Status

Kamu bilang kamu Indonesia

Aku bilang kamu belum Indonesia

 

Kamu bilang aku bukan Indonesia

Aku bilang aku dalam proses mencinta Indonesia

 

Karena saat kamu dan dia terluka

Akulah yang selalu menanti bersamamu

 

Tapi saat aku terluka

Hanya dia yang selalu bersamaku

 

Lalu di bagian Indonesia manakah kamu?

Kalau yang kamu maksud Indonesia

Hanyalah secarik kain berharga 25 ribu?


A/N: Puisi bukan…rima juga kagak. Nih tulisan iseng doang gegara ada member WP yang bilang suruh bantuin bikin PR puisi tapi temanya aku Indonesia. Gilee… tugasnya syusyah amat.

Terus maksud dari secarik kain harga 25 ribu itu maksudnya kemarin pas agustusan gue beli bendera dan dijual sama abang-abang harganya segitu. Tanpa bambu tentunya 😛 eh terus jadi inget obrolan faedah ibu-ibu RT gegara agustusan tapi gak semuanya ikutan ngejahit bendera buat gang RT. Ah..drama bangetlah pokoknya.

Advertisements
Aside

Even if I’m weak

A man has to walk alone


Halo, apa kabarmu?

Apakah engkau ada di suatu tempat di bawah langit yang luas ini?

Mereka bilang kau akan mengetahui hal yang berharga bagimu disaat hal itu lepas darimu

Semua itu omong kosong

Awalnya kupikir begitu

Tapi ternyata baru kusadari

Senyum yang selalu kau berikan padaku

Perhatianmu yang selalu kupikir menyebalkan

Dan segala kebaikan yang ada pada dirimu

Itulah hal berharga yang telah lepas dariku

Kau tidak akan pernah kembali

Tapi aku ingin kita kembali seperti dulu

Karena itu, bisakah aku pergi ke tempatmu berada?

Di suatu tempat di bawah langit yang luas ini

Ayo kita kembali seperti dulu

Dimana kau akan tersenyum padaku


Looking back It’s all scars

The pitiful me is crying

Once again, I am saddened by the sun rising again


A/N: Sumpaaahhhh gue bikin apaan. Ini gegara bikin challenge nulis dari OWOP temanya lagu. Yang ditulis tengah miring itu diambil dari lirik OST Misaeng yang nyanyi Red Motel judulnya Dreams. Terus puisi gak jelas kanan kiri terinspirasi dari lagunya Hatsune Miku yang judulnya Dear You. Galau dah galau deh tuh tulisan. Bodo’ amat yang penting hutang kelaaarrr 😛

Ayah

Pesan Cinta Ayah

Wahai anakku, Ayah ingin kamu tetap menjadi gadis kecilku.
Gadis kecil yang selalu menurut akan perintahku. Tapi Ayah sadar, waktu akan terus memaksamu beranjak dewasa. Tangan mungil yang dulu hanya padaku dan pada ibu saja bertaut, suatu saat akan bertaut kepada yang lainnya.

Senyum tipis dari bibir yang dulu di depanku dan di depan ibumu merekah setiap kali kami berikan apa yang kamu mau,  akan ada saatnya tersenyum bahkan mungkin lebih lebar karena orang lain. Ya, ada saatnya orang keempat hadir membawa setangkai bunga hanya untukmu.

Seseorang yang berjanji hanya akan melihat pada satu pasang mata yaitu matamu. Seseorang yang telah menjanjikan kebahagiaan untukmu.

Ayah hanya berpesan padamu, jikalau waktu yang Ayah katakan itu tiba, pilihlah seseorang yang memang bisa meningkatkan ketakwaanmu kepada Yang Maha Kuasa, bukan malah membiarkanmu lalai dalam gelapnya dunia.

Bukan laki-laki yang menjamin hidupmu makmur bersamanya. Karena tanpanya pun Ayah selalu berusaha membahagiakanmu.

Bukan pula laki-laki yang selalu mengiyakan maumu, melainkan laki-laki yang mampu membimbingmu memutuskan masa depan teebaik untukmu di alam yang lebih abadi.

Wahai gadis kecilku, apabila telah tiba waktunya laki-laki itu memintamu padaku, jangan bersedih apabila melihat Ayah menangis.

Ayah menangis, karena waktu yang telah Ayah takutkan telag datang, yaotu waktu dimana Ayah harus melepaskan bidadari kecil Ayah satu-satunya.
Ayah hanya takut dia melukaimu dan Ayah semakin menua, tidak mampu lagi melindungimu seperti dahulu.

Namun Ayah yakin, apabila kamu pilih laki-laki yang kuat agamanya. Niscaya ia takkan pernah sedikitpun berani melukaimu dengan tangannya

Oleh karenanya, pilihlah laki-laki yang paham betul agama. Sebab, ia tahu bagaimana seharusnya memperlakukan wanita.

.

.

#Karya Enie sesama OWOP dan IOC Writing

#Untuk membayar hutang tema Ayah untuk suatu challenge di IOC Writing. Sekarang lunas de~

Pindah Berkas 02 – tentulah DIA akan menertawakanku

Hari ini langit begitu biru,

setelah sebelumnya ternaungi langit kelabu.

Hari ini awan putih berarak tinggi,

setelah sebelumnya awan kelabu menggantung diri.

Jika aku katakan,

betapa aku mencintai langit biru ini,

tentulah DIA akan menertawakan diriku,

dan mengatakan bahwa surga lebih indah dibanding semua itu.

Tapi jika aku mengatakan,

bahwa aku mencintai langit biru ini karena diri NYA,

Insya Allah

IA tidak akan marah, kan?

Bogor – 04 Juni 2013 (15:02 WIB)