Game BunSay #2 : Hari 9

Reseller.

Sebenernya ide ini udah lama banget sejak resign kerja. Sebagai IRT baik yang pingin punya uang tambahan buat jajan buku rasanya ini ide yang agak-agak menggoda gitu. Cuma ada beberapa alasan yang bikin saya belum daftar jadi reseller apapun.

Pertama, jualan kayaknya bukan passion gue. Dan ini dibuktikan dengan saat ini dimana gue nyoba bantu-bantu teman buat jualan tupperware ataupun selai cokelat tapi belum ada kemajuan apapun. Yah, walau dengan alasan tuh dua macam barang bukanlah barang sehari-hari yang harus dibeli tiap hari.

Yang kedua, hmmm… apa ya? Kayaknya alasan pertama udah cukup buat mematahkan semangat gue buat jadi reseller. Tapi meskipun begitu masih kebayang-bayang sih untuk jadi agen reseller gitu.

Nah, pas minta ijin sama suami, doi sih bilang kalau aku mau jualan atau jadi reseller sih boleh aja. Tapi pertama-tama gue ditanya dulu, kenapa niat pingin jadi reseller?

Yah, dengan jujur gue bilanglah. Pingin punya tambahan uang aja.

“Emang butuh uang buat beli sesuatu? Kenapa gak minta sama aku?” suami mulai nanya tingkat lanjut,

“Bukan buat beli sesuatu sih. Cuma buat situasi darurat kalau misalnya mungkin suami kenapa-kenapa.” jawabku.

Nah disini suami langsung pasang muka kerut. “Wah, kalau alasannya kayak gitu aku gak kasih ijin.”

Langsung siyoookkk mode on. “Kenapa?”

“Kalau alasan kamu mau jadi reseller kayak gitu, seakan-akan kamu tuh meragukan rejeki yang Allah kasih sama kamu. Cobaan tuh bukan cuma saat lagi sulit uang. Banyak loh kasus cobaan istri saat penghasilan mereka justru lebih besar dari suami.”

Aku langsung diem.

“Lain cerita kalau kamu reseller niatnya untuk hasilnya membantu sesama. Atau bikin seneng orang tua kita. Itu gak apa-apa.”

Masih diem.

“Aku gak maksud ngelarang kamu reseller loh. Cuma niat kamu diperbaikin lagi ya.”

Aku ngangguk-ngangguk. Iya ya, mungkin walau cuma sedikit ada sedikit rasa takut saat Allah ngasih cobaan kesempitan harta makanya mendadak kepikiran ide buat nambah penghasilan reseller gitu. Sekarang setelah ditegur sama suami rasanya jadi tenang dan enggak buru-buru memutuskan mau jadi reseller atau enggak.

Dan sekarang jadi kepikiran, mungkin semua game BunSay selama beberapa hari ini harus saya perbaiki kembali niatannya. Yeah mandiri secara finansial tapi untuk apa tujuannya? Mungkin disini saya haruis kembali meluruskan hati.

Alhamdulillah, punya suami yang baik dan selalu menuntun. Enggak menuntut macem-macem dan selalu membimbing.

#Hari9

#Level2

#BunSayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari


Omake…

“Tapi kak, tadi liat-liat di web jualannya jilbabnya pada lucu-lucu sama bagus-bagus ih. Boleh beli gak? Kan lagi butuh beberapa warna tertentu.”

“Hmm, yaah. Kalau emang perlu mah beli aja.”

Yesss!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s