Status

Game Kelas BunSay: Level 1

Hari 2

Hari kedua

Saya adalah tipe orang yang kalau pingin cerita pasti bakal langsung cerita. Gak peduli waktu dan tempat.

Misalnya maghrib kali ini.

Pas banget setelah buka puasa, saya keinget dengan suatu hal dan langsung saya ceritain ke suami saya. Padahal suami lagi siap-siap buat sholat maghrib di mesjid. Suami sedang pakai baju koko dan saya berdiri di sampingnya, bercerita. Alhasil adalah suami belum connect dengan  cerita saya dan ia menyuruh saya mengulangi cerita saya.

(efek backsound suara bom)

Saya langsung diam dan langsung mengingat pelajaran komunikasi dari kelas Bunda Sayang.

(efek backsound suara jangkrik bunyi)

Pas banget saya langsung ingat dengan poin choose the right time. Pas disini saja saya sudah salah banget timing ceritanya. Tapi karena suami udah keburu kasih perhatian ke saya makanya saya ulang lagi cerita saya. Kali ini In Shaa Allah saya sukses di poin clear and clarify.

Dan berhubung suami lagi buru-buru mau ke masjid, makanya saya pakai poin keep it short and simple. Yes! Kali ini sukses karena satu kali mengulang cerita suami langsung memberi komentar yang sesuai.

Jadi kesimpulan hari ini adalah saya jadi sadar kalau cerita harus lihat waktu dan tempat biar enggak capek ngulangin cerita yang sama 😛

Dan terbukti menggunakan metode KISS saya juga gak terlalu capek kalau perlu berkomunikasi. Selama ini memang kalau saya ngobrol sama suami kadang ceritanya suka melantur kemana-mana akhirnya malah jadi cerita yang panjang, padahal intinya pendek.

Jadi dengan kasus ini saya langsung dapat tiga hal bersamaan:

  1. Keep it short and simple
  2. Clear and clarify
  3. Choose the right time

Berhubung yang berhasil kali ini ada dua poin dari satu poin, maka saya merayakan keberhasilan kali ini dengan makan kolak pisang 😛 sisanya yang gagal harus lebih direnungkan, yaitu kalau mau cerita harus lihat-lihat waktu dan tempat!

#level1

#day2

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements