5 Awan Unik Yang Mungkin Pernah Kamu Lihat

Pasti kamu tahu awan kan? Itu loh, gumpalan putih yang selalu ada di langit. Nah, itu sebenarnya bukan arti yang benar. Tapi saya yakin kalian pasti tahulah apa yang dimaksud dengan awan 😀

Dalam artikel ini saya akan menuliskan 5 awan unik yang mungkin pernah kamu lihat. Foto dan penjelasan saya ambil dari cloudatlas.wmo.int Cek this out!

  1. Cirrus homogenitus (awan pesawat) dan Cirrus fibratus
Foto oleh George Anderson

Dari foto diatas pasti kamu pernah lihat kan? Awan yang biasa terbentuk setelah pesawat melintas. Nah, diatas kamu bisa lihat ada 5 lintasan awan pesawat. Selain awan lintasan itu ada juga awan seperti serabut kapas tipis. Nah itu namanya awan Cirrus fibratus. Tapi apa kamu pernah lihat dua awan unik ini bersama-sama? Well, ini pemandangan yang cukup cantik juga kan?

2. Cumulonimbus capillatus

Foto oleh Mustafa Hayri Ayvaz

Atau bisa kita sebut sebagai awan cumulonimbus. Awan dengan bentuk seperti ini biasanya juga dikenal sebagai “pabrik awan” karena dia bisa menghasilkan beberapa jenis awan seperti awan cirrus, awan tinggi Alto atau awan jenis lainnya.

3. Cumulus humilis

Foto oleh Frank Le Blancq

Biasanya awan yang bernama cumulus berwarna putih, foto ini diambil beberapa menit sebelum matahari terbenam. Karena sudut matahari yang rendah, menghasilkan efek  awan berwarna pink jingga. Pemandangan yang cukup cantik, kan?

4. Cirrus

Foto oleh Rob Lindberg

Mungkin kamu pernah melihat awan sejenis ini di siang hari yang cerah. Kalau awan yang kamu lihat itu berbentuk seperti koma dengan ujungnya seperti kaitan gantungan, maka awan itu adalah awan Cirrus. Sering terlihat hari yang cerah.

5. Altocumulus

Foto oleh Martin Gudd

Menurut WMO, foto ini dinamai dengan Altocumulus of Chaos Sky. Ini dikarenakan awan jenis Altocumulus dari berbagai jenis terlihat di foto ini. Kadang di Indonesia juga bisa terlihat awan-awan jenis ini dan biasanya terlihat paling indah di sore hari.

Gimana? Pemandangan awan yang cukup cantik, kan? Dan juga cukup unik. Malahan mungkin kamu pernah melihatnya. Jadi, ada awan unik apalagi yang pernah kamu lihat?

Sumber: cloudatlas.wmo.int

Advertisements

Teman Main

“Kena tuh! Karetnya goyang!”

“Enggak kena kok!”

“Baju kamu yang ngenain, tuh, karetnya goyang!”

Nanda bersungut dan mendekati Nila yang menyerahkan pegangan karetnya, tersenyum senang. Semua orang yang ada di sana tertawa.

“Makanya pegang dulu jilbab sama rokmu itu sebelum loncat.” seru yang lain yang ada di sana. Mereka tertawa gembira riang, ada sekitar enam orang yang sedang bermain lompat karet.

“Iya, aku lupa. Udah lama sih, jadinya agak lupa sama peraturannya.” Nanda memegang ujung tali karetnya setinggi dada.

“Dasar orang kota!” seru yang lain.

“Gak ada hubungan!” Nanda balas teriak. Dan mereka semua tertawa gembira. Meloncat dan sesekali bersalto. Bermain tali karet, mengenang masa dulu.

.

.

.

Sekumpulan anak kecil sedang duduk bergerombol di panggung rumah, menghadap halaman rumah tempat permainan karet sedang berlangsung.

“Itu ibu-ibu kita lagi pada ngapain sih?” Andi mengangkat matanya sesaat dari layar androidnya.

Hasnah mengangkat bahu, “Tahu tuh.”

“Kok, gak tahu? Kan kamu anak perempuan juga?” Bayu, sepupunya ikut mengomentari. Matanya tidak lepas dari gadget.

“Kalau aku bilang gak tahu, ya gak tahu! Daripada begitu konsen deh ke mobile kamu. Musuh dari tadi mau nyerang aku mulu tahu!” Hasnah balik ngomel. Bayu langsung kembali fokus.

“Itu ibu-ibu kita apa pada gak inget umur ya? Masih jaman main-main loncat gitu.”

Dan percakapan pun terhenti, mereka semua fokus pada gadget mereka masing-masing.

Enemies has been slayed

Sementara tawa riang gembira yang sesekali ditingkahi obrolan dan gosip-gosip ala ibu pedesaan terdengar riang dari halaman rumah.

The End

Spin off – summonerXknight

Image result for twilight red sky

“Matahari senja.”

Semburat warna merah memenuhi langit yang kali ini berwarna campuran merah dan jingga. Marina ikut menatap langit sore itu. Angin malam telah berhembus tanpa ia sadari.

“Cantik sekali.” Gumamnya. Tiba-tiba saja perasaan sepi dan sunyi menyelusup masuk dalam hatinya. Perasaan sedih yang tidak ada hubungannya dengan angin malam yang bertiup.

“Ayo pulang.” Sada menoleh menatap adiknya itu. Ah, bukan adiknya. Lebih tepatnya gadis kecil yang diangkat anak oleh orang tuanya. Akan tetapi Marina masih terus menatap matahari senja itu, rambutnya tertiup pelan. Ia menggeleng. “Aku belum mau pulang,” bisiknya.

Sada mengangkat alisnya. Ia mengarahkan pandangannya ke kaki bukit, di mana rumah mereka berada. Ayahnya sedang duduk menikmati angin sore sementara Ibu mereka melambai kearah mereka, mengisyaratkan untuk pulang.

“Ayo, Ibu sudah memanggil kita. Waktunya makan malam.”

Marina masih menggeleng.

“Besok kita bisa bermain lagi.” Sada masih membujuk.

Marina akhirnya mengalihkan pandangannya dari matahari senja, menatap matanya. Jujur saja, Sada merasakan getaran kecil di tubuhnya saat Marina menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Aku ingin sekali begitu…,” gumam Marina pelan, “…tapi yang seperti ini juga cukup.”

Sada menatap Marina tak mengerti, yang ditatap tersenyum lembut. “Lebih dari ini itu namanya egois.”

“Apa maksudmu, Marina?” Sada mulai merasa tidak enak.

Angin pelan berhembus, kali ini hamburan kelopak bunga entah darimana bertiup mengelilingi mereka. Suasana menjadi gelap dan Sada tidak lagi bisa melihat kaki bukit maupun rumah mereka yang ada di bawah. Hanya ada langit senja, padang rumput yang ada di bawah kaki mereka serta taburan kelopak bunga yang bertebangan di sekeliling mereka. Untuk sesaat semua itu membutakan mata Sada hingga ia menutup matanya. Setelah dirasa tenang ia kembali membuka matanya dan mendapati sosok Marina yang berubah. Dari seorang gadis kecil berumur 6 tahun menjadi seorang gadis berumur 16 tahun.

Gaun putih yang ia kenakan melayang dengan cantik, menciptakan efek Marina sebagai seorang dewi dari dunia lain.

Marina menangkap sebuah kelopak bunga ke telapak tangannya dan menutupnya. Ia membawanya ke dada dan berbisik, “Yang berikutnya, hiduplah sesuai keinginan kalian.”

Sada berusaha mengulurkan tangannya pada Marina, tapi ia merasa berat. Ia merasa justru ditarik menjauh dari gadis itu. Marina mengulurkan tangannya, membuka telapak tangannya dan membiarkan kelopak bunga itu berhamburan menuju Sada.

Related image

“Aku mencintaimu, Sada.”

Marina menutup matanya dan perlahan tubuhnya tenggelam dalam kegelapan tak berdasar. Sada berusaha meronta, memberontak, berusaha menjangkau Marina. Akan tetapi tubuhnya justru tertarik ke area yang terang. Semakin menjauh dari Marina yang saat ini tubuhnya telah tertelan sempurna dalam kegelapan. Sada hanya bisa terisak…

.

.

.

… air mata mengalir di pipinya. Sada membuka matanya. Semua itu hanya mimpi tapi terasa nyata.

Tidak, dalam hatinya Sada tahu semua itu bukan sekedar mimpi. Itu adalah kenyataan. Marina telah menyelesaikan tugasnya. Sada memandang tangannya yang tergenggam, membuka telapak tangannya. Di sana terdapat sebuah kelopak bunga, Kelopak yang sama yang ada dalam mimpinya.

“Hiduplah sesuai keinginan kalian.”

Sada kembali menggenggap kelopak bunga itu, air mata mengalir kembali di pipinya. Tubuhnya bergetar, terisak. Ia benar-benar menyesal sekarang. Kenapa pada saat ia bisa melindungi Marina ia malah neyerahkan gadis itu kepada pihak dunia? Kenapa saat Marina sudah tidak ada lagi ia malah berharap bisa ikut bersamanya untuk melindunginya?

Sada membuka genggaman tangannya, tubuhnya masih terisak. Kelopak bunga itu sudah tidak ada lagi.


A/N: Tahulah yaa ini terinspirasi dari mana. Kalau gak tahu yah, well, ini terinspirasi dari Final Fantasy XV. Untuk ceritanya ini lebih ke arah spin off dari fanfic fandom vocaloid: SummonerXKnight. Coba aja cari di fanfic 😛 ini cerita jauuuhhh sebelum Rin jadi summoner. Tapi sempet disinggung sedikit sama Mikuo mengenai summoner yang pernah koma selain Rin. Tapi di sini gak diceritain mengenai tidur komanya. Lebih fokus ke arah pov si knight nya. Kapan-kapan kalau lagi rajin mungkin mau nulis spin off summoner lain.

Image

Kurang tahu juga nama fenomena optis apa. Tapi penyebab utamanya mungkin dikarenakan selaput awan tipis yang ada di sekeliling matahari jadinya menyebabkan fenomena kayak prisma begitu.

Foto diambil di rumah tanggal 17 Febuari 2018. Waktunya mungkin sekitar pukul 08.00 WIB, yang pasti saya ambil foto ini sehabis pulang dari pasar.

Image

Sesekali pingin bikin postingan yang ada foto hasil jepretan hape xiaomi 😛 bukan maksud promosi loh yaa. Akhirnya kejadian juga bikin postingan dengan tema fotografi.

Foto hasil jepretan kamera hape. Diambil tanggal 09 Januari 2018 di Metland Cibitung, Bekasi. Sekitar pukul 16.00 WIB. Pas banget lagi naik sepeda mau berangkat tahsin awannya berjejer cantik banget. Gak sadar langsung nepi, ambil kamera dan tadaaa… jadilah foto ini.

Wishlist Buku 2018

So many books want to read, but I don’t have much money – Nadita,2018

Berawal dari rasa kesel dan pingin jambak rambut, gegara ngeliat blurb buku yang isinya menjanjikan tapi ternyata semua itu hanyalah bayangan. Macam fatamorgana. Rasanya semu. Menarik tapi ternyata tidak seperti kelihatannya.

Pingin banget dilempar ke kompor

Akhirnya saya memutuskan untuk menulis wishlist buku tahun 2018. Tujuannya simpel: menjaga agar uang saya yang berharga tidak jatuh ke pilihan buku sampah yang sebenarnya tidak menarik dan tidak penting-penting amat. Berikut adalah daftar wishlist buku tahun ini.

Catatan: Yang ingin menghadiahkan kado ulang tahun untuk saya, saya gak minta macem-macem. Belikanlah salah satu buku dari list ini, maka saya akan memasukkan nama anda dalam daftar doa saya 😛

  1. The Lord Of The Rings (JRR Tolkien)

EDIT: The Hobbit dan LOTR 1 sudah dibeli tanggal 17 April 2018.

Image result for lord of the rings books cover

Gak minta yang macem-macem. Cukup Seri LOTR beserta The Hobbits, The Silmarillion dan Putra-Putri Hurin. Udah itu aja. Lebih prefer bahasa Indonesia.

2. Illuminae (Amie Kaufman and Jay Kristoff)  Edit: Sudah dibeli tanggal 27 Maret 2018

Image result for illuminae book

Untuk saat ini sudah diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Haru.

Edit: Alhamdulillah udah punya 🙂

3. An Ember In The Ashes dan A Torch Against The Night (Sabaa Tahir)

Image result for amber in the ashes book

Yang ini juga sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru.

4. The Chronicles of Narnia (C S Lewis)

Image result for chronicles of narnia book

Rata-rata jualnya pada boxset, jatuhnya jadi mahal. Prefer bahasa Indonesia.

Edit: Sejauh ini nemu di tokopedia 1 boxset harganya Rp 500.000

5. Robert Langdon Series (Dan Brown)

Related image

Semuanya belum punya. Prefer Bahasa Indonesia.

6. Roald Dahl’s Series

Image result for roald dahl book

Ini mauuuu banget. Belum punya semuanya.

Edit: Di diskonan Mizan 1 boxset Roald Dahl harganya Rp 910.000. Ya Allah…mehong amat :”(

7. Seri Lima Sekawan (Enid Blyton)

Image result for lima sekawan enid blyton gramedia

Baru punya lima buku, padahal bukunya masih ada banyak serinya. Lebih prefer bahasa Indonesia. Sudah diterbitkan oleh Penerbit Gramedia.

8. Agatha Christie series

Image result for agatha christie books

Baru punya sekitar 30 judul. Perjalanan masih panjang. 😛

9. Detektif Kindaichi (Yosaburo Kanari, Fumiya Sato)

Image result for komik detektif kindaichi

Yes, ini komik. Tapi saya pingin banget punya keseluruhan koleksinya. Cuma punya beberapa nomor, itupun cuma cabutan.

Ada yang mau beliin? 😛