Menstimulasi Anak Suka Matematika

Materi #6
Minggu ke-2

Matematika memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Banyak permainan dan aktifitas yang menunjang pelajaran matematika dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka.

Apa saja kemampuan yang bisa ditingkatkan dengan aktifitas permainan matematika?

antara lain,

🍒 Kemampuan menggunakan dan meningkatkan kosakata

🍒 Kemampuan mengeksplorasi, mendiskusikan, dan memberikan pendapat dan menyampaikan ide-ide matematika

🍒 Kemampuan berfikir dan bekerja secara matematika

🍒 Membangun kepercayaan diri anak dalam pelajaran matematika

🍒 Meningkatkan konsentrasi

🍒 Meningkatkan perilaku positif terhadap matematika

🍒Mempelajari cara berdiskusi secara matematis dan bekerjasama untuk mencapai pemahaman.

🍒 Kemampuan mempelajari matematika dalam lingkungan yang mendukung daya pikir dan menyenangkan.

🍒Meningkatkan pemahaman

🍒Mengeksplorasi matematika dengan konsep yang bebas serta memperkuat dan meningkatkan kemampuan anak.

Sumber ; John Dabell. Aktifitas Permainan dan ide Praktis Belajar Matematika, Penerbit Erlangga : 2009.

WhatsApp Image 2017-11-29 at 09.32.18

Advertisements

Mengajari Anak Memahami Bacaan

Camilan Rabu ke-4
15 November 2017
Materi #5

Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting. Kita tahu dari ayat yang Allah turunkan pertama kalipun adalah perintah untuk Membaca. Membaca diri, membaca alam yang telah Allah ciptakan, juga membaca teks Alquran kitab yang diturunkan.

Tujuan utama dari membaca ini adalah tentu saja untuk memahami. Pemahaman akan tujuan penciptaan diri, penciptaan alam yang sudah Allah siapkan untuk kita dan pemahaman terhadap teks Alquran sebagai wahyu.

Lalu bagaimana cara kita menstimulus pemahaman membaca anak?

📖 Untuk anak yang masih dibacakan:

🍁 beri intonasi dan gesture yang tepat sesuai bacaan

⭐ajak anak mendeskripsikan kata yang dibaca untuk mencari tahu apakah kata-kata yang kita bacakan dimengerti atau tidak. jika tidak, beri penjelasan dengan menunjukkan gambar atau media lain.

❄Anak yang sering mendengar cerita/bacaan dan diajak eksplorasi alam sekitar dimungkinkan lebih cepat menangkap makna bacaan karena sudah memiliki pesan dan kesan terhadap kata yang dibacakan.

💧beri pertanyaan yang sesuai dengan konteks bacaan dan ceritakan hikmah apa yang bisa kita ambil dari bacaan tersebut.

📖 Untuk anak yang sudah bisa membaca:

🦋 ajari anak untuk menemukan pesan penting dalam teks bacaan

🌹 lakukan tanya jawab dan diskusi mengenai teks bacaan

🌷 kaitkan bacaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari

🌻ajak anak mencari ibroh/pelajaran dari bacaannya

🌾 ajak anak menuliskan kembali point penting dari bacaannya

Salam Ibu Professional,
Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch 2


Sumber:
Pemahaman atas QS Al’Alaq
Ibroh dari pengalaman di rumah terhadap anak



IMG-20171116-WA0012

Manfaat Membaca

Camilan rabu ke-3

8 November 2017

Materi#5
Kalau kita ditanya apa tujuan membaca? Maka kebanyakan kita akan menjawab tujuan membaca adalah untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Atau ada juga yang menjawab untuk melaksanakan perintah pertama dari Allah yaitu Iqra’ yang bertujuan untuk mengenal Allah.mDi samping itu ternyata ada beberapa manfaat dari membaca:

1 . Stimulasi mental

Membaca merupakan kegiatan stimulasi mental yang dapat meremajakan otak. Dengan membaca otak akan aktif dan tidak mudah kehilangan ingatan. Otak membutuhkan latihan agar tetap kuat dan sehat.
2. Mengurangi stress

