The Hobbit

Image result for buku the hobbit

Judul Asli: The Hobbit atau Pergi Dan Kembali

Pengarang: J.R.R. Tolkien

Alih Bahasa: A. Adiwiyoto

Penerbit: Gramedia

Cetakan: Ketiga, Mei 2002

Dimensi Buku: 352 halaman; 23 cm

ISBN: 979 686 767 2


Blurb Buku

Gara-gara Gandalf, Bilbo jadi terlibat petualangan menegangkan. Tiga belas kurcaci mendatangi rumahnya dengan mendadak, karena mengira ia seorang pencuri berpengalaman, seperti kata Gandalf. Terpaksa ia bergabung dalam petualangan mereka: mengadakan perjalanan panjang dan berbahaya untuk mencari Smaug, naga jahat yang telah merampas harta kaum kurcaci di masa lampau.

Dalam perjalanan, rombongannya dihadang pasukan goblin. Saat melarikan diri dari kejaran mereka, Bilbo tersesat ke gua Gollum dan menemukan cincin yang bisa membuatnya tidak kelihatan. Cincin ini sangat membantunya ketika menghadapi Smaug, juga dalam perang besar yang berkobar kemudian, antara kelompok Peri, Manusia, dan Kurcaci melawan pasukan goblin dan Warg.


Komentar Saya

Padahal yang namanya LOTR sama Hobbit dan seri Tolkien yang lain sudah booming samaan dengan jaman Harry Potter, tapi waktu bocah dulu saya masih belum ngerti dan lebih kepincut sama Harry Potter dibandingkan buku ini.

Nah, di tahun inilah – which is umur saya udah 28 tahun – barulah merasa tertarik dan pingin tahu gimana sih sebenarnya cerita buku ini. Berawal dari nonton film The Hobbit – gak usah cerita mengenai LOTR ya, padahal awalnya semua dari situ tapi nanti saya ceritain pas lagi bahas buku LOTR. Suami bawa film-film baru dan diantaranya adalah dua seri dari tiga film Hobbit. Karena penasaran banget bagaimana nasib ending film itu – dan gak tahu juga kapan bisa dapet film Hobbit Battle of Five Armies – akhirnya saya beli aja bukunya.

Yang mana saya juga sudah tahu, Buku itu beda dengan film!

Dan, ternyata beda banget sama filmnya. Gak nyesel juga sih belinya. Saya pribadi lebih asyik baca bukunya sih, lebih masuk akal, walau ini juga genre fantasy. Maksud saya masuk akal adalah karakter yang di buku lebih asyik aja dan kita lebih bisa ngikutin dibanding yang di film yang lebih dramatis dan bertabur action yang menurut saya sebenarnya gak perlu dilebay-lebay kan.

Dalam buku ini karakter Bilbo Baggins dijelaskan juga walaupun dia suka bertualang kadang dia juga suka nyesel dan berandai-andai, andai aja dia gak ikut petulangan ini. Yang menurut saya wajar. Wong biasa selalu hidup santai dan tahu-tahu bertualang sampai susah istirahat dan terlambat makan malam wajar karakter Bilbo Baggins ini suka berandai dia gak ikutan petualangan.

Tapi meski dia suka berandai gak ikut petualangan, Bilbo ini cukup cerdik sehingga sering mengeluarkan para tim petualang dari kesulitan yang tidak diduga. Saya pribadi malahan senang saat bagian Bilbo bermain teka teki dengan Gollum supaya dia tidak dimakan. Lumayan menambah khazanah teka teki.

Dan yang paling bikin saya gregetan adalah kaum kurcaci. Adaaaaaaa aja yang dikeluhin ke mereka mengenai Bilbo. Padahal mah lebih dari sekali Bilbo mengeluarkan mereka semua dari situasi yang tidak menyenangkan tapi emang dasar perhitungan, kadang ada aja yang mereka keluhin mengenai Bilbo dan petualangan yang mereka alamin.

Sampai saya suka gemes, lah yang bikin petualangan kan kalian! Kenapa pada ngeluh dan gak mau susah sih? Kalau gak mau susah mah gak usah bikin petualangan! Dan jangan nyuruh Bilbo mulu untuk tugas yang gak enak!

KESEL!

Overall, ini buku yang bagus sih. Kalau kata saya cocok buat cerita anak-anak. Maksudnya ceritanya gak terlalu berat gitu dan fantasi banget. Wkwkwk kalau fantasi mah kesenangan saya.

Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan peta perjalanan Bilbo dkk menuju Gunung Sunyi. Di halaman depan juga ada huruf rune yang saya juga gak tahu bacanya XD jadinya saya bisa lah ngebayangin bagaimana jauhnya perjalanan Bilbo dkk dan membayangkan bahasa yang mereka gunakan, walau saya juga gak paham artinya 😛

Advertisements

Hyouka

IMG_20180416_140544

Judul: Hyouka

Pengarang: Yonezawa Honbu

Penerjemah: Andry Setiawan

Penerbit: Penerbit Haru

Cetakan: Pertama, Desember 2017

Dimensi Buku: 244 Halaman, 19 cm

ISBN: 978-602-6383-39-6


Blurb Buku

Kalau kita menyelidikinya, mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak baik.

Oreki Hotaro adalah pemuda hemat energi. Mottonya adalah, “Kalau tidak butuh dikerjakan, lebih baik tidak dikerjakan. Kalau harus dikerjakan, sebisanya saja.”

Hanya saja, semua itu berubah saat dia terpaksa bergabung dengan Klub Sastra Klasik. Chitanda Eru – gadis dengan rasa penasaran yang tinggi – mengubah hari-hari Hotaro, dan dia harus memecahkan misteri demi misteri yang terjadi di sekitar mereka.

Gara-gara Chitanda, mereka dihadapkan pada kasus 33 tahun yang lalu. Hanya saja petunjuk mereka hanyalah sebuah antologi berjudul Hyouka.


Komentar Saya

Awalnya sempet ragu juga mau beli buku ini atau enggak. Secara saya udah nonton anime nya duluan sementara wishlist buku yang pingin saya beli masih banyak. Setelah ragu selama sebulan, akhirnya saya memutuskan utnuk beli. Dengan niat sekedar untuk koleksi.

Seharusnya saya belajar dari pengalaman, buku yang diangkat jadi anime atau film tetap saja beda. Makanya saya sekarang legas udah beli buku ini. Kesan antara baca dan nonton memang beda sih. Tidak menyesal juga udah beli buku ini.

Walau saya pribadi juga sudah tahu bagaimana alur cerita untuk seri kali ini (Hyouka ada 6 seri, semoga diterbitkan semua oleh Penerbit Haru) tapi ternyata saya masih bisa menikmati alur ceritanya. Apalagi ternyata karakter dalam novel ini sedikit berbeda dengan yang di anime.

Misalnya karakter Hotaro yang di anime nya benar-benar digambarkan datar banget. Tapi di novelnya Hotaro juga bisa menunjukkan ekspresi tertawa,

“Tentu saja aku benar.” Aku tertawa. Satoshi pun tertawa. (Bab 2 Hal. 33)

dan sebagai narator Hotaro juga menampilkan sarkas yang lebih kentara dibanding di anime nya:

“Apa Klub Sastra Klasik dilarang melakukan kegiatan?” (Bab 2 Hal. 24)

Selain itu karakter Chitanda Eru juga digambarkan sangat, sangat, sangat polos:

Namun, Chitanda yang memiliki daya ingat super tinggi dan intuisi super rendah ini, sudah hendak mengundurkan diri. (Bab 5 Hal. 116)

Dan di novel ini akhirnya saya tahu, orang semacam apa Fukube Satoshi ini:

“Bagi Satoshi, hal yang penting hanyalah hal-hal yang dia sendiri anggap penting. Aku menganggap cara pikirnya kurang ajar.” (Bab 5 Hal. 100)

Sementara Ibara Mayaka digambarkan sebagai:

“Intinya, Ibara sedikit terlalu memperhatikan hal yang aneh. Mungkin bisa kusebut perfeksionis.” (Bab 5 Hal. 100)

Jujur saja, saya juga kaget ternyata saya bisa hanyut dengan alur ceritanya, padahal saya sudah tahu kemana cerita ini akan mengarah. Tapi gaya bahasa buku ini bisa membuat saya mengimaginasikan sendiri alur ceritanya, walau ngebayangin pakai karakter anime sih 😛

Intinya, buku ini rekomen untuk kalian yang menyukai genre misteri yang tidak terlalu berat. Berlatar kehidupan SMA yang biasa tapi dibalut dengan misteri yang biasa terjadi di sekeliling kita.

Related image
Setiap inget Hyouka entah kenapa selalu inget OST Hyouka Classical Cello No. 1

Gadis Pantai

IMG_20180416_140628

Judul: Gadis Pantai

Pengarang: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara

Cetakan: Cetakan 7, September 2011

Dimensi Buku: 272 Halaman, 13×20 cm

ISBN: 979-97312-8-5


Blurb Buku

“Mengerikan bapak, mengerikan kehidupan priyayi ini… Ah, tidak, aku tak suka pada priyayi. Gedung-gedungnya yang berdinding batu itu neraka. Neraka. Neraka tanpa perasaan.” —Pramoedya Ananta Toer

Gadis Pantai lahir dan tumbuh di sebuah kampun nelayan di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang. Seorang gadis yang manis. Cukup manis untuk memikat hati seorang pembesar santri setempat; seorang Jawa yang bekerja pada (administrasi) Belanda. Dia diambil menjadi gundik pembesar tersebut dan menjadi Mas Nganten: perempuan yang melayani “kebutuhan” seks pembesar sampai kemudian pembesar memutuskan untuk menikah dengan perempuan yang sekelas atau sederajat dengannya.

Mulanya, perkawinan itu memberi prestise baginya di kampung halamannya karena dia dipandang telah dinaikkan derajatnya, menjadi Bendoro Putri. Tapi itu tidak berlangsung lama. I terperosok kembali ke tanah. Orang Jawa telah memilikinya, tega membuangnya setelah dia melahirkan seorang bayi perempuan.


Komentar Saya

Tidak kenal maka tidak sayang.

Awalnya saya tidak terlalu berminat untuk membaca buku ini. Tapi demi masa depan anak-anak saya yang belum lahir – yaitu mengoleksi buku bacaan bermutu – dan sudah sayang juga – masa beli tapi enggak dibaca – akhirnya saya baca juga buku ini.

Hasilnya?

Saya jatuh cinta.

Alur ceritanya, setting waktunya bahkan karakter dalam buku ini membuat saya hanyut dalam emosi.

Saya menyayangkan Gadis Pantai yang lugu yang terpaksa harus berubah dalam menghadapi semua cobaannya di dalam rumah Bendoro. Tapi anehnya, saya justru tidak merasakan kegeraman kepada orang tua Gadis Pantai yang telah menjerumuskan Gadis Pantai dalam situasi seperti itu. Pun saya juga tidak merasa geram atau kasihan dengan Mardinah yang awalnya menjelek-jelekkan Gadis Pantai malah jadi senjata makan tuan.

Tidak

Saya justru lebih geram kepada karakter Bendoro ini. Istilah kasarnya adalah: sesudah senang lalu dilepeh begitu saja.

Elah. Mentang-mentang priyayi terus main lepeh aja. Situ sehat?

Dalam buku ini, Bendoro dikarakterkan sebagai pria keturunan bangsawan yang rajin belajar agama dan seorang ahli buku. Atau istilah lain gak pernah kerja berat alias kerja kantoran. Tapi saya pribadi justru menangkap semua perilaku taat agama Bendoro ini justru malah melecehkan agam Islam sendiri.

“Kotor itu tercela, tidak dibenarkan oleh orang yang tahu agama. Di mana banyak terdapat kotoran, orang-orang di situ kena murka Tuhan, rezeki mereka tidak lancar, mereka miskin.” 

Yaelah, mas bendoro. Situ kalau tahu agama jangan NATO doang dong! Bikin aksi nyata napa?

KESEL BACANYA!

“Nyonyaku?” Bendoro setengah berteriak. “Aku belum punya nyonya!”

Terus si Gadis Pantai siapa elo? Pembantu?!

KESEL!

Dan masih banyak hal lainnya yang bikin aku makin ilfil sama bendoro satu ini. Kalau bisa aku bejek-bejek deh tuh mulut, sumpel pakai kaos kaki. Jaman now kalau ada orang kelakukan kayak gini bisa habis dia dicaci maki oleh para yang mulia Netizen terhormat.

Novel ini sungguh membawa saya hanyut dalam emosi, terutama perasaan sebal dan geram kepada Bendoro. Membuat saya berpikir, Ya Allah, jaman dulu ternyata kawin kontrak kayak begini udah ada ya. Yah, walaupun bukan kawin kontrak beneran tapi perbuatan begini kan hampir sama dengan Zina. Dan malahan yang ngelakuin hal ini adalah para priyayi yang katanya tahu dan belajar agama.

Shock mode on!

Fix pingin ninju si bendoro!

Yah, sebelum kata-kata lain yang menunjukkan betapa saya sangat frustasi kepada tokoh bendoro ini, lebih baik saya akhiri review ini dengan nilai plus untuk novel roman ini. Fix! Alur ceritanya mempermainkan emosi saya sebagai pembaca. Membuat saya ingin menonjok seseorang dengan sangat keras – malahan sampai berdarah dan benjol – gegara membaca novel ini.

Sebuah novel yang wajib kamu baca kalau kamu penyuka sastra Indonesia.

“Maling!” bentak Bendoro. “Ayoh. Lepaskan bayi itu dari gendongannya. Kau mau kupanggil polisi? Marsose?”

“Aku cuma bawa bayiku sendiri. Bayiku! Bayi yang kulahirkan sendiri. Dia anakku, bapaknya seorang setan, iblis. Lepaskan!”

.

.

OK FIX!

TINJU BENDORO BERJAMAAH!

Gallery

IMG_20180416_140424

Bukan mau review buku, tapi cuma sekedar supaya gampang ngitung berapa banyak buku yang sudah ku baca di tahun 2018 ini 😛

Dari bulan Desember 2017-Febuari 2018 saya full baca buku karangan Akiyoshi Rikako yang udah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Haru.

Ceritanya Akiyoshi-sensei T.O.P banget!

Rekomen banget buat kamu yang penggemar genre misteri dan thriller. Apalagi dengan plot twist yang tak terduga. Akkk, gak bakal nyesel deh kamu baca buku ini.

Berderet dari atas-bawah, kiri- kanan:

  1. Girls In The Dark
  2. The Dead Return
  3. Scheduled Suicide Day
  4. Holy Mother
  5. Silence

Saya pribadi paling suka Holy Mother. Plot twist nya aje gileeee! Lanjut ke Scheduled Suicide Day favorit kedua saya.

Yang paling bukan favorit saya adalah Silence. Karakter utama ceweknya pingin banget minta ditabok. Cinta boleh tapi jangan goblok! Itu adalah pesan yang saya dapet setelah baca buku Silence ini.

Intinya, semua buku Akiyoshi-sensei ini OK punya. Baca deh!

ILLUMINAE: The Illuminae Files_01

IMG_20180416_140709

Judul Asli: The Illuminae Files#1: ILLUMINAE

Pengarang: Amie Kaufman, Jay Kristoff

Penerjemah: Brigida Ruri

Penerbit: Penerbit Spring

Cetakan: Cetakan Pertama, November 2017

Tebal Buku: 576 halaman

ISBN: 978-602-6682-09-3


BLURB BUKU

Pagi ini, Kady kira putus dengan Ezra adalah keputusan terberat yang pernah gadis itu buat. Siang harinya, planetnya diserang.

Sekarang tahun 2575. Ketika musuh menembaki mereka dari udara, Kady dan Ezra – yang sudah tidak bicara satu sama lain lagi – terpaksa harus memperjuangkan jalan mereka menuju pesawat evakuasi.

Namun, pesawat tempur musuh yang memburu bukanlah masalah terbesar. XXXX mematikan menyebar. Belum lagi AI pesawat evakuasi yang seharusnya melindungi mereka bisa saja menjadi musuh. Tidak ada seorang pun dari pihak berwenang yang mau memberi tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Saat Kady mulai mencari tahu dengan meretas timbunan data, gadis itu sadar, satu-satunya orang yang mungkin bisa membantunya adalah Ezra. Padahal Kady sudah bersumpah tidak akan berhubungan lagi dengan Ezra, mantan pacarnya itu.


KOMENTAR SAYA

Meminjam kata-kata Ezra:

“Kau memilih hari yang luar biasa untuk mencampakkanku, Kades.”

Menohok.

Awal cerita ini adalah kalimat yang paling berkesan yang aku baca. Benar-benar hari yang luar biasa banget untuk memutuskan seorang Ezra.

Kenapa luar biasa?

Karena pas banget pada hari itu ketika Kady memutuskan Ezra, dia bukan hanya kehilangan pacar. Tapi juga:

  1. Planet tempat tinggal
  2. Terpaksa mengungsi dengan kapal luar angkasa
  3. Yang sialnya mengangkut virus penyakit gila
  4. Yang dikendalikan oleh Artificial Intelligence yang sama-sama gila
  5. Dan dikejar-kejar oleh kapal luar angkasa pihak lawan
  6. Untuk membunuh mereka semua.

OK FIX!

Untung aja karakter Kady dan Ezra ini walaupun cukup gila memilih hari yang jelek untuk putus, mereka masih stay calm menghadapi semua kegilaan yang terjadi di luar angkasa sana.

Yang mana membuat aku cukup gila untuk tertarik dengan jalan cerita buku ini!

Jalan ceritanya cukup menarik. Awalnya kupikir ini life survival romance ala ala The Walking Dead, tapi ternyata enggak! Cerita ini justru lebih menarik daripada Walking Dead. Hehehe….jujur aja, saya nonton film serial itu cuma tahan sampai episode 2 itu juga masih session pertama. Habisnya ngebosenin. Tapi jalan cerita buku ini justru jauh lebih menarik dibanding film itu.

Selain jalan ceritanya yang menarik, karakter Ezra dan Kady lumayan menarik juga. Kady yang tegas dan punya prinsip kuat dengan Ezra yang easy going tapi tulus kepada Kady. Huhu…pasangan yang sangat cocok dan saling mengisi kekurangan. Bikin saya penasaran kenapa Kady segitu keukeuhnya pingin putusin Ezra. Padahal Ezra sampai bela-belain bikin puisi demi bisa baikan lagi sama Kady (ah…spoiler deh 😛 )

Selain itu karakter AI bernama AIDAN yang juga muncul di buku ini. Ahhhh….saya naksir banget sama AI ini. Gemes aja gitu sama AIDAN yang notabene hanyalah sebuah koding bahasa pemrograman tapi dia selalu merasa penasaran dengan pola manusia.

Di buku ini dia dikarakterkan sebagai komputer gila. Yang bahkan saking gilanya dia melakukan sesuatu yang seharusnya gak boleh dia lakukan, semata-mata untuk kebaikan yang lebih besar. Dan setelah melakukan hal itu dia dengan kalem cuma bilang:

“Bukankah aku murah hati?”

Ya Allah….AIDAN! Kau keren sekali!

Selain alur cerita dan karakter yang kece, format buku ini juga keren. Cerita yang disampaikan tidak seperti novel biasa, tapi berupa arsip, dokumen, pesan suara, email dan lain-lain. Menarik banget. Bahkan saya harus memutar buku 360 derajat untuk baca kalimat yang melingkar-lingkar yang dicetak di buku ini 😀

Untuk negatifnya mungkin ya format penceritaan buku ini. Kalau kamu gak biasa dengan sesuatu yang baru mungkin baca buku ini justru malah jadi capek dan kamu gak bisa ngerti jalan ceritanya. Karena alur cerita buku ini tidak diceritakan dengan cara yang biasa kamu harus menyambungkan sendiri apa sebenarnya yang terjadi sejak Kady dan Ezra putus hingga semua peristiwa ini selesai.

Overall, buku ini sangat menarik bagi kamu yang tertarik dengan genre sci-fi, romance, action, adventure.

Oh, ternyata genrenya macem-macem 😛 pantesan menarik.

 

 

Image

Agatha Christie: Sparkling Cyanide dan Elephants Can Remember

Udah lama gak nulis mengenai rekomendasi buku. Apa kabar yang katanya mau target 30 buku di tahun 2017???

Jadi buku pertama kali ini adalah Agatha Christie. Judulny? Baca aja deh judul diatas!

Sparkling Cyanide: awal baca blurbnya jadi inget salah satu kasus di Kindaichi yang judulnya Sinterklas Janggut Merah. Tapi tau deh apakah beneran trik pembunuhan yang dipake di kasus itu diambil dari judul buku ini. Tau sendiri kan kalau komik detektif macem gini kan suka ngambil ide dari Agatha Christie atau Arthur Conan Doyle. Untuk cerita yang ini adalah cerita lepas ya yang artinya enggak ada detektif di cerita ini. Yang nyelesaiin kasus ini orang luar, jadi bukan Miss Marple atau Poirot atau pasangan suami istri T and T.

Elephants Can Remember: Kalau disini Hercule Poirot bersama temannya Mrs Ariadne Olliver mencoba mengungkap tragedi pembunuhan yang terjadi sekitar 15 tahun yang lalu. Kebayang sendiri kan gimana repotnya harus mengusut sebuah kasus? Apalagi kalau kasusnya ternyata udah terjadi puluhan tahun. Yah, tapi dengan kemampuan analisis Poirot yang sistematis seenggaknya dia bisa melihat kenyataan kasus yang terjadi 15 tahun lalu.

Target baca masih jauh. Semangat baca!

35 Sirah Shahabiyah: 35 Sahabat Wanita Rasullullah SAW Jilid 1

20170427_102006

Judul Asli : Shahabiyyaat Haul Ar-Rasuul saw

Penulis : Mahmud Al-Mishri

Penerjemah : Asep Sobari, Lc. dan Muhil Dhofir, Lc.

Tahun, Cetakan : Juni 2010, Cetakan Ketujuh

Penerbit : Al-I’tishom Cahaya Umat

ISBN : 979-3071-36-2


Sahabat-sahabat Nabi saw. adalah generasi terbaik sepanjang sejarah peradaban manusia setelah para Nabi dan Rasul. Demikian halnya dengan para sahabat wanita yang hidup bersama mereka. Setiap sahabat wanita ibarat kuntum bunga yang tumbuh di ladang Islam. Lalu, ketika awan berarak di atasnya dan menumpahkan air hujan, bunga yang bersih dan sarat dengan nilai takwa itu terus tumbuh subur dengan pupuk yang diperleh dari dua sumber yang bersih, yakni Al-Quran dan As-Sunnah. Maka, pada masa berikutnya, ia menebarkan semerbak keharumannya kepada seluruh pelosok alam raya dengan keharuman iman dan tauhid. Demikian halnya dengan pengorbanan dan kegigihan dalam membela akidahnya. Mereka mau mengorbankan segala yang dimiliki untuk kepentingan Islam dan tidak jerih dengan kezhaliman, siksaan, dan kematian yang harus dihadapinya.

Mari menuju oase yang subur dengan buah-buahan yang ranum untuk berjumpa dengan wanita-wanita yang tulus dan menghirup aroma ketulusan mereka. Mari kita teguk kesegaran air dan kita hirup keharuman kisah dari: 1. Khadijah binti Khuwailid ra., 2. Saudah binti Zam’ah ra., 3. ‘Aisyah binti Abu Bakar ra., 4. Hafshah binti Umar ra., 5. Zainab binti Khuzaimah ra., 6. Ummu Salamah ra., 7. Zainab binti Jahsy ra., 8. Juwairiyah binti Al-Harits ra., 9. Ramlah binti Abu Sufyan (Ummu Habibah) ra., 10. Shafiyyah binti Huyay ra., 11. Maimunah binti Al-Harits ra., 12. Fatimah binti Rasulullah saw., 13. Halimah As-Sa’diyah.


Sesuai judulnya, buku ini adalah jilid satu dari total dua jilid buku. Dalam buku ini dijelaskan sirah beserta peranan para sahabat wanita zaman Rasulullah saw. Jelasnya urutan 1 sampai 11 adalah peranan para istri nabi atau biasa kita kenal Ummul Mukminin dalam sejarah Islam. Untuk nomor 12 jelas itu adalah putri Rasulullah yang tercinta, Fatimah. Sementara untuk nomor 13 itu adalah ibu susuan Rasulullah.

Menuliskan sirah para sahabat wanita ini jelas tidak bisa mendetil sekali. Karena banyaknya jasa dan terbatasnya halaman kertas menjadi salah satu permasalahan penulis untuk menuliskan semua jasa mereka. Selain itu keterbatasan penulis untuk mengungkapkan keagungan dan harumnya jasa mereka juga menjadi salah satu kendala yang lain. Meskipun begitu kita sebagai pembaca masih bisa meneladani kisah mereka dan menjadi catatan terutama bagi wanita muslimah zaman ini yang kekurangan idola muslimah yang bisa diteladani.

Buku ini lumayan bagus dan saya rekomendasikan karena bahasanya yang mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Penulis menuliskan isi buku dengan gaya bercerita disertai sub bab yang menarik dan jelas, membuat pembaca merasa ketagihan untuk terus membaca dan tidak mau menutup bukunya, setidaknya sebelum menyelesaikan satu sirah sahabat wanita. Banyak pelajaran dan kebijaksanaan yang dapat diambil dan diteladani, terutama bagi wanita muslimah yang sudah kebingungan harus bersikap seperti apa sebagai muslimah sejati.

Selain itu sumber yang digunakan juga mendetil dan dari berbagai sumber dengan status hadis yang jelas dan tidak meragukan.  Menjadikan buku ini mempunyai riwayat yang In shaa Allah jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Sebagai pembaca saya sangat menyenangi buku ini karena bisa memberikan gambaran kepada saya untuk menjadi muslimah yang tidak hanya cantik diluar, tetapi juga cantik di dalam serta memiliki sifat pemberani untuk membela Islam. Terutama dengan keadaan yang lumayan rusuh di negeriku ini, Indonesia.