NHW 2 – Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Hai…hai… minggu ini kembali dengan setoran NHW 2 yang tugasnya kece sekali. Semakin bingung sih…tapi semakin bikin jelas dan tepat sasaran. Tugasnya adalah membuat checklist indikator profesionalisme perempuan. Bahkan dari judulnya aja udah bikin gemeteran XD tapi ternyata gak susah sih. Kami diharuskan membuat checklist indikator pribadi untuk dipenuhi yang menurut kami hal-hal tersebut bisa dikatakan sebagai wanita profesional. Karena indikator profesional setiap perempuan itu beda-beda, makanya checklist indikatornya juga beda buat tiap wanita.

Hahaha…jujur selama dua tahun pernikahan gak pernah bikin checklist kayak gini…habis kalau nanya suami saya harus jadi istri kayak gimana supaya dia bahagia jawabannya asalkan jadi kamu apa adanya aku udah bahagia kok, kan meleleh dengernya XD apalagi pas diawal-awal kami nikah dia udah bilang duluan kalau dia nyari istri, bukan nyari pembantu rumah tangga, jadi dia juga gak protes kalau saya gak jago masak. Tapi belakang-belakang saya makin bisa masak kok… bahkan setiap minggu kalau lagi luang saya sama suami bikin kue, padahal dulu mah gak bisa apa-apa. Jadi bisa dibilang sewaktu nikah sama suami ini sebuah kemajuan. Kemajuan skill dan juga kemajuan berat badan :’)

Anyway, menurut saya checlist indikator profesional saya sebagai wanita dan istri adalah seperti ini:

nhw-2-1nhw-2-2

Banyak ya? Kalo ngeliat dari poinnya sih kayaknya banyak, tapi sebenernya semua poin kegiatan itu selalu saya kerjakan tiap harinya walau secara sadar atau enggak sadar. Tapi disini saya tulis lagi biar: 1) Gampang dilakukan oleh saya, 2) Lebih terukur yang dari awalnya cuma ngerjain secara dadakan sekarang diharuskan untuk jadi rutinitas.

Hubungannya sama NHW 1 apa?

Kemarin kan saya nulis kalau ilmu yang ingin saya pelajari dan terapkan di keluarga saya adalah ilmu psikologi keluarga islam. Jadi saya mencoba menulis indikator yang berkaitan dengan psikologi. Saya mencoba membuat berbagai macam kegiatan yang setidaknya meringankan beban pikiran saya dan suami, misal saling curhat dan berbagi cerita kegiatan apa saja yang dilakukan, melampiaskan stress dengan masak dan makan bersama (hahaha pelampiasan yang menyenangkan XD ), jalan-jalan dan sebagainya. Kalau mood dan pikiran dibuat senang dan dibikin ringan, insyaa allah yang namanya stress jauh deh.

Terus…karena saya juga sebenernya hobi bersih-bersih, makanya segala macam kegiatan ibu rumah tangga saya masukin juga dalam indikator. Lumayan kan? Hobi bersih-bersih bisa membantu saya punya pikiran yang tenang, karena kalau rumah sumpek dan kotor saya malah jadi stress. Jadi lebih baik tenangkan pikiran dengan bersih-bersih rumah. Palingan yang bikin stress cara manajemen keuangan, tapi diakhir-akhir imbasnya kalau ada tabungan uangnya bisa dibuat beli buku-buku baru jadi lumayan senenglah~ malahan semakin membuat semangat untuk semakin hemat.

Tapi semua kegiatan itu palingan cuma bertahan sampai jam 12 siang. Sisanya ngapain? Saya memanjakan diri dengan membaca, menulis atau menjahit. Kesemuanya itu hobi saya minus menjahit sih. Saya cuma iseng belajar doang waktu dulu tapi lumayan bermanfaat, bisa hemat beli baju dan bisa bikin kemeja buat suami. Hahaha…. tambah tenang lagi deh pikiran.

Sisanya supaya mental lebih tenang dan lega lagi, kita harus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengingat Allah kita akan menjadi tenang kan?

Kesemuanya ini checklist indikator saya sebagai istri dan wanita profesional. Karena kami belum punya anak jadinya belum bisa bikin checklist ibu atau orang tua profesional. Tapi waktu berduaan ini kami manfaatkan untuk terus belajar mengenai ilmu parenting yang baik, belajar ilmu yang bermanfaat untuk keluarga dan agama serta membuat ikatan kasih sayang dan cinta yang lebih mendalam antara suami-istri. Bahasanya gak kuaat….tapi itu kenyataan.

Manusia gak ada yang sempurna, tapi seenggaknya kita bisa mencoba berusaha menuju kesempurnaan itu. Begitu juga dengan saya. Saya mungkin gak bisa jadi wnita atau istri yang sempurna, tapi setidaknya saya bisa berusaha dengan cara banyak membaca dan belajar. Gak perlu merasa stress gak bisa jadi wanita sempurna, karena toh suami saya juga gak menuntut saya untuk jadi sempurna. Dia cuma menekankan saya untuk bisa bahagia, karena itulah kami selalu membuat kegiatan yang menyenangkan dan menikmati hidup. Lagipula kesempurnaan itu adalah menerima ketidak sempurnaan itu sendiri, kan?

Advertisements

One thought on “NHW 2 – Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s