Status

Game Kelas BunSay: Level 1

Hari 5

Hari Kelima

Jadi, sebenernya saya suka banget sama bakwan. Itu asli, gak bohongan! Malahan dulu saya sempet dijulukin Miss Bakwan waktu di kampus gegara cemilannya bakwan melulu. Apalagi pas bulan puasa ini, setiap suami mau beli sesuatu buat cemilan buka puasa pasti dia bakal beliin bakwan buat saya. Huhu, makasih banget suamiku. Love you so much~

Nah, cerita kali ini bermula saat azan maghrib sudah berkumandang. Kami sudah makan kurma, kami sudah minum air. Kami duduk saling berhadapan dan di depan kami ada bungkusan gorengan. Tepatnya isinya adalah dua bakwan dan dua risol isi mayones.

Normalnya jatahnya pasti masing-masing orang dapat satu jatah bakwan dan risol. Tapi kali ini agak beda, karena kayaknya suami lagi pingin makan risol. Sebelum makan dia nanya dulu, “Say, kamu mau risol juga enggak?”

Enggak biasanya suami nanyain begitu, makanya saya pikir dia lagi pingin makan dua risol. “Emang kenapa? Mau makan risolnya dua?” Aku nanya sambil wajah serius dan menatap mata sang suami tercinta. Pas banget lagi inget poin BunSay.

Suami diam dulu, kayaknya sih mikir-mikir. Tapi berikutnya dia malah bilang, “Gak usah deh. Kayak biasa aja,” maksudnya kami makan satu risol dan satu bakwan. Tapi aku langsung bilang, “Gak papa sih kalau kakak lagi mau makan dua risol. Dita berarti makan dua bakwan,” aku berusaha menjelaskan sambil menatap mata suami. Tapi suami malah bilang enggak jadi dan kekeh ke jatah yang normal. Walhasil kami makan jatah satu bakwa dan satu risol.

Terus habis itu?

Gak ada apa-apa sih. Habis itu kami sholat Maghrib. Hehehe.

Nah, mari saatnya menelaah komunikasi kami. Dan hei, saya terkejut ternyata suami menerapkan clear and clarify dan choose the right time pada komunikasi kami. Karena pas banget suami nanyain keinginan saya pas sebelum makan gorengan. Respon itu saya sambut dengan kaidah 7-38-55 dimana saya langsung respon pertanyaan suami dengan semsetinya, yaitu menatap wajahnya dan tubuh tegak. Poin itu juga didukung dengan intensity of eye contact menyebabkan tidak ada miskomunikasi antara saya dan suami. Dan semuanya berakhir dengan baik tanpa adanya masalah hasil komunikasi. Jadinya bisa dikatakan poin I’m responsible for my communication result juga tercapai dengan baik kan?

Alhamdulillah komunikasi kali ini berjalan dengan lancar dan suami juga ikut menerapkan poin komunikasi penting BunSay. Iyalah…dia kan juga suka ngintip semua materi IIP 😛 dan alhamdulliah semuanya berkahir dengan baik. Tidak perlu miskomunikasi seperti yang pernah terjadi di depan penjual takjil 😛

Semoga komunikasi lancar ini In Shaa Allah bisa terus berjalan. Amin.

#level1

#day5

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip