Game Kelas BunSay#8: Hari 10

Mungkin kali ini mau menulis mengenai konsep sedekah kali ya. Hmm, sebenarnya saya paling malas nulis mengenai hal ini. Karena… yah, ini masalah privacy sih.

Tapi satu konsep yang selalu saya pegang untuk bersedakah adalah, selalu gunakan uang dengan pecahan paling besar yang ada di dompetmu.

Jadi begini, kalau misalnya saya punya uang pecahan 5 ribu, 10 ribu dan 20 ribu dalam dompet saya, maka saya usahakan untuk mensedekahkan uang 20 ribu saya. Ini dengan asumsi kamu punya ongkos buat pulang atau gak ada keperluan untuk beli apapun loh ya. Hahahaha…

Tapi, gimana dong kalau di dompet ada uang 20 ribu, 50 ribu dan 100 ribu? Hmm, saya enggak munafik sih saya bakal kasih 20 ribu. Saya kasih 50 ribu tergantung situasi sih. Kalau misalnya ada yang membutuhkan dan dia memang layak untuk dikasih 50 ribu kenapa enggak. Tapi untuk 100 ribunya tetap di dompet. Hahaha…saya gak munafik.

Berat? Pasti.

Tapi percaya deh, In Shaa Allah pasti akan diberikan penggantinya oleh Allah SWT.

Misalnya?

Hmm, jualan buku saya jadi laku tuh pas kayaknya lagi butuh duit 😛

Intinya kalau sedekah jangan hitung-hitungan. Semakin besar pengorbananmu makan penggantinya juga akan lebih besar. Amin. In shaa Allah.

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Advertisements

Game Kelas BunSay#8: Hari 9

Padahal baru aja kemarin dibahas. Ternyata oh ternyata hari ini paket internet habis.

Jadi, kemarin saya meninggalkan ruter internet menyala. Soalnya suami masih main internet dan berhubung sudah waktunya tidur saya pergi tidurlah.

Keesokan harinya pas saya mau nyalain internet untuk mengerjakan tugas hari ini, eh ternyata tanpa angin dan hujan suami langsung minta maaf. Saya yang enggak ada pikiran apa-apa cuma bisa bengong. Hah? Minta maaf buat apa?

Eh, gak tahunya paket kuota internet habis. Sama suami 😛 Jadi dia minta maaf duluan. Maklum soalnya belum lama saya ngisi paketan bulan ini. Mungkin baru ada ngisi satu setengah minggu yang lalu. Makanya saya kaget cepet banget habisnya.

Tapi berhubung dia udah minta maaf duluan dan sekalian masak sayur sop buat saya yang lagi batuk saya cuma bisa huhu…so sweet. Jadinya gak bisa marah deh.

Eh, mengenai setoran kali ini?

Kebetulan kemarin ada yang beli buku dari akun toko online saya. Dan pembeliannya lumayan banyak jadi dengan terpaksa ditarik deh buat beli paketan internet. Hahaha…jadi beli dua kali deh dalam satu bulan. Ditarik dari amplop tabungan kecil 😛

Bulan ini lagi rada boros untuk pemakaian internet deh…

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Game Kelas BunSay#8: Hari 8

Belanja sayur untuk kebutuhan mingguan sebenarnya sudah dijatah per bulan. Rata-rata per minggu kami bisa menghabiskan 100ribu – 150ribu. Supaya bisa tetap terkontrol, kami harus list daftar menu yang akan dimasak minggu itu. Dari daftar menu kami bisa menentukan bahan-bahan apa saja yang harus dibeli, dikurangi maupun ditambah.

Ah, saat saya bilang kami itu maksudnya saya sama suami.

Karena suami suka banget masak di hari Sabtu dan Minggu, otomatis dialah yang menentukan bahan apa yang mau dipakai untuk dua hari itu. Terkadang juga dia suka masak sesuatu yang enggak ada dalam daftar, otomatis terkadang saya harus beli bahan tambahan di tukang sayur keliling. Dan terkadang itu juga harus ngambil dari amplop tabungan.

OK

Atau mungkin kami bisa belanja bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan. Pas. Tidak lebih tapi ada sisa uang. Jadi saya bisa taruh sisa uang di amplop tabungan.

OK

Jadi intinya gali tutup lubang 😛

Tidak masalah. Asalkan bukan pakai uang tabungan besar saya mah gak apa-apa. :’)

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Game Kelas BunSay#8: Hari 7

Kali ini saya mengambil tema paket internet. Saya dan suami di rumah pakai paket router internet. Mereknya apa saya gak bakal kasih tahu. Karena ini bukan konten berbayar dan saya gak bakal dikasih uang terima kasih karena sudah memajang nama merek 😛

Satu hal yang pasti, paket internet di rumah kami dibatasi Rp 100.000/bulan. Bebas mau dipakai apa aja,yang pasti satu bulan jatahnya cuma 100 ribu. Dengan jatah segitu untuk kirim pesan dan keperluan laptop alhamdulillah cukup.

Tapi kalau untuk nonton Youtube? Tunggu dulu! Tunggu dulu kalau kami pergi ke tempat gratis wifi maksudnya.

Terkadang suka bocor juga sih, saat saya lagi butuh internet tau-tau paketnya habis. Padahal baru ngisi. Saat saya tanya baru deh suami ngaku suka dipakai nonton Youtube. Huwaa, kalau kayak gini mau gak mau harus nambah dari uang tabungan saya sendiri.

Makanya saya punya amplop dengan nama tabungan. Untuk mengantisipasi masalah seperti ini tabungan kecil memang diperlukan. Makanya sedikit demi sedikit nabung juga gak apa-apa. Lumayan, bisa dipakai buat beli paket internet.

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Game Kelas BunSay#8: Hari 6

Sehat itu mahal

Sebenarnya saya sudah tahu mengenai hal itu sih. Apalagi saya adalah tipe orang yang sakit-sakitan. Dikit-dikit sakit. Dikit-dikit sakit. Jadi saya paham kenapa sehat itu mahal. Sehat is the best feeling.

Tapi setelah menikah, saya jadi lebih paham lagi kenapa sehat itu mahal. Karena biaya berobat itu mahal! Belum biaya obatnya, belum biaya konsultasi dengan dokter, dan lain-lain dan lain-lain.

Apalagi kalau menilik dari beberapa amplop yang saya punya untuk membagi uang jatah bulanan suami, tidak ada yang namanya amplop berobat. Otomatis harus ambil uang dari tabungan besar. Dan parahnya, beberapa bulan terakhir ini setiap satu bulan sekali saya pasti pergi ke dokter. Padahal sakitnya sama, batuk dan radang tenggorokan. Tapi etah kenapa kalau dibeliin obat dari apotik biasa enggak pernah manjur. Hanya saat pergi ke dokterlah penyakit batuk saya itu mereda.

Duh, saya curiga pasti ini trik psikologis saya aja. Tapi ya seperti saya bilang tadi, sehat itu mahal karena biaya berobat mahal. Walhasil bulan Febuari ini tabungan saya kembali terkuras karena harus pergi berobat.

Kalau saya bikin amplop khusus bertitel berobat ke dokter itu kayak ngedoain sakit, gak ya?

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Game Kelas BunSay#8: Hari 5

Sudah cukup dengan cerita mengenai menghemat uang untuk jajan buku. Sekarang saya akan menceritakan bagaimana pengelolaan keuangan rumah tangga kami. Kenapa kami? Karena selain saya, suami saya juga ikut membagi keuangan rumah tangga. Memang sih uang bulanan yang suami kasih ke saya bebas untuk dipakai apa saja. Tapi setidaknya suami juga ikut membantu perencanaannya.

Soalnya saya bukan orang yang tipe telaten mendetil dengan mencatat keuangan di sana sini. Tipe golongan darah B. Baik.

Karena saya tipe yang kalau ada uang, hemat-hematlah apa yang bisa dihemat. Kecuali uang sedekah! Big No No!

Setiap bulan saya punya beberapa kantong amplop keuangan:

  1. Uang belanja yang termasuk kebutuhan bulanan (sampo, sabun,semacam itulah) dan kebutuhan mingguan (bahan sayur untuk dipakai masak sehari-hari)
  2. Uang beli air (ini buat beli air Aqua dan beras)
  3. Uang bayar komplek bulanan
  4. Uang bayar PAM, token listrik, modem
  5. Uang pelunasan haji
  6. Tabungan

Ketahuan lah ya uang keperluan apa ada di kantong mana. Semua amplop ini diperlukan supaya semua uang itu enggak menyatu di satu amplop. Terkadang kalau uang cuma ada di satu amplop dan lagi butuh duit buat jajan suka enggak kekontrol pemakaiannya. Makanya sengaja saya bagi jadi beberapa kantong sehingga kalau mau jajan mikir-mikir dulu apakah bisa nutup sampai akhir bulan atau enggak.

So far rencana ini sih alhamdulillah berjalan lancar sih. Walau enggak selalu bisa dapat nambah tabungan tapi setidaknya aman sampai akhir bulan.

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Game Kelas BunSay#8: Hari 4

Masih dengan hobi saya membaca buku. Haha, mungkin yang baca tugas saya ini juga bosan kali ya ngobrolin buku terus.

Terkadang kalau saya beli buku pasti ada aja buku yang bikin saya nyesal udah beli, gak suka bahkan setelah baca di tengah-tengah langsung hilang nafsu baca karena alur cerita yang apalah-apalah. Nah, daripada ditumpuk di lemari atau kontainer buku padahal sudah pasti saya enggak bakal baca lagi, biasanya saya langsung jual aja via online. Tenang aja, biasanya buku saya pasti masih awet kok. Yah, minus udah distempel nama dan bercak kekuningan karena kertasnya sudah lama sih. Selain dari itu buku saya masih layak baca kok.

Kecuali kalau saya benar-benar sebal banget sama buku itu. Walhasil buku itu enggak akan saya jual tapi langsung saya lempar ke sudut rumah, siram minyak terus bakar deh.

Ini serius!

Karena saya jual buku bekas, otomatis harganya agak lebih murah. Lagipula saya jual buku buat dapat untung juga sih. Cuma sekedar supaya enggak numpuk di rumah dan sedikit-sedikit bantu jajan buku juga 😛

Walaupun yang beli enggak terlalu banyak juga. Namanya juga buku bekas dengan tema buku yang dijual random banget. Jadi jangan terlalu ngotot harus kejual banget. Kecuali emang mau dagang buku mending buka kayak macamnya BukaBuku atau BukuKita.

Setelah lama-lama jualan buku lumayan menyenangkan juga. Dapet uang dan kontainer buku makin lama makin lega. Hahaha. Sekarang suami malah mikir-mikir apa mending jualan baju atau apa gitu, memanfaatkan akun toko online saya. Semua masih sebatas wacana, hahaha. Moga-moga suatu saat bisa kesampaian deh, kalau emang niat banget.

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Toko online
Akun toko buku secondan saya di Tokopedia. Yang tertarik boleh mampir… koleksi bukunya mau ditambah lagi buat dijual.