Mom&Kid: Daily Activities – Membaca

<POV Bunda>

Mandiin anak udah. Kasih makan anak juga udah.

Aku melongokkan kepalaku ke arah kamar dan mendesah kecil. Putriku yang mungil, Aisyah sedang duduk manis di kasur milikku dan suamiku. Kasur itu sudah tidak begitu empuk lagi, tapi pegasnya masih berfungsi baik. Terbukti putri kecilku itu duduk sambil memantulkan pantatnya di kasur terus menerus.

Matanya yang berwarna cokelat sedang serius menekuni buku dongeng yang kubelikan jauh sebelum kelahirannya. Buku dongeng itu lumayan besar dan berhias sampul hard cover dengan halaman buku yang juga tebal. Pokoknya aku membelikan buku dongeng yang lumayan aman untuk putriku. Bahkan aku sengaja memilih buku dongeng bertepi tumpul agar putri kecil kami tidak tertusuk sudut tajam buku.

Sudah cukup bengongnya. Aku membuka pintu kulkas dan menatap isi kulkas. Aku mendesah, akhir pekan ini sepertinya aku harus belanja bahan makanan lebih banyak dari biasanya. Yah, biarlah. Mungkin siang ini aku akan masak sayur bayam untuk Aisyah lalu-

“Bunda,”

Suara celoteh kecil memanggilku. Aku menatap bingung, sejak kapan Aisyah sudah ada di sampingku? Gadis kecilku itu berdiri agak sempoyongan, menahan beban buku dongeng besar yang lumayan berat itu.

“Kenapa sayang?” Aku menutup pintu kulkas dan memandang lekat-lekat putriku itu.

Aisyah mengulurkan buku dongengnya sambil tertatih, “Baca aku celita,”

Aku menahan tawaku, merasa gemas dengan cadel putriku.

“Hmm, bunda masak dulu ya? Nanti habis masak bunda bacain buku buat Aisyah,” aku mencoba melobi. Biasanya Aisyah anak yang penurut-

“Gaaak! Baca! Baca!”

Aku terkaget, tumben-tumbennya Aisyah memaksa. Biasanya putri kecilku ini akan bersabar menunggu aku memasak. Tapi kali ini benar-benar diluar dugaan.

“Baca! Baca!” Aisyah masih memaksa.

“Ok, Ok. Bunda bacain.” Aku mengalah dan mengambil buku dongeng itu dari Aisyah, mengisyaratkan aku akan membacakan buku itu. Aisyah bersorak kegirangan dan langsung berlari ke karpet dan duduk diatas bantal yang memang sengaja kuletakkan di atas karpet.

Aisyah menatapku dengan senang. “Bunda cini! Cini!”

Aku tersenyum. Duh, padahal aku belum mandi, belum makan, dan belum masak pula. Aku menghampiri Aisyah sambil membawa sebungkus biskuit, roti dan segelas air. Lumayanlah, sambil membacakan Aisyah cerita sambil ngemil roti dan biskuit. Yang penting perut enggak terlalu kosong.

Tak lama kemudian aku mulai membacakan dongeng untuk Aisyah, tak lupa sambil menggunakan boneka tangan dan mengubah-ubah suaraku. Aisyah tertawa senang dan semakin tertarik untuk belajar membaca.

Yah, sekali-sekali meninggalkan rutinitas kegiatanku sepertinya tak apa. Toh aku bisa menghabiskan waktu dengan putri kecilku yang manis.

.

.

.

“Assalamualaikum! Ayah pulang!”

Aisyah melompat dari pangkuanku dan berlari ke pintu depan, “Ayah!”

“Eh, anak ayah!” Suamiku tertawa senang dan mengangkat Aisyah ke udara. Aisyah tertawa senang.

Aku mengambil tas kerja suamiku dan mencium tangannya. Suamiku melotot kaget melihat keadaan rumah. Wajar saja, biasanya rumah selalu rapi sekarang berantakan sekali dengan buku bertebar dimana-mana.

“Kok tumben rumah berantakan?” Suamiku memandangku tapi Aisyah keburu menyela. “Ayah! Bunda baca aku!”

“Iya! Bunda bacain Aisyah buku?” Suamiku sengaja melontarkan nada bangga pada Aisyah.

Aisyah mengangguk kepalanya dengan semangat. “Pagi baca. Ciyang makan, baca, bobo. Baca telus lagi,” Aisyah melaporkan kegiatannya dengan bersemangat.

“Iya? Hebat dong! Anak ayah udah bisa baca!” Suamiku mengelus puncak kepala Aisyah.

“Maaf ya. Hari ini enggak bisa masak. Aisyah tumben-tumbennya full minta dibacain buku seharian ini. Aku juga baru bisa mandi tadi siang pas Aisyah tidur. Tapi tidurnya sebentar banget jadinya enggak bisa ngapa-ngapain,”

Suamiku mengangguk paham. “Gak papa. Nanti malam kita makan diluar aja,”

Aku mengangguk.

“Ayah! Baca! Baca!” Aisyah mulai rewel lagi, tapi suamiku hanya tertawa dan duduk diatas karpet, meraih buku yang baru saja kutinggalkan untuk menyambut suamiku. Kini gilaran suamiku yang membaca untuk Aisyah.

Yah, walau hari ini rumah lumayan berantakan tapi sangat menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama Aisyah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s