Membaca dapat membawa kita ke situasi yang di gambarkan oleh penulisnya, dengan membaca artikel yang menarik dan membahagiakan akan mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang membuat kita stress. Untuk itu jika anda ingin rileks cobalah membaca artikel yang menggembirakan dan menginspirasi, karena itu akan memperlambat denyut jantung dan mengurangi ketegangan otot.
3. Memperbaiki memori

Pada saat membaca otak kita akan berlatih untuk mengingat hal-hal penting dalam suatu novel atau artikel yang kita baca. Hal itu akan menempa memori otak  untuk memperkuat yang sudah ada dan membantu ingatan-ingatan jangka pendek.
4. Keterampilan berpikir analitis

Saat  membaca kita dituntut untuk bisa memhami rangkaian peristiwa,runutan dan rincian peristiwa yang dapat membuat otak kita menjadi mampu untuk memproyeksikan kesimpulan dari informasi yang disampaikan penulis. Sehingga hal ini membuat kita harus menerapkan pemikiran yang kritis dan analitis.
5. Meningkatkan konsentrasi

Pada saat kita membaca perhatian akan terfokus pada cerita,sehingga pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Oleh sebab itu orang yang hobi membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus.
6. Meningkatkan kemampuan menulis

Dengan mengamati gaya penulisan, irama dan aliran dari tulisan orang lain yang kita baca akan mempengaruhi tulisan kita sendiri. Semakin banyak kita membaca,semakin kaya  ide dan pengetahuan kita tentang menulis.
7. Mendukung kemampuan berbicara di depan umum

Membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata sehingga mampu meningkatkan  pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
Tim fasilitator bunda sayang#2

📚 Sumber bacaan:

https://www.facebook.com/A.Hayatunnufus/posts/

https://health.detik.com/read/2017/07/28/…/6-manfaat-membaca-bagi-kesehatanlifestyle.kompas.com/read/…/10-manfaat-mengapa-anda-harus-membaca-setiap-haribuku

Bunda Sayang, Ibu Profesional

IMG-20171108-WA0018

Literasi Membaca Sebagai Proses Sosial

Cemilan Rabu ke-2
1 November 2017

Pendekatan literasi modern memandang aktivitas membaca sebagai proses sosial. Ini selaras dengan hakikat teks sebagai perwujudan kegiatan sosial dan memiliki tujuan sosial.

Dalam perspektif membaca sebagai proses sosial, membaca tidak disampaikan sebagai aktivitas yang bersifat netral. Setiap ujaran yang disampaikan oleh penulis, ilustrator atau pelaku sosial yang lain, disadari atau tidak, merupakan wacana yang tidak hanya berasal dari ide-ide yang ada di benak pelaku-pelaku sosial itu, tetapi berasal dari praktik sosial yang berakar kuat dan berorientasi pada struktur sosial material yang riil. Untuk itu, sikap kritid selalu diperlukan untuk mempertanyakan apa yang ada di balik kata-kata dan dari siapa kata-kata itu berasal. Bahasa sebagai praktik sosial menuntut pembaca untuk bersikap kritis, tidak begitu saja menerima pendapat, konsep, kumpulan ide-ide yang dianggap mapan.

Aktivitas membaca dalam perspektif proses sosial bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kritis pembaca terhadap praktik-praktik sosial dalam teks. Kesadaran kritis diartikan sebagai kemampuan untuk mengenali kondisi-kondisi yang menyebabkan adanya pihak-pihak yang memiliki hak istimewa dan mendominasi pihak-pihak lain. Memiliki kesadaran kritis berarti sadar terhadap sejarah, sosial, budaya atau ideologi yang berterima dan tidak berterima pada suatu masyarakat tertentu. Keyakinan-keyakinan tentang yang benar, tidak benar, berterima tidak berterima, atau netral tidaklah selalu sama antar individu dan di setiap konteks masyarakat.

