Mengurus Pendaftaran Kuota Haji – Jakarta Timur

20170907_132724

Sebenernya sih ini ide dari orang tua, pas setelah nikah langsung buka tabungan buat pergi haji. Emang sih impian gue salah satunya adalah pergi haji barengan suami, tapi gue enggak kepikiran untuk buka tabungan pas banget setelah nikah.

Setelah duduk berempat – gue, suami gue, ayah sama bunda – mereka nyuruh kami untuk cepet-cepet buka tabungan haji. Masalahnya satu, antrian buat pergi haji lumayan lama. Bisa sampai sepuluh tahun. Makanya mumpung masih muda cepetan nabung dan daftar biar ketahuan berangkatnya tahun kapan.

Alhasil kami ikutin aja nasihat orang tua. Toh enggak ada salahnya juga ngikutin nasihat orang tua. Alhamdulillah setelah sedikit demi sedikit menyisihkan duit buat nabung haji, alhamdulillah tabungan kami berdua mencapai batas minimal. Sekedar info, disini In Shaa Allah gue bakal cerita ulang apa aja yang gue lakuin dan berkas apa aja yang dibutuhkan untuk daftar kuota haji daerah Jakarta Timur.

Supaya bisa daftar untuk haji, tabungan minimal kita harus ada 25 juta rupiah. Kami sih pakainya Bank Muamalat jadinya saldo minimal adalah Rp 25.100.000. Saldo minimal ini bisa berubah-ubah tergantung bank syariah apa yang kamu pakai, tapi untuk Bank Muamalat sih segitu.

Nah, setelah saldo kamu mencukupi, yang pertama harus kamu lakukan adalah bawa buku tabungan kamu dan pas foto untuk keperluan haji dan umroh. Untuk pas foto ini keperluanya emang beda dengan pas foto biasa. Pos foto haji dan umroh 80% fotonya lebih fokus ke wajah, berlatar belakang putih dan tidak boleh pakai kacamata. Sewaktu saya di departemen Agama ada ibu-ibu di sebelah saya yang bawa foto suaminya pakai kacamata. Fotonya ditolak dan disuruh foto ulang.

Kalau kamu pergi ke foto studio bilang aja mau foto buat haji dan umroh, mereka juga udah tahu kok. Oh iya, untuk jumlahnya bawa pas foto ukuran 3×4 sebanyak 5 lembar dan 4×6 sebanyak 3 lembar.

Oh iya, sekedar informasi untuk pas foto lebih baik cetak banyakan untuk keperluan di departemen Agama. Mereka hanya menerima pas foto yang sama dengan yang diterima oleh pihak Bank. Jadi jangan bawa foto yang beda format, apalagi beda latar belakang. Lebih baik cetak yang banyak dengan ukuran 3×4 dan 4×6.

Balik lagi ke urusan Bank, kamu cukup bilang aja sama CSnya kalau kamu mau daftar kuota haji. Kalau di Bank Muamalat sih kita cuma disuruh ngasih buku tabungannya ke CS. Berikutnya nanti pihak bank akan ngasih formulir biodata untuk kita isi sebagai pemohon haji serta surat pernyataan. Oh iya, disini kita juga butuh bawa materai 6000 rupiah sebanyak 2 lembar untuk satu orang. Jadi pastikan untuk dibawa sesuai kebutuhan ya.

Jadi inget, sewaktu kemarin ngurus daftar haji ini gue bawa sampai peralatan printil-printil macemnya paper clip, lem stick, pulpen warna hitam. Hmm, sangat membantu banget deh pulpen warna hitam ini. Sama map-map buat berkas. Pokoknya segala ATK yang kepikiran dibawa semua demi keamanan dan kenyamanan ngurus berkas.

Setelah isian semua berkas itu beres nanti CSnya akan menarik saldo 25 juta kita dan langsung ditransfer ke Departemen Agama. Jadi jangan kaget kalau mendadak saldo kita hilang. Nanti CSnya juga akan memberikan slip transfer haji ke departemen Agama, Bukti Penerimaan Setoran Awal Ibadah Haji serta Tanda Bukti Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH). Di Bukti Penerimaan Setoran Awal ini ada yang namanya nomor validasi jadi jaga kertasnya jangan sampai hilang! Kalau perlu fotokopi aja semua yang dikasih sama Bank.

Sekali lagi, di Bank Muamalat kita akan diberikan berkas itu. Untuk bank lain pasti bakal dikasih BPIH. Tapi selain berkas BPIH itu saya enggak tahu berkas apa aja yang bakal dikasih dan berapa banyak. Kalau logika sih harusnya bank lain juga ngasih slip transfer dan bukti setoran awal.

Prosesnya sih enggak rempong, kira-kira paling lama cuma makan waktu 30 menit karena kebetulan saya juga minta macem-macem sama CSnya (cetak buku, konsultasi mobile, dkk). Pihak Banknya juga bilang kalau gak ada masalah kita gak perlu lagi ke Bank, cukup langsung ke departemen agama dan semuanya selesai.

Karena hari masih pagi dan proses ke bank ternyata lumayan cepet akhirnya kami langsung pergi ke departemen agama. Cukup kaget juga karena sewaktu sebelum ke bank saya sempet telepon ke Muamalat Center berkas apa saja yang harus dibawa. Kayaknya mereka memang sengaja menyebutkan berkas yang dibutuhkan untuk proses di departemen agama dengan tujuan bisa langsung daftar.

Untuk berkas yang dibutuhkan di departemen agama, kita perlu:

  1. Formulir pendaftaran haji >> kamu bisa dapet form ini di departemen agama sekalian sama mapnya.
  2. Validasi bank >> yang berisi nomor validasi bank
  3. Fotocopy KTP ukuran a4 yang masih berlaku (5 lembar) >> dikopi di kertas ukuran a4 enggak dipotong dan bolak-balik. Jadi fotokopi perbesar di bagian atas bagian ktp depan sementara di bagian bawahnya ktp bagian belakang.
  4. Fotokopi rekening tabungan haji (2 lembar)
  5. fotokopi kartu keluarga (2 lembar)
  6. fotokopi akte kelahiran atau ijazah atau buku nikah (2 lembar) >> gue sih bawa semuanya buat jaga-jaga aja. Tapi kalau kamu mau pakai buku nikah yang difotokopi bagian foto dan halaman belakangnya aja. Difotokopi di lembar a4 dan jangan dipotong. Sama kayak fotokopi ktp.
  7. Pas foto 3×4= 11 lembar dan 4×6 = 4 lembar >> format haji dan umroh 80% wajah, latar belakang putih dan tidak berkacamata.

Kalau kamu bingung sebenernya di departemen agama ada koperasi fotokopi dan studio photo yang melayani keperluan untuk haji. Jadi mereka udah tahu mengenai berkas-berkas yang perlu difotokopi. Tapi kalau kamu males ngantrinya (iyaa….ramai banget) kamu bisa siapin dari rumah semua keperluan fotokopi berkas dan foto.

Setelah semua berkas beres dalam map nanti berkas itu diserahkan ke petugas yang deket pintu. Dia nanti meriksa apa ada berkas yang kurang atau perlu dilengkapi. Setelah itu map kita akan dibawa untuk diproses lanjut. Kita tinggal duduk aja nungguin nama kita dipanggil. Prosesnya sebenernya enggak lama, tergantung udah banyak atau belum orang yang sama-sama nunggu juga namanya dipanggil sebelum kita 😛

Begitu nama kita dipanggil kita nanti bakal langsung difoto dan scan sidik jari sama petugasnya dan disuruh meriksa biodata diri sendiri, ada yang salah atau enggak. Untuk ini pastikan nama kamu tertulis dengan benar, enggak salah walau cuma satu huruf! Setelah kamu merasa data diri kamu benar nanti kamu bakal disuruh duduk lagi untuk menerima Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH). Nah, begitu kamu udah dapet surat ini kamu bakal dapet nomor porsi kuota haji. Kamu bisa cek kapan tahun keberangkatanmu dari app Haji Pintar yang ada di Play Store.

