Tantangan#10 BunSay: Hari 17

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Related image

Nabi Ibrahim as memiliki seorang anak, namanya adalah Nabi Ismail as. Pada suatu hari, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk meninggalkan Hajar dan Nabi Ismail di padang pasir yang panas dan tandus. Tidak ada siapapun di sana dan tidak ada air ataupun makanan.

Siti Hajar berkata kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Nabi Ibrahim, apakah engkau meninggalkan kami di sini karena perintah Allah SWT?”

Nabi Ibrahim menjawab iya.

Lalu apa kata Siti Hajar?

“Kalau memang ini perintah Allah SWT kami In Shaa Allah akan bersabar.”

Nabi Ibrahim sebenarnya sangat sedih harus meninggalkan mereka di tempat yang panas dan sepi seperti ini. Tapi karena ini adalah perintah Allah SWT maka Nabi Ibrahim cuma bisa bersabar.

Nah, setelah Nabi Ibrahim pergi, Siti Hajar dan Nabi Ismail kehausan, tapi bekal air minumnya sudah sedikit. Karena Nabi Ismail menangis terus karena kehausan, akhirnya Siti Hajar berusaha mencari air.

Siti Hajar lari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwa, tapi tidak menemukan air. Lalu Siti Hajar berlari kecil lagi dari bukit Marwa ke bukit Safa, tapi masih belum ada air. Siti Hajar terus bolak-balik seperti itu hingga tujuh kali. Nah, kalau kita pergi haji atau umroh, kita juga akan melakukan sai: yaitu lari kecil dari Safa ke Marwa seperti Siti Hajar.

Selama Siti Hajar lari-lari keci, Nabi Ismail menangis karena kehausan. Siti Hajar merasa sedih dan langsung memeluk Nabi Ismail supaya tidak menangis lagi. Tapi Nabi Ismail masih kehausan, karena itu Nabi Ismail menghentakkan kakinya.

Subhanallah.

Dari bekas kakinya Nabi Ismail tiba-tiba keluar sebuah mata air yang dinamakan Zamzam. Nah, sejak ada mata air Zamzam daerah tempat tinggal Siti Hajar dan Nabi Ismail tidak tandus lagi. Orang-orang juga banyak yang tinggal di dekat mata air itu.

Kalau kita pergi haji atau umroh In Shaa Allah kita bisa minum air Zamzam yang segar rasanya.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Advertisements

Tantangan#10 BunSay: Hari 16

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Related image

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang nabi bernama Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim ini adalah nabi yang taat kepada Allah SWT. Tapi sayangnya, Nabi Ibrahim tinggal di sebuah negeri yang menyembah berhala. Nama raja di negeri Nabi Ibrahim adalah Raja Namrud, dia adalah penyembah berhala. Bahkan ayahnya Nabi Ibrahim adalah tukang yang membuat berhala.

Pada saat ayahnya Nabi Ibrahim sedang membuat berhala, Nabi Ibrahim bertanya kepada ayahnya.

“Ayah, kenapa kau membuat patung berhala yang tidak bisa mendengar dan mengabulkan doa kita?”

Ayahnya Nabi Ibrahim marah karena Nabi Ibrahim bertanya seperti itu. Apa kata ayahnya Nabi Ibrahim?

“Ayo pergi dari sini atau nanti aku hukum kamu!”

Nabi Ibrahim sedih karena ayahnya menyembah berhala. Akhirnya Nabi Ibrahim pergi ke suatu ruangan yang besar dimana banyak berhala yang disimpan di sana. Lalu Nabi Ibrahim mendatangi berhala yang paling besar di ruangan itu.

“Hei, coba kabulkan doa orang-orang yang berdoa sama kamu!” kata Nabi Ibrahim ke berhala yang paling besar.

Lalu apa yang terjadi?

Tidak ada. Berhala-berhala itu diam saja.

Lalu Nabi Ibrahim yang sedang membawa kapak menghancurkan berhala-berhala lain yang lebih kecil. Setelah selesai dihancurkan Nabi Ibrahim bertanya ke berhala yang paling besar, “Kok kamu diam saja melihat saya menghancurkan teman-teman kamu? Kamu gak mau menolong temanmu?”

Lalu bagaimana berhala besar itu?

Dia diam saja karena berhala memang tidak bisa melakukan apa-apa.

Akhirnya oleh Nabi Ibrahim ditaruhlah kapak besar itu di leher berhala yang paling besar. Setelah itu Nabi Ibrahim pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, Raja Namrud marah! Ia melihat semua berhala sudah rusak kecuali berhala yang paling besar. Saking marahnya, Raja Namrud menyuruh orang untuk memanggil Nabi Ibrahim supaya dihukum.

“Hai Ibrahim, kau yang menghancurkan berhala-berhala ini ya?” kata Raja Namrud.

Lalu apa kata Nabi Ibrahim?

“Kan di leher berhala besar ada kapak. Tanya saja dia! Siapa tahu dia yang menghancurkan semua berhala itu.”

Raja Namrud beserta rakyatnya berpikir dulu, “Hei Ibrahim, patung berhala kan tidak bisa bicara. Mana bisa dia bilang siapa pelakunya?”

“Nah, kalau kalian tahu berhala tidak bisa bicara lalu kenapa kalian menyembah patung berhala yang tidak bisa bicara?”

Raja Namrud dan pengikutnya marah besar. Akhirnya Raja Namrud memerintahkan supaya Nabi Ibrahim dibakar.

Nabi Ibrahim diikat di tiang lalu disekelilingnya ditumpuk kayu bakar. Lalu akhirnya kayu-kayu itu dibakar. Tapi atas izin Allah SWT, Nabi Ibrahim tidak merasa kepanasan dan apinya tidak membakar Nabi Ibrahim as.

Raja Namrud dan rakyatnya melihat itu dan membebaskan Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim akhirnya bebas dan terus mengajak umatnya supaya kembali menyembah Allah SWT.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan#10 BunSay: Hari 15

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Image result for cerita anak islami Nabi Nuh

Pada zaman dahulu setelah Nabi Adam lama wafat, manusia mulai lupa untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebagai gantinya mereka menyembah berhala.

Berhala itu tidak bisa makan, tidak bisa minum dan tidak bisa mendengar doa. Kalau mendengarkan doa saja mereka tidak bisa, apalagi mengabulkan doa-doa kita, iya kan?

Tapi pada waktu itu manusia sibuk menyembah berhala.

Allah SWT sangat sayang kepada manusia. Akhirnya oleh Allah SWT, diutuslah Nabi Nuh. Untuk apa? Untuk kembali taat dan beribadah menyembah Allah SWT.

Tapi apa jawaban umatnya Nabi Nuh as?

Mereka tidak mau meyembah Allah SWT dan lebih memilih menyembah berhala.

Kasihan Nabi Nuh as. Tapi Nabi Nuh tetap bersabar. Beliau tetap mengajak kaumnya untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Tapi kaumnya Nabi Nuh bandel. Setiap Nabi Nuh berusaha mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT, mereka menutup telinga mereka dengan tangan , mengejek Nabi Nuh as. Setelah Nabi Nuh selesai bicara baru mereka menurunkan tangan mereka.

Tapi apa Nabi Nuh marah?

Tidak. Nabi Nuh as terus bersabar dan berdoa kepada Allah SWT, “Ya Allah, semoga kaumku mau kembali untuk beribadah kepada-MU ya Allah.”

Nabi Nuh lamaaaaaa sekali bersabar, tapi cuma sedikit sekali kaumnya yang mau beribadah kepada Allah SWT.

Nabi Nuh sangat sedih sekali sehingga mengadu kepada Allah SWT. “Ya Allah, kaumku tidak mau kembali beribadah kepadaMU.” doa Nabi Nuh.

Terus bagaimana?

Allah memberi wahyu kepada Nabi Nuh, “Wahai Nabi Nuh, buatlah sebuah kapal seperti yang kuajarkan kepadamu. Nanti di dalam kapal itu, naikkanlah orang-orang yang beriman dan binatang sepasang.”

Nabi Nuh adalah orang yang taat kepada Allah SWT. Dengan sabar Nabi Nuh dan pengikutnya yang sedikit itu membuat kapal di tengah gunung.

Apa kata kaumnya Nabi Nuh yang kafir?

Mereka tertawa. Iyalah, bikin kapal kok di gunung. Salah alamat, kata mereka. Tapi Nabi Nuh dan pengikutnya sabar. Mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah SWT.

Akhirnya kapalnya jadi juga. Orang-orang muslim naik ke kapal itu bersama hewan-hewan yang jantan dan betina. Setelah semua orang muslim dan hewan masuk, oleh Allah SWT turun hujan yang deras sekali. Bukan cuma hujan, dari tanah juga menyembur air yang deras sekali. Air dimana-dimana sehingga kampungnya orang kafir kebanjiran.

Banjirnya dalam sekali, sampai-sampai semua orang kafir tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam. Sementara orang-orang muslim merasa aman, karena mereka naik kapal yang besar sekali dan dilindungi oleh Allah SWT.

Tiba-tiba oleh Nabi Nuh terlihat anaknya yang kafir. Nabi Nuh berterika ke anaknya, “Ayo anakku! Berimanlah kepada Allah dan naiklah kapal ini!”

Tapi apa kata anaknya Nabi Nuh?

“Aku tidak mau! Aku mau berenang ke gunung saja! Di sana pasti aman!”

Tapi, kalau Allah SWT sudah berkehendak, mau kabur kemanapun azab Allah SWT pasti akan kena ke orang kafir. Begitu juga anaknya Nabi Nuh yang kafir. Dia tidak bisa berenang ke gunung karena ada ombak yang besar sekali sehingga akhirnya tenggelam.

Nabi Nuh sangat sedih, tapi Nabi Nuh bisa apa. Anaknya orang kafir jadi Nabi Nuh cuma bisa sabar.

Nah, setelah semua orang kafir mati tenggelam. Oleh Allah SWT, hujan deras akhirnya berhenti dan air banjir yang deras akhirnya surut. Kapal akhirnya berhenti dan semua orang muslim dan hewan-hewan turun dari kapal.

Nabi Nuh as dan semua orang muslim bersujud kepada Allah SWT. Bersyukur karena mereka dilindungi oleh Allah SWT dari azab.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan#10 BunSay: Hari 14

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Related image

Pada zaman dahulu, Allah SWT berkata kepada malaikat “Aku akan menciptakan khalifah di muka bumi ini.”

Lalu malaikat berkata, “Tapi mereka kan selalu berbuat jahat dan berbuat kerusakan. Padahal kami selalu menyembahmu, Ya Allah.”

Tapi apa yang Allah SWT bilang? Allah SWT berkata, “Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Nah, Allah SWT menciptakan seorang mahkluk yang terbuat dari tanah liat. Allah SWT menamakannya Adam.

Allah SWT berkata kepada mailaikat, “Coba kau sebutkan nama-nama benda itu.” Tapi malaikat tidak bisa, karena Allah tidak mengajarkan hal itu kepada malaikat.

Allah SWT menyuruh Nabi Adam menyebutkan nama-nama benda itu dan Nabi Adam as bisa menyebutkannya. Kenapa? Karena Allah SWT telah mengajarkan semua nama benda itu kepada Nabi Adam as.

Allah SWT menyuruh semua malaikat tunduk kepada Nabi Adam as. Semua malaikat tunduk kepada Nabi Adam kecuali Iblis.

Allah SWT bertanya kepada Iblis, “Kenapa kamu tidak mau sujud kepada Adam?”

Iblis sombong, dia tidak mau sujud kepada Nabi Adam. Karena Nabi Adam diciptakan dari tanah, sementara iblis diciptakan dari Api. Kata iblis Api lebih hebat dibandingkan tanah.

Allah SWT marah kepada iblis karena iblis sombong, Akhirnya oleh Allah SWT, iblis diusir dari surga.

Selain Nabi Adam, Allah SWT juga menciptakan Siti Hawa sebagai temannya Nabi Adam. Allah SWT menyuruh Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga. Mereka boleh makan apa saja yang mereka mau, kecuali satu, mereka tidak boleh mendekati satu pohon.

Nah, Iblis merasa iri dengan Nabi Adam dan Siti Hawa, karena itu iblis membujuk Nabi Adam dan Siti Hawa untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah SWT dan memakan buahnya.

Nabi Adam dan Siti Hawa tergoda karena bisikan iblis, akhirnya dimakanlah buah dari pohon yang dilarang. Setelah Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah itu, lalu apa yang terjadi? Aurat mereka terbuka! Nabi Adam dan Siti Hawa terpaksa menutupi aurat mereka dengan daun-daun surga.

Lalu Allah SWT menegur, “Bukannya Akusudah bilang jangan mendekati pohon terlarang ini?”

Karena Nabi Adam dan Siti Hawa sudah melanggar perintah Allah SWT, maka oleh Allah SWT Nabi Adam dan Siti Hawa diperintahkan untuk turun ke Bumi.

Sejak saat itulah manusia tinggal di bumi. Dan sejak saat itu pula Iblis dan setan menjadi musuh manusia.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan #10 BunSay: Hari 13

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Related image

Pada suatu hari, Nabi Muhammad sedang tidur di depan Ka’bah. Nabi Muhammad sedang sedih. Pamannya Nabi Muhammad – Abu Thalib – dan istrinya Nabi Muhammad – Khadijah – baru saja meninggal dunia. Nabi Muhammad sangat sedih sekali. Karena itu Nabi Muhammad tidur di depan Ka’bah.

Pada malam hari, tiba-tiba Nabi Muhammad terbangun. Beliau merasa ada yang membangunkannya. Nabi Muhammad bangun dan melihat kanan kiri, tapi tidak ada siapa-siapa. Ka’bah sepi sekali malam itu. Karena tidak ada siapa-siapa Nabi Muhammad tidur lagi. Tapi waktu baru aja tiduran, Nabi Muhammad merasa badannya digoyang-goyang. Jadinya Nabi Muhammd duduk dan melihat ternyata yang membangunkan beliau adalah Malaikat Jibril.

“Ayo Nabi Muhammad, berdirilah.” kata Malaikat Jibril.

Lalu Nabi Muhammad berdiri, dan di sana beliau melihat ada seekor makhluk yang berwarna putih seperti kuda dan punya sayap di punggungnya.

“Ini adalah Buraq.” kata Malaikat Jibril. “Dia akan membawa kita berjalan-jalan malam ini.”

Nabi Muhammad lalu naik ke Buraq dan tiba-tiba saja dalam sekejap mata, Nabi Muhammad sudah terbang melesat jauh. Tidak lama kemudian Nabi Muhammad sudah sampai di Masjidil Aqso. Nabi Muhammad sholat di mesjid ini dan istirahat sebentar.

Setelah istirahat sebentar Nabi Muhammad kembali menaiki Buraq dan kali ini naik ke langit pertama. Di langit pertama Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam as.

Nabi Muhammad naik ke langit kedua. Di sini Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Isa as dan Nabi Yahya as.

Nabi Muhammad terbang lagi ke langit ketiga. Di sini Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Yusuf as.

Nabi Muhammad naik lagi ke langit keempat. Di sini Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Idris as.

Nabi Muhammad naik lagi ke langit kelima. Di sini Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Harun as.

Nabi Muhammad naik lagi ke langit keenam. Di sini Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa as.

Nabi Muhammad naik lagi ke langit ketujuh, Di sini Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim as.

Nah, di langit ketujuh ini Nabi Muhammad pergi ke Sidratul Muntaha, yaitu tempat dimana singgasana Allah SWT berada. Di sini Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya semua orang Islam melaksanakan sholat.

Berapa kali? 50 kali sehari semalam!

Setelah mendapat perintah itu, Nabi Muhammad turun. Di tengah jalan Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa.

Nabi Musa pun bertanya, “Apa yang diperintahkan oleh Allah untuk umatmu, wahai Nabi Muhammad?”

Lalu Nabi Muhammad menjawab, “Sholat 50 kali sehari semalam.”

“Umatmu gak mungkin bisa sholat sebanyak itu. Coba balik lagi ke Allah dan minta dikurangi.” kata Nabi Musa.

Nabi Muhammad mengikuti kata-kata Nabi Musa dan meminta dikurangi waktu sholatnya kepada Allah. Lalu Allah mengurangi waktu sholat. Nabi Muhammad turun lagi dan ketemu Nabi Musa, tapi Nabi Musa masih menyuruh supaya Nabi Muhammad minta ke Allah supaya waktu sholatnya dikurangi.

Begitu terus, Nabi Muhammad bolak-balik kepada Allah minta dikurangi hingga akhirnya menjadi 5 kali sehari semalam. Nabi Musa minta supaya Nabi Muhammad minta ke Allah lagi untuk dikurangi. Tapi apa kata Nabi Muhammad?

“Aku malu minta dikurangi terus. Sudah cukup 5 kali sehari semalam saja.”