Contoh, siswa sekolah menengah sekarang pada umumnya belum memiliki kesadaran kritis terhadap praktik-praktik sosial yang terjadi di lingkungannya karena pada umumnya mereka masih asyik dengan dirinya dan dunianya sendiri.
Mereka perlu ditumbuhkan kesadaran kritisnya terhadap apa yang terjadi di rumahnya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang disukai dan tidak disukai oleh orang tuanya, nilai-nilai apa yang harus diterapkan di lingkungannya. Hal ini agar para generasi muda tidak terasing dari masyarakatnya dan memiliki kepedulian/kepekaan terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat/bangsanya, sekaligus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang #2/

📚Sumber Bacaan
Nurhadi dan Endah Tri Priyatni. 2017. Membaca dan Literasi Kritis. Tangerang: TSmart

Menstimulasi Anak Suka Membaca

Materi 5
Rabu 25 Oktober 2017

Bagi sebagian orang tua khususnya ibu yang waktunya sebagian besar dihabiskan dengan anak-anak tentu merasakan kebahagiaan luar biasa jika dapat mengajarkan anak-anaknya membaca dan menulis. Keterampilan yang satu ini agaknya menjadi kemampuan yang penting untuk bisa bertahan menghadapi tantangan zaman. Bahkan perintah pertama dari tuhan kepada manusia pun adalah iqra bacalah, maka sejatinya mengajarkan dan menstimulus kemampuan membaca bagi anak menjadikannya ladang pahala yang tak ternilai harganya.
Beberapa faktor yang perlu di perhatikan oleh para orang tua sebelum menentukan untuk menstimulus kemampuan membaca seorang anak adalah :

📔 1. Menentukan tujuan mengenalkan Keterampilan membaca

Tujuan mengenalkan anak membaca akan mampu memberikan motivasi tersendiri pada orang tua terkait metode dan menjalani setiap orang tua sabar menjalani prosesnya.

📓 2. Mengenal fitrah anak

🍀 Kerja otak anak laki-laki dan perempuan

Dalam hal memproduksi dan mengolah kata-kata tentulah memiliki perbedaan, pada otak anak laki-laki pusat kosakata hanya terletak pada otak kiri, namun pada anak perempuan lokasi tersebut berada di anatara kedua belahan otak kiri dan kanan. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan dalam menghasilkan produksi kosakata yang berbeda. Laki-laki dalam sehari menghasilkan sekitar 7000 jumlah komunikasi, sementara perempuan mampu menghasilkan sekitar 20.000. Dari hal tersebut alangkah bijaknya kita sebagai orang tua mampu menghadapi kekuatan masing-masing anak. Baik laki-laki atau perempuan.

🍀 Gaya belajar anak yang berbeda

Gaya belajar masing-masing anak yang berbeda tentu diperlukan treatment yang berbeda pula. Type gaya belajar anak pun akan mempengaruhi proses menstimulus kegemarannya terhadap membaca. Gaya belajar anak visual tentu akan menyukai gambar-gambar, ilustrasi, warna, video dan hal-hal yang menarik penglihatan mereka. Anak dengan gaya belajar auditory akan mengandalkan pendengarannya sehingga metode ceramah, mendengarkan musik dan nada akan sangat menyenangkan untuk mereka. Berbeda dengan gaya belajar sebelumnya anak dengan gaya belajar kinestetik kemampuan ‘bergeraknya’ cenderung akan memotivasi dan memaksa orang tua sebagai fasilitator nya untuk mampu menciptakan kegiatan yang melibatkan diri anak terkait kegiatan fisik dalam menstimulus kegemaran membacanya, misalnya dengan menggunakan metode treasure hunt atau permainan tradisional yang mengharuskan anak menebak nama-nama binatang dari awalan huruf dan lain sebagainya.

🍀 Rentang konsentrasi anak

Faktor lain yang mampu menunjang ke berhasilan dalam menstimulus kemampuan membaca anak adalah rentang konsentrasinya yang bisa di ukur dengan mengalikan 1 menit dengan usia nya. Misal 1 menit dikali 5 artinya lima menit rentang konsentrasi anak. Sehingga setiap 5 menit anak berinteraksi dengan kita bisa diselingi dengan kegiatan penyegaran di sela kegiatan utama.

📔 3. Memperkaya pengetahuan tentang metode dan teknik membaca untuk anak

*metode suku kata
Memperkenalkan anak pada suku kata dengan bunyi vokalnya misal ba, ca, da, ka, sa, ra. Kemudian dikaitkan dengan benda yang terbentuk dari suku katanya misal ka dengan kaca, kemudian ra sa.

* metode phonic
Anak dikenalkan dengan bunyi yang dihasilkan dari masing-masing hurufnya misal untuk a aaa, untuk b beeh dan seterusnya. . .

* metode imersi
Métode ini memperkenalkan anak langsung dengan objek benda nya kemudian dibantu dengan menempelkan tulisan nama pada benda tersebut.

Setiap teknik dan metode memiliki keunggulan masing-masing. Tinggal orang tua yang dapat memilih dan menerapkan metode mana yang paling baik untuk di terapkan pada anandanya masing-masing.
📓 4. Lakukan!
– Susun jadwal yang teratur, dengan terlebih dahulu mengenali ritme aktivitas anak,
-siapkan alat peraga semenarik mungkin,
– lakukan bersama dengan orang tua / teman anak-anak,
– berikan motivasi, pujian dan kejutan menyenangkan,
-konsisten, hal yang dilakukan dengan teratur akan menjadi kunci kesuksesan orang tua dalam menstimulus kemampuan anak dalam segala hal tidak hanya membaca.

📔 5. Terus pupuk minat baca dan kembangkan kemampuan baca anak, di manapun dan kapanpun.

📓 6. Meningkatkan kemampuan
Setelah anak mampu dan mahir membaca, tingkatkan kemampuannya dengan membaca cepat, membaca dengan suara keras, membaca cerita, dongeng, menulis dan lain sebagainya.

📔 7. Terus belajar dan bagikan
Setelah bunda berhasil dengan metode dan téknik yang bunda pilih untuk menstimulus kegemaran ananda terhadap membaca, terus belajar dan bagikan kepada yang lain. Hal ini bisa menjadi sumber belajar bunda untuk berbagi hikmah dan mengajarkan anak terhadap kemulian yang diberikan tuhan bagi orang -orang berlimu dan membagikannya.

Terus dorong kemampuan terbaik anak dengan cara yang baik, karena setiap anak adalah istimewa

 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang #2/

 

📚Sumber bacaan:
Kontributor Antalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gazza Press, 2014.

Pembelajar Mandiri

Cemilan Rabu ke 4
Rabu, 27 September 2017

Menyiapkan anak agar mampu menjadi pembelajar mandiri atau otodidak adalah menyelaraskan diri dengan tuntutan zaman.

Menurut Alvin Toffler, seorang futurolog, mengatakan ” Yang disebut dengan buta huruf pada abad ke-21 bukanlah orang yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi orang yang tidak bisa belajar, melepaskan yang diketahuinya dan belajar ulang

Salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat survive adalah memiliki keterampilan beradaptasi, menjadi seorang pembelajar mandiri yang sigap belajar pengetahuan baru.

Seperti apakah anak yang menjadi pembelajar mandiri??

Ciri Pembelajar Mandiri

🍩 Memiliki motif internal

Ia akan aktif dan berinisiatif, dia bukan “orang suruhan” yang baru belajar bila disuruh, tetapi memiliki motivasi dari dirinya sendiri untuk belajar

🍩 Berorientasi Tujuan

Ia tau apa yang ingin diraihnya.

🍩Terampil mencari bahan belajar

Dia tahu dimana dan bagaimana proses belajar yang dibutuhkannya.

🍩Pandai mengelola diri

Dia tahu kapan harus bekerja keras dan kapan harus beristirahat.

Apa yang perlu dilakukan untuk menyiapkan anak menjadi pembelajaran mandiri?

🥕Sediakan lingkungan dan kultur yang kondusif

Kembangkan budaya keluarga yang menghargai inisiatif dan keaktifan anak. Berikan tanggung jawab sesuai perkembangan usianya.

🥕Bangun kebiasaan hidup terencana

Diskusikan dengan anak mengenai mimpi dan rencana-rencana mereka. Bantu mereka untuk merealisasikan yang direncanakan menjadi kenyataan.

🥕 Latih Keterampilan belajar

Ajari anak menggunakan mesin pencari, menggunakan kamus, keterampilan bertanya dan
mencari informasi, mengikuti tutorial, peta dan keterampilan hidup lainnya.

Mari menyiapkan generasi pembelajar mandiri

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

 

📚Sumber bacaan:
(Apa Itu Homeschooling, Sumardiono, 2014)

Keajaiban Gaya Belajar

Cemilan Rabu ke 2,

materi ke 4,

13 September 2017

Gaya belajar adalah cara manusia mulai berkonsentrasi, menyerap, memproses dan menampung informasi yang sulit. Hal yang perlu diingat adalah:

🍃 Kita semua punya gaya belajar yang sama uniknya dengan sidik jari.

🍃 Kita masing- masing menerima informasi, menyimpan pengetahuan dan mengambilnya kembali dengan cara yang berbeda- beda

Apabila orang dibiarkan belajar dengan gaya mereka sendiri dan menemukan lingkungan yang sesuai dengan kegiatan- kegiatan mereka maka tidak ada batasan untuk pencapaian manusia. Mereka biasanya menjadi sangat bergairah menyelesaikan tugas- tugas belajar dan menjadi benar- benar suka belajar seumur hidup.

Hampir semua murid berprestasi rendah  adalah anak- anak yang gaya belajarnya tidak cocok dengan kebanyakan gaya mengajar di sekolah.

Banyak anak yang dikeluarkan dari sekolah itu menjadi tokoh termasyhur di dunia:

🏵 Winston Churchil mendapat nilai buruk dalam tugas- tugasnya di sekolah. Dia juga gagap kalau berbicara

🏵 Albert Einstein suka melamun dan gagal dalam pelajaran matematika di awal SMA.

🏵 Thomas Alva Edison dianggap gurunya “suka bingung” karena bertanya terlalu banyak.

🏵 Beethoven tidak bisa mengalikan dan membagi.

Semua orang- orang itu mempunyai persamaan yaitu mempunyai gaya belajar yang tidak cocok dengan gaya ketika mereka mendapat pengajaran. Untungnya masing- masing tampaknya punya dorongan untuk mencapai keberhasilannya sendiri atau dengan bantuan orang lain yang mengerti mereka.

Ada 4 indera yang paling mempengaruhi proses penyerapan informasi dan proses belajar yaitu : melihat, mendengar, menyentuh dan merasa.

Anak- anak untuk pertama kalinya mulai belajar dengan mengalaminya secara langsung secara kinestetik yang artinya butuh melibatkan seluruh tubuh/ indera. Modalitas kedua yang  berkembang adalah taktil, itulah sebabnya anak- anak kecil harus menyentuh semua yang menarik minatnya. Mereka belajar dengan cara menggarap dan berinteraksi dengan orang atau benda. Sekitar usia 8 tahun sebagian anak mulai mengembangkan preferensi visual yang kuat yang memungkinkan mereka menyerap informasi dengan cara mengamati dan melihat apa yang terjadi di sekitar. Melihat menjadi alat belajar yang sangat penting. Kira- kira usia 11 tahun banyak yang mulai lebih bersifat auditory artinya mereka mulai bisa belajar dengan baik terutama dengan mendengar. Akan tetapi mayoritas anak usia sekolah tetap bersifat kinestetik atau taktil selama bertahun- tahun di sekolah dasar.

 

Salam ibu profesional

Tim Buku Fasil Bunda Sayang bath 2

 

Sumber: Buku “The Power of Learning Style” oleh Barbara Prashing