Dengan didapatnya nomor porsi kamu berarti selesai proses pendaftaran haji. Tahun keberangkatan hajimu baru bisa dicek kira-kira dua sampai tiga minggu setelah kamu proses daftar di departemen agama. Sisanya paling tinggal cicil nabung-nabung lagi buat melunasi biaya haji. Besarannya nanti tergantung pas di tahun keberangkatanmu.

Jeng…jeng…. setelah menunggu hampir tiga minggu ketahuan deh kalau gue sama suami In Shaa Allah berangkat tahun 2033. Lumayan, masa tunggunya 16 tahun 😛 sambil nunggu harus lebih banyak ibadah lebih baik lagi sekaligus nyicil nabung. Moga-moga rejeki deh…amin.

Advertisements

Pembelajar Mandiri

Cemilan Rabu ke 4
Rabu, 27 September 2017

Menyiapkan anak agar mampu menjadi pembelajar mandiri atau otodidak adalah menyelaraskan diri dengan tuntutan zaman.

Menurut Alvin Toffler, seorang futurolog, mengatakan ” Yang disebut dengan buta huruf pada abad ke-21 bukanlah orang yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi orang yang tidak bisa belajar, melepaskan yang diketahuinya dan belajar ulang

Salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat survive adalah memiliki keterampilan beradaptasi, menjadi seorang pembelajar mandiri yang sigap belajar pengetahuan baru.

Seperti apakah anak yang menjadi pembelajar mandiri??

Ciri Pembelajar Mandiri

🍩 Memiliki motif internal

Ia akan aktif dan berinisiatif, dia bukan “orang suruhan” yang baru belajar bila disuruh, tetapi memiliki motivasi dari dirinya sendiri untuk belajar

🍩 Berorientasi Tujuan

Ia tau apa yang ingin diraihnya.

🍩Terampil mencari bahan belajar

Dia tahu dimana dan bagaimana proses belajar yang dibutuhkannya.

🍩Pandai mengelola diri

Dia tahu kapan harus bekerja keras dan kapan harus beristirahat.

Apa yang perlu dilakukan untuk menyiapkan anak menjadi pembelajaran mandiri?

🥕Sediakan lingkungan dan kultur yang kondusif

Kembangkan budaya keluarga yang menghargai inisiatif dan keaktifan anak. Berikan tanggung jawab sesuai perkembangan usianya.

🥕Bangun kebiasaan hidup terencana

Diskusikan dengan anak mengenai mimpi dan rencana-rencana mereka. Bantu mereka untuk merealisasikan yang direncanakan menjadi kenyataan.

🥕 Latih Keterampilan belajar

Ajari anak menggunakan mesin pencari, menggunakan kamus, keterampilan bertanya dan
mencari informasi, mengikuti tutorial, peta dan keterampilan hidup lainnya.

Mari menyiapkan generasi pembelajar mandiri

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

 

📚Sumber bacaan:
(Apa Itu Homeschooling, Sumardiono, 2014)

Asal Mula Nama Pulau Irian

Rewritten by: Latifun Kanurilkomari

Pada zaman dulu kala, ada seorang pria yang bernama Mananamakrdi. Doi adalah anak bungsu dari keluarga yang tinggal di Kampung Sopen, Biak Barat.

Sebelum kamu mikir Mananamakrdi – duh, susah juga nulisnya, mulai sekarang kita panggil Manana aja ya. Nah seperti yang dibilang tadi, jangan ngebayangin Manana ini sebagai cowok ganteng, kaya, gagah dan semua ala-ala gary sue tadi. Mungkin cowok kayak gitu ada, tapi bukan di cerita ini. Di cerita ini Manana adalah pemuda yang malang banget. Nasibnya buntung, kulitnya kudisan, baunya gak sedap lagi. Duh, kebalikan banget kan sama bayang-bayang gary sue di awal?

Nah, karena nasib si Manana ini sial banget, dan dia anak bungsu dari entah berapa saudara, walhasil Manana ini selalu dibully sama saudara-saudaranya. Orang tuanya juga gak bisa ngebelain, secara kalah jumlah bo! Dua orang ngelawan saudara-saudara Manana yang banyaknya enggak tahu berapa, mana sanggup. Iya kan?

Dan hasilnya bisa ditebak, Manana cuma bisa berdoa apa salahku, apa dosaku. Saudara-saudara yang kejam itu terus ngebully Manana sampai akhirnya Manana diusir dari rumah. Manana sih cuma bisa pasrah, akhirnya doi minggat dari rumah. Keluar dari tingkah kejam saudara kandungnya.

Manana lalu berjalan ke arah timur, lari ke hutan lalu belok ke pantai. Kemudian Manana teriak-teriak, lalu pecahkan gelas- wait ini kayaknya puisi dari film sebelah. Maksudnya, akhirnya Manana tiba di suatu pantai gitu loh, terus dia menatap lautan. Kebetulan di pantai itu ada perahu yang sedang menambat.

“Anak muda! Kenapa diam saja di sana! Kalau mau ikut ayo segera naik ke perahu!” ajak Bapak Tua pengayuh perahu.

“Kemana perahu ini akan mengarah, Pak?”

“Pulau Miokbudi, di Biak Timur.”

Manana langsung meloncat ke dalam perahu. Lagian dia juga sudah diusir dari rumah, jadi enggak masalah kalau sekalian pergi ke tempat yang jauh, kan? Setelah sampai di Pulau Miokbudi, Manana membangun gubuk kecil untuk dirinya sendiri dan menaman sagu dan tuak untuk bahan makanan sehari-hari. Setiap hari Manana masak sendiri, makan sendiri, cuci baju sendiri, tidur pun sendiri- ups, keterusan nyanyi nanti.

Akhirnya Manana pun hidup dengan bahagia, sejahtera dan sentosa di Pulau Miokbudi. Maunya sih begitu, tapi sayangnya enggak begitu. Semuanya berubah saat lagi-lagi kesialan mampir ke hidup Manana. Persediaan air nira yang disadap Manana buat bikin tuak tiba-tiba raib, hilang tak berbekas. Jelas Manana jengkel. Hidup sepi dan sendiri, ngapa-ngapain dilakukan sendiri eh air nira persediannya malah raib. Kan sebel.

“Pasti ada pencuri nih,” Manana cuma bisa gigit jari. Akhirnya dia memutuskan untuk begadang buat menangkap pencuri yang tidak sopan itu. Begadang asal ada tujuannya gak apa-apa toh?

Manana sembunyi tidak jauh dari tempat persediaan air nira miliknya. Inilah deritanya hidup sendiri, digigit nyamuk juga sendirian. Coba ada teman, kan bisa begadang sama-sama sambil nungguin pencurinya muncul – main gaplek misalnya. Sayang Manana gak punya teman, jadinya harus puas digigit nyamuk yang sadis tanpa kehangatan sendirian. Saat hari hampir Subuh tiba-tiba datanglah seekor makhluk yang meminum habis persediaan air nira. Tanpa babibu makhluk itu langsung ditangkap.

“Hei! Kamu ya yang seenaknya minum persediaan air nira punyaku?”

Yang ditangkap malah meronta-ronta, berusaha kabur. “Lepas! Lepaskan aku!”

“Enak aja minta lepas! Gak lihat persediaanku habis semua?”

Makhluk itu berhenti meronta dan memandang Manana yang masih kesal. “Aku adalah si Bintang Pagi. Biasanya orang memanggilku Sampan. Tolong lepaskan aku.”

Manana masih kesal, jadi ia tetap tidak mau melepas si Bintang Pagi.

“Baiklah, kalau begitu aku akan mengabulkan permintaanmu.”

Mamana mulai berpikir, enaknya minta apa ya?

“Sembuhkan sakit kudisku dan berikan aku istri yang cantik,”

Si Bintang Pagi sih mau banget teriak maruk amat sih lo. Tapi kalau kayak begitu nanti enggak sesuai sama dongengnya. Jadilah ia menjawab, “Pergilah ke pantai, nanti ada pohon Bitanggur. Panjatlah pohon itu dan kalau kamu melihat seorang gadis sedang mandi lemparlah gadis itu dengan sebiji Bitanggur. Nanti gadis itu jadi istrimu.” Fantastis, solusi untuk para jones adalah cukup melempar biji Bitanggur!

Awalanya Manana sangsi, masa sih ngelempar biji Bitanggur bisa dapet istri? Tapi ya sudahlah, dengan patuh ia mengikuti nasihat si Bintang Pagi. Sejak saat itu Manana punya hobi baru, manjat pohon Bitanggur sambil memandang pantai. Syukur-syukur ketemu cewek cantik yang bisa dijadiin istri.

Ternyata hobi baru itu tidak bertahan lama, cewek cantik yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kayaknya sih cantik, karena begitu Manana manjat pohon melihat ada cewek yang mandi langsung aja deh dilempar pakai biji bitanggur. Lagian ceweknya mandi jauh banget kok dari pohon Bitanggur, jadinya Manana enggak bisa lihat wajah si cewek. Tapi walau posisi si cewek jauh dari pohon, tetap aja si cewek kena lemparan biji Bitanggur dari Manana.

Kebetulan, cewek yang sedang mandi itu namanya Insoraki, putri kepala suku dari kampung Meokbundi. Awalnya sih dia enggak merasa terganggu dengan biji Bitanggur. Tapi lama-kelamaan kalau lagi asyik-asyiknya mandi diganggu jengkel juga, akhirnya Insoraki memutuskan untuk cuek aja. Setelah selesai mandi, Insoraki kembali ke kampungnya.

Nah, mulai dari sini tiba-tiba ada gosip beredar kalau Insoraki sedang hamil. Seluruh penduduk kampung Meokbundi pun geger, apalagi Insoraki. Jelaslah, pulang tamasya dari pantai tahu-tahu malah berbadan dua, cewek mana yang enggak kaget? Para penduduk pingin tahu banget, siapakah kiranya yang menghamili Insoraki. Tapi sayang, Insoraki tidak menjawab. Karena memang si doi juga enggak tahu.

Setelah sembilan bulan akhirnya Insoraki melahirkan seorang putra yang diberi nama Konori. Sesuai adat yang berlaku akhirnya digelar upacara peresmian nama, kebetulan Manana datang karena diundang. Saat Manana datang ke kampung, Konori berteriak sambil menunjuk Manana dengan sebutan Ayah. Nah, disinilah baru ketahuan siapa ayah Konori. Akhirnya penduduk kampung menikahkan Insoraki dengan Manana.

Tapi, seperti yang kamu semua tahu tapi mungkin lupa, Manana punya penyakit kudis yang bau banget. Saking bau dan jijiknya, semua penduduk sepakat buat pindah dari kampung. Walhasil di kampung yang luas itu cuma tersisa Manana dengan istri dan anaknya saja. Manana merasa sedih karena istri dan anaknya dihina dan ditinggalkan seluruh rakyat kampung gara-gara dia. Manana sedih banget, saking sedihnya sampai frustrasi hingga akhirnya ia mengumpulkan kayu bakar dan menyulut api. Tanpa prolog apalagi kata pembuka, Manana langsung melemparkan diri ke dalam kobaran api.

Insoraki jelas kaget. Anak masih kecil, apalagi mereka sendirian di kampung. Insoraki belum siap jadi janda. Tidaaakkk!

Tapi tenang, dongeng ini berakhir happy ending kok.

Dari balik jilatan api, tiba-tiba muncullah pemuda yang gagah dan tampan. Wajahnya juga mulus tanpa bopeng apalagi kudis. Itulah Manana atau yang nama aslinya Mananamakrdi. Manana senang banget, akhirnya penyakitnya hilang. Insoraki jelas lebih senang lagi. Suaminya jadi ala-ala karakter gary sue. Ditambah lagi dia enggak jadi janda. Alhamdulillah sesuatu banget. Saking senangnya Manana mengubah namanya menjadi Masren Koreri yang artinya pria yang suci.

Setelah mereka semua berbahagia sejahtera dan sentosa, Manana mengajak istri dan anaknya untuk hijrah dari kampung itu. Sekeluarga itu pun akhirnya pergi berjalan ke hutan lalu belok ke pantai. Kebetulan saat itu sedang berkabut. Ketika matahari semakin lama semakin meninggi akhirnya kabut itu pun lenyap. Tampak oleh mereka pemandangan bukit yang hijau dengan latar belakang langit yang biru.

“Irian… Irian (artinya panas),” teriak Konori sambil menunjuk-nunjuk pemandangan yang mereka saksikan.

“Apa maksudmu Nak? Itu tanah asal nenek moyangmu loh!” Manana heran mendengar ucapan anaknya.

Insoraki tersenyum lembut, “Maksud Konori, saat matahari mulai panas tiba-tiba muncul pemandangan yang indah di hadapan kita.” Insoraki berbaik hati menjadi penerjemah. Manana cuma mengangguk paham, terkesima dengan kemampuan translate Insoraki.

Sejak saat itu, wilayah itu dinamai Irian. Atau sekarang yang kita kenal juga dengan Provinsi Papua.

Sumber: dongengceritarakyat.com

Status

Game Kelas BunSay#4 : Hari 10

Sebagai guru PAUD penting banget buat gue untuk tahu gaya belajar mereka. Apalagi anak umur 3 sampai 5 tahun adalah anak-anak yang masih pingin main-main, otomatis gue sebagai guru PAUD harus pinter gimana caranya ngajarin mereka supaya mereka gak bosen.

Untuk kali ini gue bakal coba nganalisis murid-murid gue berdasarkan absen. Dan anak terakhir yang bakal gue analisis saat ini namanya adalah Nizam. Nizam ini sebenernya anak yang pinter banget, cuma sayangnya di rumah dia kurang perhatian aja. Bapak sama ibunya kerja, di rumah dia tinggal sama kakek dan neneknya. Makanya kalau di PAUD dia kerjaannya cuma mau main-main dan cari perhatian, terutama ke gue. Entah itu nangis, nakal atau apapun yang penting cari perhatian.

Untuk masalah ribut sih dia bukan tipe yang bakal kepengaruh kalau ada ribut-ribut. Tapi sebaliknya, si Nizam ini justrulah sumber keributannya 😛 ya itu tadi, dia nyari perhatian. Kalau lagi mood nulis, ngewarnain dan baca dia mah cepet nangkep, asalkan sebagai guru gue harus ekstra sabar. Dengan Nizam ini kita juga harus pandai-pandai ngatur nada suara. Kapan harus nada tegas, kapan harus nada lembut dan lain-lain.

Nizam ini juga selalu ngoceh, walaupun enggak sebanyak Rozin. Dan kerjaannya suka gigit-gigit jari, walau gue masih belum tahu kenapa dia numbuhin kebiasaan baru ini. Untuk masalah hapalan lagu, Quran dan tepuk Nizam lumayan cepet. Tapi untuk beberapa hal dia harus pakai sistem privat kalau misalnya jiwa pingin ributnya lagi muncul.

Hmm, untuk saat ini sih kepikiran kayaknya Nizam kearah Auditori dan kemungkinan ada Kinestetik nya juga. Cuma itu dia, kalau pingin tahu banget gurunya harus ekstra sabar sama Nizam.

#Tantangan10Hari

#Hari10

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunSayIIP

Status

Game Kelas BunSay#4: Hari 9

Sebagai guru PAUD penting banget buat gue untuk tahu gaya belajar mereka. Apalagi anak umur 3 sampai 5 tahun adalah anak-anak yang masih pingin main-main, otomatis gue sebagai guru PAUD harus pinter gimana caranya ngajarin mereka supaya mereka gak bosen.

Untuk kali ini gue bakal coba nganalisis murid-murid gue berdasarkan absen. Dan anak ketujuh yang bakal gue analisis saat ini namanya adalah Azka. Azka ini adalah murid gue yang….err…gimana ya…. sangat aktif. Lincah banget, kerjaannya loncat ke sana ke mari, enggak bisa diem. Kalau misalnya disuruh nulis sama baca pasti gak mau dilakuin saat itu juga. Dia baru mau ngerjain kalau ngeliat temen-temennya udah keluar main baru deh dia buru-buru ngerjain supaya bisa ikutan main juga. Padahal dari awal mulai kelas juga dia udah main-main melulu.

