The Monogram Murders

20170327_133736

Judul : The Monogram Murders

Pengarang : Sophie Hannah based on Agatha Christie

Cetakan, Publisher: Sepuluh, Harper Collins Publisher

ISBN : 978 0 06 239475 0


Blurb

” I’m a dead woman, or I shall be soon…”

Hercule Poirot’s quiet supper in a London coffeehouse is interrupted when a young woman confides to him that she is about to be murdered. Though terrified, she begs Poirot not to find and punish her killer. Once she is dead, she insists, justice will have been done. Later that night, Poirot learns that three guests at a London hotel have been murdered, and a monogrammed cufflink has been placed in each one’s mouth. Could there been a connection with the frightened woman? While Poirot struggles to put together the bizarre pieces of the puzzle, the murderer prepares another hotel bedroom for a fourth victim.


Sebenernya nih buku punya adekku. Cuma karena dia udah males baca, dan aku juga lagi tergila-gila ngumpulin Agatha Christie, akhirnya nih buku jadi punyaku. Pertama kalinya baca buku genre mystery dalam bahasa Inggris. Walaupun enggak setiap katanya saya terjemahin dalam kepala, tapi seenggaknya saya bisa narik kesimpulan dari buku ini.

MENARIK

Yang nulis memang bukan Agatha Christie sih, tapi lumayan menarik bisa membaca petualangan mantan polisi Belgia dengan kepala bulat telur, Hercule Poirot. Kali ini Poirot yang ingin beristirahat dari kasus kembali dihadapkan dengan kasus pembunuhan yang cukup rumit dan penyelidikan mendalam. Tapi memang udah ciri khasnya Poirot, dia gak bkal capek-apek pergi jauh ke suatu tempat untuk mencari fakta, cukup memerintahkan seseorang dan Poirot akan mendapatkan berbagai fakta untuk membantunya memecahkan kasus pembunuhan.

Dalam cerita kali ini Poirot harus menyelesaikan kasus pembunuhan yang motifnya bermula beberapa tahun yang lalu di suatu daerah bukan London. Kali ini Poirot tidak ditemani Kapten Hasting melainkan ditemani oleh anggota Scotland Yard – Edward Catchpool. Bersama Catchpool, Poirot berusaha mencari fakta yang tersembunyi di balik adegan tiga pembunuhan di panggung hotel mewah London, yaitu Hotel Bloxham.

Secara alur cerita menurut saya buku ini lumayan menarik. Karena saya penggemar pemula Hercule Poirot mungkin saya tidak bisa membandingkannya dengan penulis aslinya, Agatha Christie. Lagipula ini adalah buku misteri pertama yang saya baca dengan bahasa Inggris, menyebabkan saya kurang bisa membandingkan antara penulisan Sophie Hannah dan karya asli Agatha Christie.

Cerita cukup menarik walau menurut saya alurnya cukup lama. Kemungkinan hal ini dikarenakan banyaknya pembunuhan yang terjadi sementara motif kasus berawal dari beberapa tahun yang lalu, menyebabkan semua karakter di buku ini harus menemui bermacam-macam karakter untuk sekedar mendapatkan fakta. Kebohongan yang dilapisi oleh kebohongan lainnya menyebabkan pembaca harus berpikir keras untuk sekedar memilah informasi apa saja yang harus dipercaya dan bagian mana saja yang harus dibuang, membuat kita seakan sebagai detektif yang ikut bergabung dengan petualangan Poirot.

Meski begitu untuk pembaca yang sekedar mencari bacaan menarik dengan genre misteri masih bisa membaca buku ini dan mendaptkan hiburan yang menantang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s