Setelah itu Nabi Muhammad turun kembali ke bumi dan akhirnya pulang, sampai ke Mekkah. Nah, sejak saat itulah orang Islam diwajibkan untuk sholat 5 kali sehari semalam.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan #10 BunSay: Hari 12

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Image result for hadits keutamaan belajar al quran

Hari ini Nada sedang malas belajar. Nada juga malas sekali pergi ke sekolah. Maunya hari ini Nada tidur-tiduran saja di rumah. Tapi Ibu Nada menyuruh Nada pergi ke sekolah, jadinya Nada tetap pergi ke sekolah walaupun malas.

Di sekolah, Nada juga malas untuk belajar membaca. Saat Ummi memanggil Nada untuk giliran baca Iqro dan baca buku, Nada tidak mau membaca.

Ummi bertanya kepada Nada, “Kok tumben Nada tidak mau baca?”

“Lagi malas, Ummi.” kata Nada.

Ummi mengangguk paham, “Kalau begitu kita baca Iqro aja ya.”  kata Ummi.

“Males juga Ummi.” kata Nada sambil geleng-geleng.

“Kita baca Iqro nya satu baris aja deh. Sehabis itu Nada boleh main.” Ummi masih membujuk Nada. Tapi Nada masih menggeleng malas.

“Nada, belajar baca Al Quran itu berpahala loh. Walaupun kita bacanya cuma satu huruf, tapi Allah pasti bakal senang. Karena Nada berusaha belajar Al Quran. Nah, nanti Allah akan kasih Nada pahala karena udah belajar baca Al Quran. Nada mau dikasih pahala oleh Allah?”

Nada mengangguk mau.

“Cuma baca satu huruf aja, Allah kasih Nada banyak pahala. Apalagi kalau Nada baca satu baris atau satu halaman, pahalanya pasti lebih banyak.”

“Kalau pahala Nada banyak, Nada bisa masuk surga ya Ummi?”

“Iya. Nada mau masuk surga kan?”

Nada mengangguk mau.

“Nah, kita belajar baca Al Quran ya.”

Akhirnya, Nada mau belajar membaca Al Quran. Dan bukan cuma satu baris, tapi satu halaman. Sejak saat itu Nada rajin belajar membaca Al Quran.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan #10 BunSay: Hari 11

Karena saya adalah guru PAUD, maka di moment challenge ini saya akan menuliskan cerita atau dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak di saat sekolah. Cerita atau dongeng ini saya sesuaikan temanya dengan apa yang sedang mereka pelajari. Rentang usia murid-murid saya adalah 3-4 tahun.

Image result for hadis kasih sayang

Nizham punya seekor kucing, kucingnya sangat manis sekali. Tapi sayang, Nizham tidak sayang dengan kucing itu. Setiap hari Nizham selalu mengusili kucing itu. Nizhm pernah memukul kucing. Nizham pernah mengurung kucing di sebuah kamar. Nizham bahkan pernah menyiran kucing dengan air.

Akibatnya apa?

Nizham dicakar oleh kucing!

Bagaiaman rasanya dicakar kucing? Sakit. Makanya Nizham menangis.

Ummi bertanya kepada Nizham, “Nizham kenapa menangis?”

Nizham menjawab, “Dicakar kucing, Ummi.”

“Kok bisa dicakar kucing?”

“Iya, tadi Nizham siram kucing pakai air.”

Ummi geleng-geleng, “Nizham ngusilin kucing ya?”

Nizham menjawab, “Iya.”

Ummi lalu menjelaskan, “Anak soleh itu menyayangi semua makhluk hidup. Nizham anak soleh bukan?”

Nizham menjawab iya.

“Mengusili kucing itu perbuatan anak soleh, bukan?” Ummi bertanya.

Nizham menjawab bukan.

“Nizham masih mau ngusilin kucing lagi?”

Nizham menggeleng tidak mau.

“Nizham mau disayang Allah?”

Nizham mengangguk mau.

“Berarti Nizham harus sayang sama semua makhluk hidup. Kalau kita menyayangi makhluk hidup, nanti Allah juga akan sayang kepada kita. Kalau kita tidak menyayangi makhluk hidup, nanti Allah juga tidak akan sayang kepada kita.”

Nizham mengangguk paham. Sejak saat itu Nizham tidak lagi mengusili kucing dan selalu menyayangi makhluk hidup. Karena Nizham adalah anak soleh dan juga ingin disayang oleh Allah.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunSayIIP

#GrabYourImagination