Status

Game BunSay #3: Hari 5

20170815_101825

Hari ini saya sama suami santai. Pertama, karena kemarin kegiatan kerja bakti itu riweh banget dan bikin capek badan sama pikiran.

Iyalah, disuruh jahit umbul-umbul segitu banyak emangnya gak jadi pikiran?

Kedua, misi eksis di kalangan tetangga sudah tercapai. Untuk saat ini sih. Seenggaknya udah nampang muka dan kemampuan bahwa kami tuh pernah ada loh di RT ini, jadi jangan lupakan kami.

Selain itu kami juga saling cerita mengenai “gosip-gosip” di RT kami. Atau mungkin lebih tepatnya gue yang lebih banyak cerita. Habis ternyata para bapak-bapak gak banyak ngobrol pas lagi kerja bakti. Alhasil semua gosip cuma bisa diperoleh dari kaum ibu-ibu aja.

Dan gosip menyatakan bahwa gue dan suami bukanlah penghuni rumah paling misterius di RT gue. Hahahai…mission accomplished Pak Hokage. Dengan ini negara api tidak perlu menyerang- apaan deh :v

Walau gue dan suami bukanlah penghuni paling misterius tapi ternyata ada juga penghuni rumah yang saking misteriusnya gak pernah keluar rumah apalagi bantu-bantu bersih-bersih agustusan ini. Tau deh, serius itu bukan urusan gue. Mungkin mereka punya alasan mereka sendiri.

Tapi untuk saat ini misi eksis alhamdulillah tercapai. Tapi bukan berarti eksisnya cuma buat agustusan doang sih. Misi eksis ini terus berlaku sepanjang gue masih perlu sosialisasi dengan manusia lain.

Yeee….waktunya bersantai :v

#Day5

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

 

Status

Game BunSay #3: Hari 4

20170813_092925

Hari ini adalah hari yang menentukan!

Di saat para bapak-bapak kerja bakti beberes RT. Para ibu-ibunya sistem kebut jahit bendera buat dipasang di RT.

Huwooo… jangan tanya seberapa sibuk. Hari ini sibuk banget meenn… semua bendera yang diminta tolong dijahit pada balik lagi ke kita.

Tapi alih-alih balik dalam keadaan rapi dan terjahit rapi malah balik lagi dengan keadaan masih berantakan dan setengah jadi. Huhu…cuma bisa miris dalam hati.

But, no time for cry. Berbekal mesin jahit saya yang bertenaga dinamo semua masalah itu terselesaikan.

Iya selesai, tapi badan langsung capek banget. Trust me kawan. Misi ini sungguh berat. Tapi alhamdulillah bantuan selalu ada.

Hufftt, dari pagi bangun pagi bukannya beberes malah langsung duduk manis di depan mesin jahit. Untuk sementara gue off dulu dari mesin jahit.

#Day4

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Status

Game BunSay#3 : Hari 3

IMG-20170811-WA0005

Pada hari ini bala bantuan untuk jahit menjahit masih berdatangan. Secara ngadu lewat grup wa ibu-ibu RT plus kan benderanya juga dipakai buat rumah warga. Malu atuh kalau enggak munculin muka buat bantu. The power of gosip ibu-ibu RT itu sangat hebat kawan. Kalau masih mau selamat di RW setempat harus baik-baik sana tetangga kanan kiri.

Seenggaknya itu sih yang gue ambil pelajaran.

Tapi jujur, badan capek semua harus ngedekem di mesin jahit. Karena kasian ngeliat kondisi gue yang mengenaskan – benang sana sini – akhirnya suami berbaik hati masakin gue mie kuah. Hahaha…sayang dia masak gak pake cabe.

Duh, ngoceh mulu. Saya pamit jahit lagi yaaa… bagaimanapun misi ini harus dipertahankan.

#Day3

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Status

Game Kelas BunSay #3 : Hari 2

20170811_202752

Yah, gak banyak juga sih yang mau diceritain. Masih berkaitan dengan misi ninja bersosialisasi dengan tetangga kanan kiri. Sekaligus memenuhi tugas kewajiban negara bikin umbul-umbul RT.

Karena umbul-umbul yang harus dijahit itu banyak banget makanya ibu-ibu RT pada ngebantuin ngejahit. Biasalah, kapan lagi waktu yang tepat buat ibu-ibu ngumpul sambil ngegosip. Sesekali diselingin makan kerupuk dan minum kopi Lee Min Ho. Ditemani nyamuk yang ganas di malam hari kamu ngumpul sambil tangan sibuk jahit bendera.

Yah, gitu aja sih. Yang penting kali ini misi ninja terlaksana dengan sukses. Kayaknya sih…

#Day2

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Status

Game BunSay #3: Family Project Hari 1

Sebenernya ini bukan project yang baru kepikiran kemaren-kemaren amat. Malahan misi ninja ini udah kepikiran sejak baru pindah ke Cibitung. It means udah dua tahun.

Misinya sih sebenernya ringan, cuma buat gue sama suami udah kayak ngejalanin misi tingkat SSS kalau di dunianya Naruto.

Misi untuk gaul di kalangan RT plus tetangga

What??? Ciyuss? Ciyus sist.

Gue sama suami bukan tipe yang sosial-sosial amat, walau kita juga bukan ansos. Tapi jujur deh gue lebih milih disuruh bikin 1000 candi dalam waktu semalem dibanding harus grogi berhubungan sama manusia. Masalahnya adalah sosial itu sebuah keniscayaan, apalagi sama tetangga. Lagian jaman sekarang kita gak perlu bikin candi yang baru kalau candi peninggalan sejarah aja masih terbengkalai di tanah. Jadilah gue dan suami harus! Kudu! Wajib buat bersosialisasi ke tetangga.

Lagian kan kalau ada apa-apa tetangga yang tahu duluan dibanding keluarga. Jadilah gue harus ngebaik-baikin tetangga 😛

Kagaaakk!! Gue gak senista itu buat hitung untung-rugi dari pertemanan apalagi sosialisasi. Tapi seenggaknya gue sama suami masih tau diri buat ngikutin sunnah plus amalan Rasulullah yang bilang kita harus baik ke tetangga.

Kesempatan itu datanglah. Pak RW  minta tolong ke gue buat jahit umbul-umbul buat agustusan RT. Karena gue emang lagi misi tingkat SSS jadilah gue sanggupin. Umbul-umbul doang, pikir gue. Palingan buat dipajang di depan cluster.

Eh, gak taunya dong cuy… gue jadi tukang kain dadakan buat agustusan RT. Yah, nasib dah nasib. Karena gue udah bilang OK ya gak mungkin kan gue nolak lagi. Apalagi tetangga pada bantuin potongin bahannya.

20170810_171329

Hikmahnya sih gue bisa menjalankan misi gue dengan baik dan sentosa. Ngobrol sama ibu ini, becanda sama ibu itu. Malahan yang tadinya gak tau siapa nama si Ibu yang kadang suka ketemu malahan jadi tau nama plus alamat rumah plus nama anaknya.

Lumayan… lumayan. Eh, tapi misi gue dari pak RW buat jahit umbul-umbul masih belom beres. Tidaaaakkkk!!!

#Day1

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

Review Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang #2 Materi #2 : Melatih Kemandirian Anak

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang MELATIH KEMANDIRIAN ANAK.

Pekan ini kita akan review berbagai pola kemandirian yang telah Bunda lakukan bersama dengan anak-anak di rumah.

🌟 Selamat untuk para Bunda, yang berhasil menyelesaikan tantangan 10 hari ini sampai dengan tanggal 30 juli 2017, dengan berbagai kondisi, ada yang konsisten setiap hari, lompat-lompat, maupun dirapel.

Sekali lagi KONSISTENSI masih diperlukan di tahap bunda sayang ini, karena Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus menerus melakukan sesuatu sampai  tercapai tujuan akhir.

Sikap/sifat yang gigih dan rajin ini akan menjadikan seseorang yang biasa-biasa menjadi luar biasa.

KEMANDIRIAN erat sekali kaitannya dengan KONSISTENSI, seberapa konsisten kita melatih anak-anak untuk mandiri, akan berpengaruh pada  seberapa besar tingkat keberhasilan kita melatih anak-anak untuk menghadapi kehidupannya kelak tanpa bergantung pada orang lain.

Anak mandiri adalah anak yang mampu berpikir dan berbuat untuk dirinya sendiri.

Seorang anak yang mandiri biasanya aktif, kreatif, berkompeten di bidangnya, tidak tergantung pada orang lain dan tampak spontan. Inilah beberapa  life skill yang perlu dimiliki oleh anak.

Ketika hari ini bunda bersusah payah melatih kemandirian anak-anak kita, maka

Jangan pernah menyerah, walau kadang kita merasa lelah

Hasilnya akan bunda lihat dalam beberapa tahun mendatang, tidak seketika. Sehingga hal inlah kadang yang menggoda keteguhan kita untuk bersungguh –sungguh mendidik kemandirian anak kita.

Karena kalau kita berhenti melatih kemandirian anak akan muncul perilaku negatif yang dapat menjauhkan anak dari kemandirian di usia selanjutnya.

Gejala-gejala tersebut seperti contoh di bawah ini:
a. Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar, bukan karena kesadarannya sendiri. Perilaku ini akan mengarah kepada perilaku  tidak konsisten.

b. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, anak mandiri bukanlah anak yang lepas dari keluarganya melainkan anak yang tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya tetapi tidak bergantung pada keluarganya.

c.Sikap hidup kompromistik tanpa pemahaman dan kompromistik dengan mengorbankan prinsip. Gejala masyarakat sekarang yang meyakini segala sesuatunya dapat diatur adalah bentuk ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

Kalau melihat gejala-gejala di atas, menyelesaikan tugas kemandirian anak  sekarang, sifatnya menjadi wajib dalam membangun peradaban dunia ini. Karena merekalah nanti yang disebut generasi penerus pembangun peradaban.

Berikut beberapa indikator yang bisa bunda lihat untuk melihat tingkat keberhasilan anak-anak kita secara global.

🍄 Ciri khas kemandirian anak :
a. Anak mandiri mempunyai kecenderungan memecahkan masalah daripada berkutat dalam kekhawatiran.

b. Anak mandiri tidak takut dalam mengambil resiko karena sudah mempertimbangkan hasil sebelum berbuat.

c. Anak percaya terhadap penilaian sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit bertanya atau minta bantuan.

d. Anak memiliki  kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya

Menurut Masrun dkk dalam bukunya jurnal kemandirian anak, membagi kemandirian dalam lima komponen sbb :

a. MERDEKA, anak bertindak atas kehendak sendiri, bukan karena orang lain dan tidak bergantung orang lain

b. PROGRESIF, berusaha mengejar prestasi, tekun, terencana dalam mewujudkan harapannya.

c. INISIATIF , mampu berpikir dan bertindak secara original, kreatif dan penuh inisiatif

d. TERKENDALI DARI DALAM,  individu yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakannya serta mampu mempengaruhi lingkungan .

e. KEMANTAPAN DIRI, memiliki harga diri dan kepercayaan diri, percaya terhadap kemampuan sendiri, menerima dirinya dan memperoleh kepuasan dari usahanya.

Kemandirian-kemandirian tersebut di atas akan sangat penting kita persiapkan hari ini, karena anak-anak kita nanti akan memasuki pendidikan abad 21, yang memerlukan ketrampilan kemandirian yang  lebih untuk mencapainya.


Sumber Bacaan :
Masrun dkk, Jurnal Kemandirian Anak, diakses melalui www.lib.ug.co.id, pada tanggal 13 Februari 2016

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Melatih Kemandirian Anak, Gaza Media,2016

Trilling dan Fadel, 21st century skills, 2009

Status

Game BunSay#2 : Hari 10

 

Kali ini masih tema mandiri secara finansial, tentu aja niatnya masih usaha diluruskan. Selurus makna dari surat Al-Fatihah.

Kalau kemarin pingin coba reseller padahal gak punya passion disana, sekarang pingin nyoba menulis cerita atau novel. Karena emang punya minat disitu.

Selama ini demen banget yang namanya nulis. Kalau enggak percaya silahkan aja scroll blog ini. Kebanyakan yang ditulis adalah cerita-cerita yang genrenya fiksi. Nah, punya mimpi pingin banget nulis cerita atau novel dengan genre fantasi Islam.

Hah? Fantasi Islam tuh maksudnya gimana?

Jadi gini, sejak jaman masih kecil dulu, gue demen banget sama yang namanya anime, manga dan games Jepang. Ide ceritanya ituloh…huh keren banget. Sekarang di umur 27 tahun ini juga masih demen yang begituan kok. Makanya kalau temen-temen atau orang lain ngeliat gue mereka selalu pikir gue anak kuliahan yang awet muda 😛 ini ciyuss…gak bohongan.

Nah, karena demen hal-hal fantasi gituan jadi coba kepikiran, kenapa enggak nulis cerita fantasi tapi ada unsur Islamnya gituloh. Jadi kita sebagai muslim jangan cuma ceriwis di socmed doang kalau ada yang mojokin kita. Kita bisa bales mereka dengan hasil karya apapun, truly it’s the elegant ways.

Nah, masalahnya adalah gue masih maless… wahahaha… ini adalah musuh besar gue. Padahal mah draft ceritanya mah udah ada. Tapi rasa males ini melanda banget banget. Sungguh enggak keren. Walhasil cuma bisa ngumpulin receh-receh idenya dengan perlahan, walau target tahun 2017 ini salah satu idenya harus jadi. Target oh target…good bye…

Padahal mah proses selanjutnya masih panjang. Mau dikirim ke koran apa gitu. Atau ngirim ke penerbit apa gitu. Tapi ini mah masih nulis gegara males.

Belum lagi kegiatan udah nambah PAUD jadinya makin….HALAH! Alesan banget! 😛

Anyway cuma bisa ngebanggain seenggaknya blog ini masih terisi tulisanlah walaupun tulisannya rata-rata random.

#Hari10

#Level2

#BunSayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari