Trip To Semarang: Day 1

Segala persiapan rempong udah dimulai sejak hari senin, padahal berangkatnya hari sabtu. Mulai dari jemur tas punggung yang bakal dipakai sampai bersih-bersih rumah, biar rumahnya bersih pas pada pergi. Kebersihan kan sebagian dari iman, iya kan?

Datanglah hari jumat dan semua udah beres masuk di dua tas punggung laptop yang segeda gaban. Sabtunya bangun jam 4 subuh, mau tahajudan tapi telat gegara mandinya cukup lama, makanya dikompensasi baca Quran sepanjang stasiun bekasi sampai Gondangdia. Dari rumah kita pesan GrabCar. Sempet deg degan juga karena udah pesan gak ada driver yang terima pesanan. Tenangin diri dulu, soalnya mesennya jam 5 subuh, mungkin drivernya masih pada solat. Kita coba lagi eh akhirnya ada yang nerima. Drivernya lumayan ramah dan peduli. Alhamdulillah pengalaman pertama naik GrabCar punya pengalaman yang baik.

20170128_083521

Naik kereta dari stasiun bekasi sampai Gondangdia terus dilanjut naik bajaj sampai Gambir. Setelah nyampe di gambir kita langsung boarding pass tiket dulu, biar tenang aja. Tadinya mau sekalian cetak tiket pulang tapi ternyata gak bisa. Hahaha maklum lah baru kali ini naik kereta setelah semua sistem kereta diperbaharui jadi rada rada kagok, walau gak sampe norak. Setelah cetak tiket kita langsung cus sarapan sekalian beli bekal makan siang. Lumayan men kereta berangkat jam setengah 10 pagi dan baru nyampe jam 3 sore. Untung aja udah bekal banyak air, roti sama nasi buat sepanjang perjalanan.

20170128_091019

Begitu kereta datang kita langsung masuk aja, biar gak rempong sekalian bisa istirahat. Suasana dalam kereta nyaman plus ACnya lumayan dingin. Kereta pun mulai jalan sesuai jadwal.

Lima jam di perjalanan duduk dekat jendela banyak yang bisa saya lihat. Daerah perkotaan, pedesaan, tapi paling banyak lahan sawah sama kebun. Cuaca juga macem-macem, mulai dari cerah, mendung sampai hujan semuanya lengkap dialamin di perjalanan ini.

Ngeliat sawah dan kebun saya jadi sadar dari sinilah salah satu sumber pangan yang kita makan, macemnya beras, jagung, tomat atau yang lain. Kasian ih ngeliat petaninya hujan-hujanan ngurusin sawah. Makanya pelajaran buat kita gaes, makanan jangan dibuang-buang ya.

20170128_150246

Akhirnya, tanpa ngerasa cape sampailah kami di stasiun Semarang Tawang dan hujan deras. Tadinya sih mau nunggu aja sampai reda terus mau coba jalan-jalan sampai ke kota tua. Tapi ternyata gak disangka famili malah udah jemput lengkap satu keluarga ceria. Wkwkwkkw jadi terharu sampai dijemput segala sambil muter-muter sebentar di kota semarang. Sayang hujan deras jadi pesona kota ini agak gloomy.

Malamnya kami diajak makan di warung mie aceh merah putih. Duh lupa gak difoto situasi restonya, habis asyik ngeliatin keponakan yang krucil krucil makan. Dan sampai malam kami disana aja baru pulang ke tempat nginep. Hujan deras masih terus turun. Emang agak sayang sih gak bisa jalan-jalan di hari pertama. Tapi moga-moga hari kedua cerah dan bisa lihat-lihat pesona kota semarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s