Status

Game Kelas BunSay: Level 1

Hari 6

Hari Keenam

Jarang-jarang saya sama suami gosipin artis. Bener-bener jarang banget.

Sebenarnya semua ini salah televisi yang pagi-pagi udah menyiarkan berita gossip yang enggak jelas. Heran deh, bulan puasa tapi televisi getol banget nyebarin berita gossip pagi-pagi. Jadi jangan salahkan saya kalau tiba-tiba suami enggak sengaja nonton salah satu berita gossip itu.

Jadi kebetulan pas di pagi hari tv lagi menyiarkan berita salah satu artis (katanya sih tapi saya enggak kenal artis itu) yang meninggal. Tragisnya si artis meninggal tidak dalam keadaan tenag, tapi orang tuanya bertengkar di depan jenazah anaknya. Pasalnya apa? Tiada lain karena orang tuanya beda agama sehingga mereka berebut bagaimana caranya menguburkan jenazah anak mereka.

Enggaakk…saya gak bakal ceritain gimana kelanjutan kasus itu. Secara pertama, ini bukan blog gossip selebriti. Dan kedua, ada banyak hal lain yang lebih penting untuk ditulis.

Jadi cerita uniknya adalah, jarang-jarang kami ngomentarin gossip receh begituan. Malahan sambil menerapkan poin komunikasi BunSay! Woww…emejing!

Pas habis dengerin gossip itu saya sama suami ngobrol, face to face sambil menerapkan intensity of eye contact. Enggak lupa didukung dengan kaidah 7-38-55 dengan badan tegap dan wajah serius.

“Kasihan ya,” komentar suami.

Karena saya emang enggak connect dengan berita gossip itu saya harus clear and clarify supaya enggak miskomunikasi, “Hah? Emang ceritanya apa sih?”

Akhirnya suami dengan sangat sabar menceritakan ulang berita gossip dari tv itu. Saya? Cuma bisa bengong. Jarang-jarang suami serius banget dengerin berita gossip.

Setelah selesai bercerita suami saya langsung menanyakan pendapat saya. Ah, disinilah saya paham kenapa bahasa tubuh suami mendadak serius. Kalau topik pembicaraan mengenai agama pasti suami bakal pasang sikap serius, sadar atau enggak.

Yah, disini saya gak bakal bahas bagaimana “hangatnya” diskusi kami. Tapi yang pasti poin penting komunikasi BunSay sungguh sangat bermanfaat dalam situasi ini.

Karena kami diskusi mengenai agama otomatis poin-poin clear and clarify, kaidah 7-38-55 dan intensity of eye contact berguna sekali untuk menjaga komunikasi kami dari gagal atau enggak connect. Mengenai choose at the right time? Hmm…mungkin sesuai karena pas banget kami diskusi di pagi hari setelah berita gossip itu di kabarkan. Dengan kata lain masih update untuk kami walaupun kata orang itu berita basi.

Nah, untuk poin I’m responsible for my communication result…hmmm… mikir-mikir dulu deh. Soalnya apanya yang mau dipertanggungjawabkan? Berita gosipnya? Lah, kami gak punya hubngan apa-apa sama si artis itu. Mengenai masalah diskusi agamanya? Alhamdulillah kok kami sama-sama muslim jadi harusnya enggak ada masalah. Palingan yang perlu diwaspadai kalau suatu saat kami punya anak didikannya harus benar-benar kuat agamanya biar enggak kejadian kayak kasus si artis itu. Nah, karena poin ini enggak terlalu yakin dalam diskusi agama jadinya saya pikir ini enggak masuk poin pencapaian hari ini.

But still semua yang terjadi itu selalu bisa dijadikan bahan renungan dan pelajaran. Meskipun kasus itu adalah gossip selebriti tapi sebagai manusia yang berakal kita harus selalu bisa menjadikan apapun sebagai bahan renungan kan?

Dan terutama untu kelas BunSay ini, bisa dijadikan topik pelajaran komunikasi yang efektif 😛

Semoga berikutnya komunikasi yang efektif masih terus berlanjut. Amin.

#level1

#day6

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s