Review: Tales of Old England

20170106_125459

Judul : TALES OF OLD ENGLAND: Dua Kisah Kepahlawanan Klasik dari Inggris Raya

Pengarang : Paul Creswick dan Maude L. Radford

Alih Bahasa : Peusy Sharmaya dan Nita Iskandar

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun : 2014

Cetakan : Pertama

ISBN : 978-602-02-4293-4


Blurb Buku

Kisah Raja Arthur dan Robin Hood adalah dua kisah yang sangat populer dalam kisah-kisah rakyat dari Inggris. Raja Arthur sendiri menurut legenda hidup di akhir abad ke-5 hingga awal abad ke-6 Masehi. Pendahulu dan keturunan raja itu kemudian melahirkan sbuah genre sendiri yang dikenal sebagai Arthurian, dengan rentang periode waktu sejak tahun 33 hingga 1090-an masehi. Beliau dikenal sebagai seorang raja yang adil sekaligus pemimpin sejati atas para ksatrianya dalam melawan penyerbuan Saxon dan Romawi. Pedang Excalibur, pusat pemerintahan di kastil Camelot dan dewan Ksatria Meja Bundar adalah unsur-unsur yang melekat erat pada legenda Arthurian.

Legenda Robin Hood muncul sekitar 7 abad kemudian, yakni pada abad ke-13 atau 15 Masehi di Wakefeield, Yorkshire, walaupun dalam kisah-kisah lain, kemunculannya dikaitkan dengan periode kekuasaan Richard I sekitar abad ke-11 (dikenal juga sebagai Richard, raja berhati singa). Sejak awal Robin dikisahkan sebagai “orang bebas” yang memilih untuk tinggal di hutan bersama Little John, Much, dan Will Scarlet. Kemunculan Marian, istrinya dan pendeta Tuck yang menikahkan mereka terjadi kemudian, seolah menambahkan unsur romantisme dalam legenda tersebut. Sepanjang masa, Robin dikenal sebagai si “perampok yang baik hati” yang membela hak-hak rakyat tertindas di masa itu.


Komentar Tentang Buku Ini

Buku ini didapatkan dengan enggak sengaja waktu pergi ke bazaar buku Gramedia Bekasi. Sebagai orang yang emang tertarik sama sejarah dan legenda, pas nemu buku ini langsung aja deh disambar. Sebenernya gak perlu buru-buru juga sih karena orang-orang bazaar mana tertarik sama buku macem beginian? Tapi karena saya tertarik akhirnya langsung deh nambil buku ini.

Dalam buku ini ada dua kisah, yaitu Kisah Raja Arthur dan kisah Robin Hood. Sebenernya dua tokoh ini terkenal banget kok. Cuma karena cerita mereka simpang siur, iyalah wong mereka legenda turun temurun, akhirnya saya putusin beli buku ini buat lebih ngerti cerita yang sebenarnya.

Di bagian pertama diceritain mengenai legenda Raja Arthur mulai dari lahirnya, proses dia kepilih jadi Raja, dapet pedang Excalibur sampai kematiannya. Lucu juga sih karena pas ngebayangin Raja Arthur ini aku malah ngebayangin Arthuria Pendragon dari anime Fate/Stay Night. Dan ternyata legenda Raja Arthur ini berupa potongan-potongan. Jadi dalam masa Raja Arthur itu yang diceritain bukan cuma Raja Arthur, tapi ksatria-ksatria lain dari Ksatria Meja Bundar juga ikut diceritain. Mungkin daripada dibilang legenda lebih mirip dibilang kumpulan cerita pendek dengan genre Arthurian. Walau bentuknya kumpulan cerpen tapi saya gak kecewa sih, malah bisa dibilang kehidupan Raja Arthur itu jadi lebih hidup aja. Gak monoton karena yang diceritain dia lagi-dia lagi.

Kalau untuk cerita Robin Hood beda lagi. Kali ini konsepnya per chapter dengan alur maju. Jadi dari chapter awal sampai akhir ngejelasin latar belakang si Robin, perjalanan hidupnya samapai akhir meninggal. Karena cerita ini tentang Robin Hood tentu aja tokoh sentral utamanya si Robin Hood ini. Waktu pertama kali baca buku ini aku ngebayangin mungkin aja ceritanya bakalan sama dengan cerita Robin Hood yang pernah disiarin di TV. Tapi ternyata alur ceritanya beda banget sih. Mungkin karena masuk legenda jadinya ceritanya bisa macem-macem walau punya poin yang sama, Robin Hood si pencuri yang baik hati.

Kalau dari segi isinya sih saya gak mecewa sama buku ini karena ceritanya disusun dengan baik dan dijelaskan dengan baik pula. Walau saya gak permasalahin apakah cerita versi ini yang paling bener atau gimana setidaknya saya bisa narik poin penting bahwa kurang lebih kayak beginilah cerita Raja Arthur dan Robin Hood. Mungkin untuk pembaca buku yang suka sama sejarah atau legenda mungkin bisa puas juga baca buku jenis beginian.

Cuma satu hal yang bikin saya kecewa. Buku ini Masya Allah banget typonya. Tiada halaman buku tanpa setidaknya sepuluh jenis typo di buku ini, baik salah nulis kata, kalimat atau penulisan. Saya aja bacanya kepluyengan, bentar-bentar coret-coret sana sini pakai pensil biar lebih gampang bacanya. Tadinya kata temen emang Gramedia udah banyak typo sana sini, Cuma karena saya belom pernah dapet kejadian kayak gitu saya masih biasa aja. Tapi begitu dapet kasus typo, hmmm rasanya sakit banget.

Emang sih mungkin mereka puyeng juga, tapi bukannya ini juga kerjaan mereka para Editor ya? Duh, mohon para Editor lebih teliti lagi deh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s