Aside

“Serigala yang baik, mengapa tubuhmu bersinar begitu indah?” tanya seorang gadis. Kerudung merah yang digunakan oleh si gadis berhembus pelan ditup angin.

“Agar aku mampu menyinari orang lain dengan pendar indah dari tubuhku,” Sang serigala menjawab dengan geraman pelan.

Gadis berkerudug merah mengangguk paham. “Serigala yang baik, mengapa engkau tidak menyerangku seperti yang dilakukan oleh serigala lainnya?”

Sang serigala mendengus, “Aku tidak sama dengan serigala lain yang lebih mengutamakan insting mereka. Jangan samakan aku dengan serigala yang lain.”

Sang gadis mengatupkan bibirnya, ingin kembali melontarkan hal yang membebani hatinya. Tapi gadis itu takut jikalau sang serigala justru terganggu dengan semua pertanyannya.

“Tanyakan saja,” sang serigala mengetahui keraguan sang gadis.

Sang gadis berkerudung merah terkejut dan menatap sang serigala. Dengan malu-malu ia bertanya, “Serigala yang baik, apakah aku boleh menjadi temanmu?”

Sang serigala tak menjawab, melainkan melenguhkan lolongan yang menyedihkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s