Family Forum

Cemilan Rabu 2
7 Juni 2017

🍇Apa sih family forum itu?

➡Family forum adalah kegiatan ngobrol bersama keluarga inti,  yang dibangun untuk saling mengalirkan rasa,  mengetahui hobi anak-anak, aktivitas harian mereka, trend pengetahuan dan berita yang ada saat ini, kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masalah atau tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh seluruh anggota keluarga serta harapan dan cita-cita dari masing-masing anggota keluarga. Family forum merupakan salah satu sarana pendukung terjadinya komunikasi produktif di dalam keluarga.

🍌Siapa saja yang terlibat dalam Family Forum?

➡Keluarga inti: Ayah,  ibu,  dan anak-anak.

🍊Kenapa kita perlu mengadakan family forum?

-Sebagai sarana untuk mengalirkan rasa
-Menyamakan Frame of Experience dan Frame of Reference
-Melancarkan komunikasi diantara anggota keluarga
– Sarana belajar bagi anggota keluarga untuk dapat berbicara dan mendengar dengan baik.
– Menggagas ide,  menyamakan visi misi keluarga, merencanakan dan menetapkan cita-cita bersama

🍰Kapan, dimana dan bagaimana kita bisa melaksanakan family forum?

➡ Boleh kapan dan dimana saja. Bentuknya pun beragam, seperti di meja makan dengan sebutan “meja peradaban”, bisa juga selepas jamaah maghrib menjadi ” maghrib time”, ngeteh bersama “tea time”, ngopi bersama “coffee break”, ngegame bersama “play on”, ngemil bersama “snack time”, bahkan bisa dilakukan jarak jauh dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, dll.

Ketika anggota keluarga sedang berkumpul semua, maupun saat salah satu anggota keluarga berada dalam kondisi berjauhan, masih tetap bisa dilakukan kegiatan family forum.

Sebagai sarana pendukung komunikasi produktif dalam keluarga, perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan.

Selamat membuat forum keluarga

/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2/


Sumber Bacaan:

Hasil Belajar Kelas Bunda Sayang Koordinator Nasional dg Ibu Septi Peni Wulandani

Review 1 Game Level 3, Kelas Bunda Sayang 1

Pengalaman pribadi fasil Bunda Sayang 2

Status

Game Kelas BunSay: Level 1

Hari 6

Hari Keenam

Jarang-jarang saya sama suami gosipin artis. Bener-bener jarang banget.

Sebenarnya semua ini salah televisi yang pagi-pagi udah menyiarkan berita gossip yang enggak jelas. Heran deh, bulan puasa tapi televisi getol banget nyebarin berita gossip pagi-pagi. Jadi jangan salahkan saya kalau tiba-tiba suami enggak sengaja nonton salah satu berita gossip itu.

Jadi kebetulan pas di pagi hari tv lagi menyiarkan berita salah satu artis (katanya sih tapi saya enggak kenal artis itu) yang meninggal. Tragisnya si artis meninggal tidak dalam keadaan tenag, tapi orang tuanya bertengkar di depan jenazah anaknya. Pasalnya apa? Tiada lain karena orang tuanya beda agama sehingga mereka berebut bagaimana caranya menguburkan jenazah anak mereka.

Enggaakk…saya gak bakal ceritain gimana kelanjutan kasus itu. Secara pertama, ini bukan blog gossip selebriti. Dan kedua, ada banyak hal lain yang lebih penting untuk ditulis.

Jadi cerita uniknya adalah, jarang-jarang kami ngomentarin gossip receh begituan. Malahan sambil menerapkan poin komunikasi BunSay! Woww…emejing!

Pas habis dengerin gossip itu saya sama suami ngobrol, face to face sambil menerapkan intensity of eye contact. Enggak lupa didukung dengan kaidah 7-38-55 dengan badan tegap dan wajah serius.

“Kasihan ya,” komentar suami.

Karena saya emang enggak connect dengan berita gossip itu saya harus clear and clarify supaya enggak miskomunikasi, “Hah? Emang ceritanya apa sih?”

Akhirnya suami dengan sangat sabar menceritakan ulang berita gossip dari tv itu. Saya? Cuma bisa bengong. Jarang-jarang suami serius banget dengerin berita gossip.

Setelah selesai bercerita suami saya langsung menanyakan pendapat saya. Ah, disinilah saya paham kenapa bahasa tubuh suami mendadak serius. Kalau topik pembicaraan mengenai agama pasti suami bakal pasang sikap serius, sadar atau enggak.

Yah, disini saya gak bakal bahas bagaimana “hangatnya” diskusi kami. Tapi yang pasti poin penting komunikasi BunSay sungguh sangat bermanfaat dalam situasi ini.

Karena kami diskusi mengenai agama otomatis poin-poin clear and clarify, kaidah 7-38-55 dan intensity of eye contact berguna sekali untuk menjaga komunikasi kami dari gagal atau enggak connect. Mengenai choose at the right time? Hmm…mungkin sesuai karena pas banget kami diskusi di pagi hari setelah berita gossip itu di kabarkan. Dengan kata lain masih update untuk kami walaupun kata orang itu berita basi.

Nah, untuk poin I’m responsible for my communication result…hmmm… mikir-mikir dulu deh. Soalnya apanya yang mau dipertanggungjawabkan? Berita gosipnya? Lah, kami gak punya hubngan apa-apa sama si artis itu. Mengenai masalah diskusi agamanya? Alhamdulillah kok kami sama-sama muslim jadi harusnya enggak ada masalah. Palingan yang perlu diwaspadai kalau suatu saat kami punya anak didikannya harus benar-benar kuat agamanya biar enggak kejadian kayak kasus si artis itu. Nah, karena poin ini enggak terlalu yakin dalam diskusi agama jadinya saya pikir ini enggak masuk poin pencapaian hari ini.

But still semua yang terjadi itu selalu bisa dijadikan bahan renungan dan pelajaran. Meskipun kasus itu adalah gossip selebriti tapi sebagai manusia yang berakal kita harus selalu bisa menjadikan apapun sebagai bahan renungan kan?

Dan terutama untu kelas BunSay ini, bisa dijadikan topik pelajaran komunikasi yang efektif 😛

Semoga berikutnya komunikasi yang efektif masih terus berlanjut. Amin.

#level1

#day6

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip