Razia Dompet Kempes

Perhatian!

Sedang dilaksanakan Operasi Dompet Kempes!

Terima kasih atas perhatian Anda.

Ttd, Skuadron Semut

.

.

Hari ini tanggal tua. Atau dengan kata lain akhir bulan. Atau dengan kata lain, hari gajian!

Tapi sayangnya gaji yang ditunggu-tunggu belum datang. Hanya Allah SWT dan para atasan saja yang tahu alasan kenapa gaji kami datang terlambat. Meski begitu kami tetap sabar. Malahan saking sabarnya kami berusaha jajan dengan makan mi goreng sambil mengajukan proposal yang Subhanallahsuper sekali.

“Operasi dompet kempes?” Komandan kami, Andre, membeo.

Ridwan, yang diangkat jadi ustad angkatan dan juru bicara dadakan menganggukkan kepalanya dengan mantap. Di belakangnya ada Rizki, Abdul dan kawan-kawan lain yang mendukung dilaksanakannya operasi tersebut.

“Bisa dijelaskan maksud dari operasi ini?” Andre menatap tajam kepada semua khalayak. Maksudnya sih bukan mau kelihatan sinis, tapi memang sejak lahir si komanda ditakdirkan punya mata yang tajam kayak aktor ganteng di film Ada Apa Dengan Cinta. Jadilah komandan Andre ini selalu kayak kelihatan sinis.

“Gak ada maksud tertentu sih ‘ndan. Cuma mau berbagi aja atau istilah kerennya sedekah. Kan kalau lagi banyak uang kita sebaiknya memberi bantuan kepada yang tidak mampu. Nah, apalagi di masa sekarang ini-“ yang maksud Ridwan masa-masa mereka belum juga turun gajinya “-kalau kita berbagi dengan orang lain In Shaa Allah rejekinya lebih dimudahkan.”

Para pengikut yang ada di belakang Ridwan diam-diam mengamini ceramah Ridwan. Semoga operasi ini akan memudahkan turunnya gaji mereka untuk bulan ini, bulan seterusnya, bulan seterusnya dan bulan seterusnya lagi. Bahkan Komandan Andre juga diam-diam mengamini ceramah Ridwan. Amin.

Sang komandan mengangguk-angguk mendengar penjelasan Ridwan. Tapi apalah daya, sang komandan tidak bisa langsung men-goal-kan proposal mereka. Karena itu dengan kalimat ampuh, “Akan saya usulkan kepada para atasan.” Maka dimulailah masa PHP yang begitu panjang.

Sebenarnya tidak begitu panjang, karena yang sebenarnya mereka hanya menunggu selama satu minggu. Ridwan dkk dipanggil kembali untuk menghadap komandan. Saat mereka menghadap Komandan Andre, mereka tahu proposal mereka kemungkinan akan diterima. Hanya saja melihat wajah sang komandan yang agak cembrut dibanding biasanya Ridwan dkk paham, walau proposal dilanjut tapi ada S&K (baca: syarat dan ketentuan) yang berlaku.

“Kami sudah putuskan…,” Si komandan bisaan aja ambil jeda segala, penonton jadi deg-degan.

“…untuk meluluskan proposal kalian.”

Yes! Alhamdulillah.

“Kabar buruknya adalah kita tidak punya dana untuk mendukung kegiatan kalian jadi kalian harus mencari dana sendiri.”

Olala~

“Gak apa-apa Komandan. Kami sudah siap kok.” Ridwan menghapus segala ragu yang menyelimuti Abdul, Rizki bahkan sang komandan sendiri. Tak lupa ustad angkatan itu memberikan senyum yang teduh dan menawan. Orang alim mah begitu, auranya beda~

.

.

.

“Mohon maaf Pak. Anda terkena operasi razia dompet kempes. Silahkan ikut saya,” Abdul menarik salah satu tukang becak yang cengegesan dan memang sengaja minta ditangkap untuk diperiksa di razia ini.

Si bapak tukang becak sudah siap sedia memberikan dompetnya untuk diperiksa, sementara Abdul mulai memeriksa isi dompet si bapak itu. Ternyata benar, isinya hanya sekumpulan uang dua ribuan yang totalnya hanya mencapai dua puluh ribuan. Abdul mengarahkan si bapak ke antrian yang dipimpin oleh Ridwan dan Rizki yang langsung diikuti dengan semangat oleh si bapak.

Sementara Rizki dan Ridwan sibuk sana-sini, memberikan amplop berisi uang Rp 50.000 sebagai bentuk sedekah dan bantuan kepada pihak-pihak yang memang telah dikonfirmasi memiliki dompet kempes. Untungnya antrian berjalan lancar dan tertib karena para teman angkatan yang lain membantu mengarahkan dan mengkonfirmasi, jadinya Rizki dan Ridwan gak perlu capek apalagi pasang wajah sangar sekedar untuk menertibkan antrian.

Operasi razia berlangsung khidmat dan lancar. Masyarakat kagum, yang menerima bantuan juga senang. Sementara para skuadron semut? Entah kenapa rasanya hati jadi lapang dan tenang. Melihat semua orang tersenyum senang mereka juga ikutan sumringah.

“Semoga operasi kali ini diridhoi oleh Allah swt. Amin.” Para skuadron semut ikut mengamini.

“Sayang, gaji kita juga belum turun,” cengenges salah satu rekan tapi ia langsung menutup mulut karena dipelototi secara ganas oleh yang lainnya. Yang lain ada yang mesem-mesem atau tertawa geli.

“Yuk deh semuanya, kita ke kantin. Kemarin sempet ngumpulin sedikit uang buat beli mi goreng sekardus. Sekarang Ibu kantin lagi masak buat kita semua.” Ridwan mengajak teman seangkatannya sambil berjalan ke kantin. Yang lain juga langsung mengikuti. Makan gratis siapa yang enggak mau? Yah, enggak apa-apa deh walau makan gratisnya mi goreng.

.

.

.

Mereka semua sedang asyik makan mi goreng saat Andi, salah satu anggota skuadron semut berlari tergopoh ke kantin.

“Gaes! Gaji kita udah turun!”

Sontak semua langsung berujar, “Alhamdulillah!”

“Bulan depan kita adain operasi dompet kempes lagi yuk?” ujar Ridwan dengan kalem yang langsung disetujui oleh semua angkatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s