140336.jpg

Judul : SUPERNATURAL : Bone Key (Dendam Calusa Terakhir)

Pengarang : Keith R.A. DeCandido

Alih Bahasa : Olivia Bernadette

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun : 2011

Cetakan : Pertama

ISBN : 978-602-00-0037-4

 

Blurb Buku

Dua puluh dua tahun yang lalu, Sam dan Dean Winchester kehilangan ibu akibat kekuatan supernatural yang jahat dan misterius. Bertahun-tahun setelahnya, sang ayah, John, mengajarkan kepada mereka tentang kekutan jahat yang mendiami sudut-sudut gelap dan jalanan yang sepi… serta cara membunuhnya.

Tahun baru Winchester bersaudara diganggu segerombolan hantu yang tiba-tiba menggila di Key West. Curiga kejadian itu ada hubungannya dengan para setan yang keluar dari Gerbang Iblis, Sam dan Dean segera mengunjungi kepulauan di selatan benua Amerika itu. Dan hantu-hantu orang terkenal pun menyambut mereka disana: mulai dari mantan presiden Amerika, pencari harta karun, sampai penulis terkenal, Ernest Hemingway.

Tapi semua itu tidak ada apa-apanya dibanding roh indian berkekuatan luar biasa yang bangkit untuk membalaskan dendam sukunya. Keadaan yang memburuk memaksa Sam dan Dean menggunakan semua bantuan yang bisa mereka dapat, karena semua bergantung pada mereka berdua untuk menyelamatkan penduduk Key West… sebelum pulau indah itu berubah menjadi pulau dengan tumpukan tulang.

Komentar Tentang Buku Ini

Awal baca buku ini cuma karena penasaran aja. Selain karena saya udah pernah denger serial tv Supernatural series juga pingin tahu bagaimana sih penampakan hantu-hantu di benua Amerika menurut orang amrik sana. Dan akhirnya saya baca dan terus baca buku ini hingga akhirnya selesai. Satu kesimpulan.

H.O.R.R.O.R.

Bukan, bukan karena isinya hantu yang gimana-gimana sehingga bikin saya mual-mual. Juga bukan adegan action yang gimana entahlah-entahlah.

Horror disini saya artikan sebagai. What the hell? Elo kerja sama dengan setan dengan taruhan jiwa elo ke neraka? Setan? Setan yang itu? Neraka? Neraka yang itu? Kalian sehat?

Oke stop. Mungkin emang sudut pemikiran gue yang sempit (atau normal?) tapi serius deh, siapa sih yang mau kerja sama dengan setan dengan taruhan jiwa ke neraka? Oke, mungkin emang karakter Sam yang ada disini bersedia melakukan apa aja untuk adeknya, tapi menjual jiwa ke neraka? Well, gue lebih milih durhaka jadi kakak dibanding jual jiwa gue ke neraka.

Kalo dari sudut pandang agama jelaslah novel ini gak layak konsumsi. Dalam novel ini aja bertebaran segala macam perzinahan, dosa dan hubungan romansa sesama jenis. Ini kalo kita ngomong dari sudut agama ya. Sayangnya gue orang yang patuh agama jadi wajarlah poin ini gue titik beratin banget.

Tapi kalau mau diambil dari sudut pandang misteri… yah, gimana ya? Novel ini juga gak misteri-misteri amat kok. Apa karena Supernatural ini punya banyak episode dengan berbagai macam season ya jadinya cuma baca secuil kehidupan para karakter dalam novel ini jelas gak bakal ngebantu banyak para pembaca untuk mengetahui kehidupan mereka, terutama kalo Cuma ngandelin dari novel ini.

Dari segi horor? Gak horor juga sih karena gak ada yang perlu ditakutin dari novel ini kecuali setan yang gaul habis sama kutukan jaman tauk yang basi banget.

Intinya… novel ini cuma sekedar selingan doang. Sekali lagi, selingan doang. Dan bisa dipastikan buku ini akan berakhir disudut kontainer buku gede punya gue, berdebu dan tak tersentuh. Dan kalo lagi iseng bongkar kontainer baru ngeh ‚Äėoh gue pernah punya buku kayak gini ya?‚Äô

Hikaru No Go

Bukan hal yang penting sih sebenernya…. cuma akhir-akhir ini entah kenapa terkenang manga jaman masih muda dulu. Kayaknya dulu sempet juga pernah diputer di Indonesia cuma gak sampe selesai. Tapi opening songnya emang bikin semangat banget sih. Karena kangen masa muda dulu (iyeh…gue udah tua… terus napah?) akhirnya coba nyari-nyari lagi di internet buat baca manga ini lagi.

Pas dibaca akhirnya jadi agak-agak ngerti lah peraturan buat mainnya. Karena hape pinter saya gak ada game sama sekali, jadinya saya donlod aja game Igo ini. Wiih…stress amat yak? Orang mah main game yang santai saya malah main game yang bikin stress. Gak papalah, usaha sejak dini untuk mengurangi kepikunan di masa tua. Hasilnya? Pernah menang satu kali untuk ukuran papan 9×9 dengan handicap batu hitam 9 buah dan tingkat level 18 kyu. Wkwkwk…. kalo dibandingin sama Hikaru sama Akira dah aku mah apa atuh. Tapi lumayanlah…dulu jaman muda masih belom ngeh sama peraturannya sekarang udah lumayan ngerti. Buktinya menang tuh di game hape…. walo cuma satu kali menang sih.

Manga ini sebenernya lumayan sih, cuma emang waktu muda dulu males aja baca penjelasan-penjelasannya makanya manga ini dulu belom bikin saya tertarik banget. Sekarang giliran udah tua baru deh ngerasain betapa manga ini menarik juga. Sayang aja sih akhir ceritanya nanggung, tapi wajar. Jalan Igo nya masih panjang banget… mau berapa seri coba nyeritain Hikaru yang tiap hari main Igo mulu. Yang ada nanti malah jadi kayak manga tetangga yang gak beres-beres.

Yah intinya manga ini cukup direkomendasikan buat kamu-kamu yang emang tertarik sama budaya Jepang. Cuma untuk kalian yang males baca panjang-panjang wassalam dah…. ini bukan jenis manga yang bakal kamu suka. Animenya juga ada sih tapi saya gak ngikutin jadinya gak tau deh direkomen atau enggak. Tapi baca aja sendiri, siapa tahu kamu juga jenis-jenis yang sama kayak saya dulu awalnya gak suka sekarang malah jadi ngebet banget.

Gambar diatas itu scene yang ngejelasin Hikaru, Akira sama Yashiro nginep di rumah Akira buat persiapan ngadepin China-Korea-Jepang Jr. Hokuto Go Tournament Cup. Wkwkwk…saking niatnya mereka main Go semalem suntuk.