Untungnya masalah adab berdoa sebelum dan sesudah dia mau ngikut. Kalau misalnya disuruh baca juga sama banget susahnya kalau disuruh nulis. Makanya biasanya Azka kusurh main-main dulu, nanti kalau udah agak capekan baru kusuruh nulis sama baca. Kadang juga diiming-imingin dapet bintang dulu baru Azka semangat belajar.

Untuk masalah kecepatan belajar Azka sebenernya agak lemah kalau disuruh langsung baca sama nulis. Gue harus pakai sistem privat barulah dia cepet banget belajarnya. Apalagi kalau pakai tepuk sama lagu In Shaa Allah lebih cepet belajar lagi.

Kalau dari gayanya sih Azka lebih ke arah auditori. Inget banget waktu itu dia main-mainin tempat sampah dan langsung aku tegur dengan suara yang lebih tegas dari biasanya. Sejak itu Azka gak pernah lagi mainin tempat sampah. Masih agak curiga kayaknya Azka juga punya sedikit gaya kinestetik. Mungkin masih mau dianalisis sedikit lagi deh.

#Tantangan10Hari

#Hari9

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunSayIIP

Mendampingi Anak Untuk Mencapai Tujuan

Cemilan Rabu ke 3
Materi ke 4, 20 September 2017

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Ibarat pertandingan lari antara kelinci dan kura-kura, ada anak yang termasuk si pelari cepat ( fast starter) dalam berprestasi. Anak ini sangat hebat di kelas, cepat menangkap pelajaran. Namun ada anak yang (slow starter) berprestasi. Anak ini biasa-biasa saja, tidak peduli atau iri terhadap prestasi anak lain.

Tugas kita sebagai orang tua adalah membantu anak-anak ini belajar tanpa dihantui stres berkepanjangan supaya mampu mencapai “garis finish” kehidupannya dengan selamat dan sukses.

Ada orang yang dizaman sekolah biasa-biasa saja, tetapi ternyata sukses sebagai dokter, pengusaha. Sebaliknya ada lagi yang dianggap berprestasi di sekolah, ternyata “tenggelam” sebagai pecundang. Oleh karena itu coba rileks dan biarkan anak berkembang sesuai jadwal yang ditentukan Sang Pencipta.

Anak perlu bermain-main dan bersenang-senang
Otak anak belum dapat dibebani oleh hal-hal berat. Tak heran akibatnya jadi banyak anak mengalami stres. Berikan pembelajaran sesuai usia anak.

Waspadai gairah belajar anak
Waspadailah bila gairah belajar anak menurun, sulit berkonsentrasi, sering sakit, dan sebagainya, ada kemungkinan ia mengalami depresi belajar. Ini pertanda anda butuh pertolongan tenaga profesional.

Agar kita sebagai orangtua bisa mendampingi belajar mereka :

Kenali gaya belajar anak
Gaya belajar seseorang ada tiga macam, auditori, visual, kinestetik. Segera ketahui gaya belajar anak agar tidak salah dalam mengarahkannya

Asahlah rasa ingin tahu anak
Semua anak secara alamiah mempunyai rasa ingin tahu. Cara orang tua merespon pertanyaan-pertanyaan mereka akan menentukan, apakah rasa ingin tahu ini akan berkembang atau mati. Untuk mengembangkan rasa ingin tahu anak :
1. Beri banyak pengalaman kepada anak yang membuatnya mengajukan pertanyaan dan mengeksplorasi dunia.

2. Biarkan anak mencari atau mencoba sesuatu, “Apakah anak ingin tahu apa yang terjadi jika tepung dicampur air? Berikan tepung kepadanya untuk mencoba dan menemukan jawabannya“.

Tujuan sebenarnya sebagai orang tua adalah membantu membesarkan anak menjadi dewasa yang BAHAGIA dan PRODUKTIF. Memaksa anak menjadi sesuatu yang bukan mereka sebenarnya berarti merusak tujuan sebagai orangtua.

Salam Ibu Profesional.

Tim Fasil Bunda Sayang Batch 2

Sumber :
1. Buku ” Mendampingi Anak Belajar” oleh Femi Olivia
2. Buku Membantu Anak punya Ingatan Super oleh Femi Olivia

IMG-20170920-WA0002